Menggugat Perumahan Beridentitas Islami

by -2 views
menggugat-perumahan-beridentitas-islami

Awalnya makanan, lama-lama kosmetik, kemudian barang tak habis pakai seperti kulkas pun ikut disertifikasi halal supaya diafiliasikan sebagai produk islami.

Professor Ariel Heryanto, dalam bukunya Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia, mengemukakan mengenai indikasi gelombang islamisasi masyarakat kelas menengah Indonesia pada era 2000-an awal sampai tahun 2012. Prof. Heryanto menemukan indikasi ini melalui kajian riset kebudayaan, salah satunya melalui film. Film dinilai sebagai karya yang mewakili aspirasi dan corak nilai yang diterima masyarakat. Film yang menjadi salah satu indikasi fenomena tersebut adalah film Ayat-Ayat Cinta yang menggebrak industri hiburan nasional dengan mengundang jutaan penonton. Meskipun, menurut Prof. Heryanto, kulminasi ini telah melalui proses panjang dan tidak terjadi secara tiba-tiba.

Buku Kiai Said

Prof. Heryanto berhasil dengan cermat memprediksikan tren formulasi identitas suatu kelompok masyarakat yang sarat dengan identitas keagamaan. Beberapa tahun setelah buku Identitas dan Kenikmatan dirilis, kita dapat mengamati fenomena tersebut dengan lebih kentara. Contohnya, kini kita dapat melihat identitas keislaman telah masuk ke berbagai lini konsumsi masyarakat mulai dari kosmetik yang disertifikasi halal sampai kulkas yang juga ikut disertifikasi halal.

Saya tak cakap untuk membahas mengenai falsafah dan paradigma identitas keislaman serta fenomena ‘islamisasi’ gaya hidup ini lebih jauh. Saya lebih tertarik untuk menawarkan gagasan bagaimana kita dapat memanfaatkan fenomena ini untuk mewujudkan hal-hal yang lebih produktif, ‘progresif’, dan maslahat kepada umat manusia.

Saya tumbuh besar dan tinggal di pinggiran ibu kota. Tempat jutaan warga yang menyangga ibu kota bernaung. Saya amat terkejut, ketika melihat identitas keagamaan diafiliasikan dalam penjualan real estate terutama kluster-kluster perumahan yang menjamur di pinggiran ibu kota. Ketika saya amati, secara desain, ukuran, apalagi falsafah pembangunan, saya gagal menemukan perbedaan atau diferensiasi dari kluster yang diberi identitas islami dan kluster biasa. Seolah, sama-sama saja konsepnya. Konsep rumah tapak yang cenderung eksklusif dan dipagari (gated community) serta terletak di pinggiran kota (suburban) adalah template lama yang sudah direplikasi oleh banyak perumahan tipe kluster lainnya.

Pada tahun 2019, BBC merilis artikel yang membahas mengenai perumahan islami di Indonesia yang berjudul Perumahan dan permukiman syariah: Ancaman bagi toleransi dan budaya lokal?. BBC meliput perumahan-perumahan ini dan pihak pengembang mengakui bahwa memang ada tren kecenderungan rumah tapak dengan system kluster yang beridentitas islami lebih diminati. Secara moral, saya tidak akan membahas soal benar-salah dari model pemasaran seperti ini. Saya lebih tertarik untuk membahas mengenai konsep dan desain dari perumahan beridentitas islami ini. Bagaimanakah implementasi dan perwujudan identitas islami dan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam dibangun sebagai hunian?

Ketika seorang bayi lahir ke bumi, bayi itu lumrahnya akan diberi nama. Kelak ketika besar nanti, nama diharapkan sebagai pembeda antara si bayi dengan orang selain kita. Jadi ketika ia dipanggil, ia akan menoleh ke arah orang yang memanggil karena nama dia adalah identitas yang membedakannya dengan orang lain. Nama mewakili seluruh jiwa dan raga kita yang utuh termasuk watak, sifat, dan segala hal lain yang diatribusikan kepada diri kita. Lantas, nama yang disematkan ke perumahan beridentitas islami tersebut mewakili atribut apa? Saya sangat menyayangkan, betapa nilai-nilai islami sebagai rahmatan lil’ alamin jarang diwujudkan lebih jauh dalam perumahan islami tersebut dan kelihatannya sama-sama saja dengan perumahan lainnya.

Alangkah baiknya, perumahan beridentitas islami tersebut dapat berhasil menjadi contoh atau tolok ukur bagi perumahan-perumahan lainnya. Perumahan beridentitas islami dapat mewujudkan nilai-nilai rahmatan lil’ alamin dalam setiap elemen di dalamnya dan menghasilkan eksternalitas yang positif bagi sekitarnya. Berdirinya perumahan-perumahan beridentitas islami tersebut seharusnya dapat membawa berkah bagi lingkungan sekitarnya dan kalau bisa malah merevolusi sistem perumahan kluster yang telah mapan.

Minimal, perumahan-perumahan tersebut sebaiknya tidak menyalahi aturan mendirikan bangunan. Namun, tak berhenti di situ, lebih jauh seharusnya perumahan-perumahan tersebut dapat mewujudkan desain-desain yang sesuai dengan falsafah islami dan tidak berhenti pada hanya membuat aksen-aksen timur tengah yang sering diasosiasikan dengan kesenian Islam. Desain-desain yang dapat diimplementasikan contohnya seperti mengurangi luas bangunan dan membuat sumur serapan air dan menghias taman-taman dengan tanaman buah dan sayur komunal yang produktif sekaligus mengurangi hawa panas, tidak hanya membuat taman yang ditanami pohon kurma karena lagi-lagi identik dengan dekorasi taman ala timur-tengah. Seharusnya ada nilai-nilai luhur rahmatan lil alamin terwujud di setiap unit yang dibangun.

Contoh lainnya adalah dengan desain perumahan yang rendah karbon seperti ventilasi yang baik untuk mengurangi penggunaan AC yang kurang baik bagi bumi, bukan sekadar membuat mosaik keramik, pintu berbentuk lengkung, atau promo ‘beli rumah gratis karpet Persia asli’ yang kurang kontekstual terhadap nilai-nilai Islami di hari ini. Jangan sampai, penempatan identitas islami di perumahan-perumahan kelas menengah ini tak berwujud nyata apalagi jauh dari nilai-nilai islami seperti pencemaran dan merusak keseimbangan alam.

Semua manusia diutus di muka bumi sebagai khalifatullah fil ardh dengan harapan manusia menjaga bumi sebaik-baiknya. Alangkah indahnya, bila setiap lelaku kita, setiap keputusan kita, setiap kebutuhan hidup kita kita penuhi dengan kesadaran atas nilai luhur untuk merawat dan melestarikan bumi. Barangkali, kebaikan akan kembali kepada diri kita bila kita berpikir lebih luas dari diri kita dan senantiasa bertasbih pada Allah atas indahnya ciptaannya melalui amal perbuatan yang menjaga kelestarian alam.

Leave your vote

653 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *