Mengenal Budi Daya Lebah yang Aman Tanpa Takut Disengat

by -0 views
mengenal-budi-daya-lebah-yang-aman-tanpa-takut-disengat

Pandemi dan anjuran tetap berada di rumah banyak dimanfaatkan sebagian besar orang sebagai peluang untuk mencari penghasilan tambahan. Salah satu contoh kegiatan yang saat ini mulai banyak dilakukan adalah budi daya Lebah tanpa sengat.

Apabila peternak lebah biasa digambarkan dengan seseorang yang mengenakan pakaian tertutup rapat lengkap dengan topi berjaring dan sarung tangan–pakaian anti lebah–hal ini tidak berlaku pada budi daya lebah tanpa sengat.

Seperti namanya, lebah tanpa sengat merupakan salah satu kelompok lebah yang tidak memiliki sengat pada bagian belakang tubuhnya. Meski demikian, lebah tanpa sengat tetap dapat hidup dengan baik untuk menghasilkan madu maupun produk-produk hasil lebah lainnya, seperti propolis.

Lebah tanpa sengat memiliki nama yang beragam di setiap daerah. Nama-nama sebutan yang sering kali dijumpai atau sudah ramah di telinga antara lain kelulut (Riau dan Sumatera Selatan), galo-galo (Sumatera Barat), teuweul (Jawa Barat dan Banten), klanceng (Jawa), Emuk (Sulawesi selatan), dan lain sebagainya.

Lebah tanpa sengat | Currumbin sanctuary

info gambar

Tergolong budi daya baru

Selain dari segi keamanan pada saat budi daya, lebah tanpa sengat menjadi pilihan baru lantaran ukurannya yang relatif lebih kecil ketimbang dengan lebah madu pada umumnya. Ukurannya yang kecil tersebut membuat lebah tanpa sengat dapat dengan mudah dibudidayakan karena tidak memerlukan sarang yang terlalu besar.

Lebah tanpa sengat pada umumnya dibudidayakan menggunakan kotak kecil seukuran kotak sepatu yang terbuat dari kayu. Selain menggunakan kotak, lebah tanpa sengat juga dapat dibudidayakan secara konvensional dengan menggunakan potongan bambu.

Hanya saja, budi daya menggunakan kotak tetap dinilai lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan madu yang lebih banyak.

Sarang Lebah Tanpa Sengat | The Hindu Businessline

info gambar

Bisa dilakukan dimana saja

Budi daya lebah tanpa sengat ini pun terbilang mudah. Kegiatan budi daya dapat dilakukan pada ruang yang sempit seperti pekarangan maupun bagian belakang rumah. Sarang-sarang lebah yang telah berisi koloni cukup diletakkan pada tempat-tempat tertentu, seperti rak bertingkat.

Pemanenan sudah dapat dilakukan dalam waktu 4-6 bulan, dengn jumlah madu yang dihasilkan bergantung pada besarnya koloni yang terbentuk di dalam sarang. Di samping itu, ketersediaan makanan yang berupa tanaman berbunga pun menjadi penentu kualitas madu yang dihasilkan.

Karenanya, tak ada salahnya bagi para peternak lebah untuk menanam tanaman berbunga ataupun memastikan ketersediaan sumber makanan bagi lebah di sekitar lokasi budi daya.

Nah, kawan, selagi berada di rumah tak ada salahnya menambah kegiatan dengan membudidayakan lebah tanpa sangat. Di samping dapat menikmati madu murni hasil berternak sendiri, barangkali juga bisa menjadi suatu peluang bisnis yang menjanjikan.

Referensi: Zsl | Detik finance

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *