Mengenal API: Definisi, Cara Kerja, Manfaat, & Fungsi [Lengkap]

by -1 views
mengenal-api:-definisi,-cara-kerja,-manfaat,-&-fungsi-[lengkap]

Ketika sedang belajar coding atau yang berkaitan dengan website, pastinya Anda akan bertemu dengan istilah API. Tapi sebenarnya apa itu API? Apa saja manfaat API dan juga fitur yang dimilikinya?

Belum lagi ada istilah lain yang berkaitan dengan API yaitu Web API. Dalam artikel ini yuk kita cari tahu selengkapnya terkait apa itu API melalui beberapa pembahasan di bawah ini.

Apa itu API?

apa itu API
API adalah perangkat lunak untuk menghubungkan dua aplikasi berbeda. (Sumber: Pixabay)

API adalah kepanjangan dari Application Programming Interface, API ini merupakan perantara perangkat lunak yang memungkinkan dua aplikasi bisa saling terhubung. Salah satu contoh website/aplikasi yang menggunakan API adalah Facebook.

API memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai aplikasi berbeda, baik itu dalam satu platform yang sama atau berbeda platform.

Agar bisa lebih dipahami, mari kita ambil contoh dari aktivitas kita sehari-hari. Coba Anda bayangkan sedang duduk di sebuah restoran dengan banyak menu pilihan yang bisa Anda pesan.

Di restoran tersebut ada dapur yang kita sebut bagian dari “sistem” untuk menyiapkan pesanan Anda. Sekarang yang Anda butuhkan adalah seseorang yang dapat berkomunikasi dengan pihak dapur dan mengantarkan makanan tersebut ke meja Anda.

Nah kita ibaratkan bahwa pelayan inilah API, pelayan tersebut adalah utusan atau API yang siap menerima permintaan dari pesanan Anda dan memberitahu pihak sistem (dapur) untuk mempersiapkan pesanan tersebut.

Selanjutnya pelayan yang berperan sebagai API ini memberikan tanggapan kembali ke meja Anda, dalam hal ini dalam bentuk makanan.

Jenis dan Fungsi Utama API

Sebenarnya ada banyak jenis API saat ini. Tapi secara umum ada empat jenis utama API, apa saja? Cek di bawah ini:

Open API

Jenis API yang satu ini bisa digunakan secara publik, artinya tidak ada batasan untuk mengakses API ini karena memang disediakan oleh umum. Jenis API ini sangat mudah dalam penggunaannya, sebab Anda hanya perlu mendaftar terlebih dahulu atau Anda bisa menggunakan langsung di aplikasi.Contoh Open API adalah Google Maps, menggunakan API Google Maps.

Partner API

Berbeda dengan open API, Partner API memerlukan lisensi khusus jika ingin menggunakannya karena jenis API yang satu ini tidak tersedia untuk umum. Partner API hanya digunakan untuk kepentingan umum namun penggunaannya hanya untuk pihak tertentu saja.

Cara menggunakannya sama dengan open API, Anda hanya perlu mendaftar terlebih dahulu ke penyedia API kemudian bisa menggunakannya sesuai dengan perjanjian. Contoh API jenis ini adalah Pinterest API.

Internal API

API ini hanya digunakan untuk keperluan tertentu/pribadi, biasanya yang menggunakan API ini hanya sistem internal dan dirancang untuk digunakan secara eksklusif dalam perusahaan. Jika dipakai oleh orang lain juga harus terikat dalam sebuah perjanjian antara penyedia API dengan penggunanya.

Composite API

 API jenis ini adalah API yang menyimpan data dari beragam server. Composite API memungkinkan pengguna bisa mendapatkan akses dari beragam jenis data yang hanya diakses sekali saja.

Manfaat API

Dengan strategi pemanfaatan yang tepat, maka fungsi API bisa dimaksimalkan dan bisa membantu Anda sebagai developer dalam melakukan pengembangan sistem. Lebih detail pembahasan tentang manfaat API bisa disimak di bawah ini:

Pengembangan Sistem Lebih Efisien

Jika Anda menambahkan API kedalam sistem yang sedang Anda rancang, proses pengembangan sistem menjadi lebih cepat dan efisien. Karena jika Anda membutuhkan fitur tertentu, Anda tinggal mengambil API Key yang dibutuhkan untuk mengembangkan fitur tersebut.

Setelah Anda mendapatkan API, langkah selanjutnya Anda tinggal memasangnya ke dalam kode sistem yang sedang Anda kembangkan dan fitur baru sesuai kebutuhan.

Terlihat jelas bukan bahwa API ini sangat bermanfaat dalam membantu pekerjaan programmer, sehingga tidak lagi melakukan coding dari awal untuk membuat fitur tertentu yang masih bisa menggunakan API.

Data yang Terintegrasi

Ketika Anda ingin menghubungkan aplikasi satu dengan yang lainnya, pastinya Anda akan membutuhkan data yang sudah terintegrasi dengan baik.

API bisa melakukan hal ini, kita ambil contoh API pada suatu website yang ingin ditampilkan di Instagram sebagai salah satu portofolio. Tahukah Anda bahwa API dari Instagram bisa mengintegrasikan data dari akun Instagram ke web tersebut sehingga Anda bisa menampilkan feed dari Instagram.

Ketika ada seseorang yang membuka halaman website tersebut dan menyukai unggahan Instagram web tersebut, maka data itu akan tercatat di Instagram.

Contoh API lainnya adalah Whatsapp Business API. Kelebihan Whatsapp Business API sangat banyak yang pada intinya adalah bisa meningkatkan pengalaman pelanggan Anda secara online.

Keren bukan? Pemanfaatannya juga sekarang sudah merambah ke web biro perjalanan, di mana dengan menggunakan API para biro bisa menampilkan informasi jadwal penerbangan di website mereka.

Berkurangnya Beban Server

Jika Anda menerapkan API ke dalam sistem, maka Anda sudah tidak perlu lagi menyimpan semua data tersebut di server Anda sendiri. Sekarang jika menggunakan API, Anda cukup meminta API untuk mendapatkan data terbaru dari server asal.

Sehingga beban server akan berkurang dan server Anda tidak akan down lagi karena beban yang berlebih.

Bisa Kustomisasi Fitur dengan Mudah

Ketika Anda sedang mengembangkan sebuah sistem, pastinya Anda ingin menambahkan beberapa fitur yang sangat dibutuhkan pengguna. Tapi aplikasi tidak akan selesai sesuai tenggat waktu jika membuat fitur tersebut dari nol.

Maka dari itu, API bisa membantu dalam membuat fitur yang dibutuhkan oleh sistem tanpa harus coding dari awal, tugas Anda hanyalah menemukan API Key dari fitur yang Anda butuhkan tersebut.

Misalnya saja dalam sebuah sistem website, Anda ingin menambahkan Google Maps atau Login Facebook di website. Maka Anda cukup menggunakan API Key, selanjutnya kedua fitur tersebut bisa dengan mudah terpasang di sistem website Anda..

Arsitektur API

Sama halnya dengan bangunan, teknologi API juga memiliki arsitektur yang membentuk pondasi yang bisa memberikan dukungan pertahanan dan kemudahan bagi penggunanya. API memiliki tiga macam arsitektur yang sering dipakai saat ini, di antaranya adalah:

Remote Procedure Call (RPC)

RPC adalah teknologi yang digunakan dengan tujuan untuk membantu kinerja dari sistem server side dan client side untuk komunikasi keduanya dan konsep yang dimiliki RPC ini jauh lebih sederhana.

Ada dua jenis RPC di antaranya adalah XML-RPC dan JSON-RPC, keduanya memiliki perbedaan dari media perpindahan data. XML-RPC media yang digunakannya adalah XML sedangkan JSON-RPC menggunakan media JSON yang memiliki fungsi sama yaitu untuk memindahkan data yang jauh lebih ringan.

REST

REST kepanjangan dari Representational State Transfer yang cukup populer sekarang ini karena kelebihan yang dimilikinya yaitu tidak membutuhkan coding panjang ketika proses pengembangannya.

Jenis API yang satu ini memiliki bentuk data berupa JSON yang di mana keuntungannya adalah dalam sisi performa aplikasi yang menjadi jauh lebih ringan.

Simple Object Access Protocol (SOAP)

Jenis arsitektur API berikutnya adalah SOAP yang di mana bentuk datanya menggunakan XML sehingga data disimpan dengan bentuk dokumen.

Cara Kerja API

Jika Anda ingin mengenal API secara lebih dalam maka jangan sampai pembahasan tentang cara kerja API terlewatkan.

Cara kerja dari Application Programming Interface(API) melibatkan berbagai komponen di antaranya adalah server, request dan juga response. Pembahasan lebih detail adalah sebagai berikut:

Tahapan Pengaksesan API

Tahapan ini biasanya dilakukan oleh developer yang menggunakan API. Para developer yang menggunakan API ini biasanya telah mengetahui sasaran layanan dan juga informasi yang bisa diperoleh.

Misalnya saja dalam pengembangan sebuah produk untuk e-commerce dalam pemesanan tiket kereta api, maka pihak e-commerce memerlukan akses data ketersediaan dari pihak penyedia jasa yaitu perusahaan Kereta Api Indonesia.

Request Data ke Server

Setelah melewati tahapan pengaksesan API, langkah selanjutnya adalah request data ke server penyedia layanan. Jika alamat API telah sesuai maka permintaan informasi bisa terjadi.

Server Mengirimkan Response

Tindak lanjut dari langkah kedua di atas adalah server mengirimkan response kepada pengguna. Dalam hal ini adalah informasi yang diakses, sebagai contoh seorang pelanggan ingin melihat jumlah kursi yang tersedia termasuk nomor dan waktu keberangkatan.

Response Dapat diterima Aplikasi/Sistem

Setelah melewati tiga langkah di atas, maka hasilnya adalah response yang diterima oleh aplikasi. Hasil data yang diperoleh akan dikelola oleh algoritma dari code internal, misalnya saja adanya potongan harga atau adanya fitur filter untuk pengurutan harga dan lain sebagainya.

Agar lebih jelas perhatikan ilustrasi dari cara kerja API dibawah ini.

ilustrasi cara kerja API
Ilustrasi Cara Kerja API

Sekarang sudah paham kan apa itu API? Sekarang kita lanjutkan pembahasan ke Web API, simak lebih lanjut di bawah ini!

Apa itu Web API?

Web API adalah API for web yang bisa digunakan di protokol HTTP. Web API merupakan konsep dari teknologi web yang ada, Anda bisa membangun web API dengan menggunakan teknologi yang populer saat ini seperti Java, .NET dan lain sebagainya.

apa itu Web API
WEb API memiliki banyak manfaat (Sumber: Canva)

Jadi intinya Web API merupakan kerangka kerja yang memiliki fungsi untuk mengekspos data dan juga layanan ke perangkat yang berbeda-beda. Web API juga memiliki beberapa kelebihan yang dapat dimanfaatkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Manfaat dari sisi bisnis: Web API adalah perangkat open source, sehingga bisa meningkatkan kebutuhan bisnis dan bisa mempertahankan data bisnis yang masuk secara konsisten. Web API juga mudah dalam hal pemeliharaan, sehingga tidak membutuhkan banyak anggaran untuk perawatannya.

  • Manfaat dari sisi teknis: Web API memiliki manfaat dari sisi teknis di mana konfigurasi yang diberikan tidak rumit. Sehingga ketika Anda akan mengintegrasikan dua aplikasi yang berbeda tidak perlu repot-repot menghubungkan keduanya secara manual. 

API juga dapat memberikan informasi pembaharuan sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Dari sisi  arsitektur yang dimilikinya juga sangat ringan, ideal untuk perangkat dengan bandwidth terbatas.

Kesimpulan

Semua jenis website bisa menggunakan API maupun Web API sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak heran saat ini API semakin populer, bahkan berkat API terlahir banyak jenis aplikasi dan layanan digital. Namun tetap saja agar website menjadi lebih optimal memerlukan server web yang mumpuni.

Anda bisa menggunakan salah satu layanan server hosting dari Exabytes berupa hosting WordPress Indonesia dengan penawaran harga server yang kompetitif.

Fitur yang dimiliki  bisa membantu Anda mengoptimalkan website, salah satu fitur yang terdapat di hosting Indonesia Exabytes adalah adanya Imunify360.

Anda juga bisa menggunakan layanan domain transfer Exabytes, kami menjamin domain terdaftar resmi di ICANN. Yuk pindahkan & perbarui domain Anda Sekarang!

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *