Mengenal Tahapan Tidur yang Dilalui Tubuh

by -0 views
mengenal-tahapan-tidur-yang-dilalui-tubuh

Tidur tak hanya sekadar aktivitas memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Di saat melakukannya, Anda mesti melewati beberapa tahapan tidur agar bisa merasakan manfaatnya dengan optimal.

Hal itu pertama kali dicari tahu oleh seorang mahasiswa pascasarjana bernama Eugene Aserinsky di tahun 1950-an. Ia menggunakan alat electroencephalograph (EEG) untuk melihat serangkaian gelombang otak pada setiap tahap-tahap tidur seseorang.

Dari penelitiannya, fase tidur ternyata terbagi menjadi 4 tahap. Apa saja tahap-tahap tidur yang dimaksud? Yuk, cari tahu!

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Tidur Anda Kurang Nyenyak

Mengenal Tahap-Tahap Tidur

Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, terdapat 4 tahapan tidur yang dibagi menjadi dua jenis: yaitu NREM (non-snappy admire motion) dan REM (snappy admire motion).  

“Dalam NREM, semakin tinggi fasenya, semakin sulit seseorang dibangunkan. Sedangkan REM adalah fase ketika terjadi pergerakan mata secara cepat ke semua arah, namun tanpa mengirimkan sinyal penglihatan ke otak,” ucap dr. Astrid. 

Berikut ini penjelasan mengenai 4 tahapan tidur yang mungkin Anda lewati setiap malam:

  1. NREM Tahap 1

NREM tahap 1 merupakan fase transisi antara terjaga dan tidur. Melansir dari Very Well Health, pada fase ini, otak menghasilkan gelombang theta beramplitudo tinggi. Fase tidur ini umumnya berlangsung selama 5 sampai 10 menit.

“NREM tahap 1 atau disebut N1 adalah fase ketika seseorang mulai tertidur, namun masih sangat mudah terbangun,” ucap dr. Astrid.

“Pada fase ini, tubuh belum sepenuhnya relaksasi dan aktivitas di otak baru mulai melambat. Jika fase ini tidak terganggu, proses tidur masuk ke fase N2,” jelasnya.

  1. NREM Tahap 2

NREM tahap 2 berlangsung selama 10 hingga 25 menit pada siklus pertama. Kondisi ini bisa memanjang di siklus-siklus tidur berikutnya. 

Pada fase tidur ini, Anda akan kehilangan kesadaran. Otak akan menghasilkan gelombang ritmis cepat. Berdasarkan American Sleep Foundation, seseorang menghabiskan 50 persen dari whole tidur pada tahap ini.

“Fase 2 NREM atau N2 terjadi ketika suhu tubuh menurun, otot berelaksasi, frekuensi napas dan denyut jantung juga mulai melambat. Pola gelombang otak (mind waves) mulai berubah, dan pergerakan mata berhenti,” tutur dr. Astrid. 

  1. NREM Tahap 3

Pada NREM tahap 3, orang yang tidur menjadi sangat kurang responsif. Suara berisik, serta hal-hal yang terjadi di sekitar pun akan semakin tidak terdengar. 

Pada siklus awal, NREM 3 berlangsung selama 20 hingga 40 menit. Hal ini juga disebut sebagai periode transisi antara tidur ringan dan nyenyak.

Penelitian menunjukkan, mengompol kemungkinan besar terjadi selama fase NREM tahap 3. Selain itu, mengigau atau berjalan saat tidur juga paling sering terjadi pada tahap ini. 

“NREM tahap 3 atau N3 merupakan fase tidur dalam. Pada fase ini, seseorang sudah sulit untuk dibangunkan. Di fase ini, otot, denyut jantung, dan frekuensi napas semakin turun dan mulai stabil,” kata dr. Astrid. 

“NREM tahap 3 sering disebut sebagai fase penting, karena tubuh melakukan proses defragmentasi, termasuk membangun sistem imun yang baik dan fungsi-fungsi penting lainnya,” sambungnya. 

  1. Fase REM

Pada fase REM, gelombang otak kembali aktif. Kondisinya bahkan mendekati saat sedang terjaga. 

Meski demikian, fase REM membuat tubuh mengalami “kelumpuhan” untuk sementara waktu, kecuali mata dan otot-otot yang berperan dalam pernapasan. 

Fase REM penting untuk memelihara memori, proses belajar, kreativitas, dan fungsi kognitif lainnya. Selain itu, vivid dream atau mimpi yang terasa nyata juga sering terjadi pada fase ini. 

“Manusia jarang memasuki fase REM jika tidur kurang dari 90 menit. Fase REM juga akan memanjang seiring dengan siklus dan kejadiannya hampir 25 persen dari waktu tidur whole,” ujar dr. Astrid.

Artikel Lainnya: Mitos Tidur yang Keliru dan Tak Perlu Dipercaya

Hal-Hal yang Mempengaruhi Tahapan Tidur

Tahap-tahap tidur tentu tidak melulu terjadi dengan lancar. Ada saja hal-hal yang dapat mengganggu proses tersebut. 

“Misalnya, suhu ruangan. Kalau tubuh memiliki suhu yang terlalu tinggi, maka akan lebih sulit memasuki fase REM,” jelas dr. Astrid.

“Konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori di malam hari juga terbukti menghambat fase REM,” lanjutnya.

Selain yang telah disebutkan, ada pula hal-hal lain yang mempengaruhi fase tidur menurut sleep foundation. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Usia

Fase tidur di setiap tahap usia akan mengalami perubahan secara dramatis. Bayi baru lahir misalnya, mereka menghabiskan 50 persen waktunya untuk tidur. Seiring usia, waktu tidur bayi akan serupa dengan orang dewasa. 

Di sisi lain, orang yang lebih tua cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu dalam fase REM.

  • Kebiasaan Sehari-hari

Waktu tidur yang kurang atau cenderung tidak teratur dapat mengganggu siklus tidur yang traditional. 

  • Konsumsi Alkohol

Mengonsumsi minuman mengandung alkohol dapat mengubah pola tidur Anda. Hal yang sama juga dapat Anda alami akibat mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu.

  • Masalah Kesehatan

Sleep apnea, Wired Leg Syndrome (RLS), dan masalah kesehatan lain bisa saja mengganggu siklus tidur yang sehat.

Kini Anda telah mengetahui tahap-tahap tidur yang mungkin dilalui seseorang kala memejamkan mata. Jika Anda ingin merasakan semua tahapan tersebut dengan optimal, mulailah untuk memperbaiki kebiasaan tidur sehari-hari. 

Apabila kesulitan untuk memperbaiki siklus tidur, Anda sebaiknya melakukan konsultasi lebih lanjut kepada dokter dengan memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB)

Leave your vote

368 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *