Mengapa Kanselir Scholz Menolak Berkunjung ke Ukraina? | DW | 05.05.2022

by -2 views
mengapa-kanselir-scholz-menolak-berkunjung-ke-ukraina?-|-dw-|-0505.2022

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dia tidak dapat melakukan perjalanan ke Kyiv sampai masalah penolakan kunjungan Presiden Steinmeier pada April lalu diselesaikan.

Kanselir Olaf Scholz pada hari Rabu (04/05) secara terbuka kembali membahas perselisihan diplomatik antara Jerman dan Ukraina yang dipicu oleh penolakan dari Kyiv terhadap rencana kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada pertengahan April lalu.

Scholz berada di bawah meningkatnya tekanan publik untuk mengunjungi Kyiv. Namun ia mengatakan bahwa penghinaan terhadap perwakilan tertinggi Jerman telah mencegahnya melakukan kunjungan.

Berbicara kepada wartawan bersama Wakil Kanselir Robert Habeck (Partai Hijau) dan Menteri Keuangan Christian Lindner (Partai FDP) setelah rapat kabinet tertutup di Istana Meseberg, Jerman, Kanselir Scholz (SPD) menyebut perlakuan Ukraina terhadap Steinmeier sebagai “masalah bagi pemerintah Jerman, juga untuk orang-orang Jerman.”

Meski tidak secara eksplisit menuntut permintaan maaf, Scholz mengatakan bahwa para pemimpin di Ukraina harus merenungkan apa yang bisa mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Scholz tidak membahas masalah ini lebih lanjut dengan mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk melontarkan kritik karena merasa langkah itu tidak akan produktif.

Dubes Ukraina untuk Jerman dinilai ‘tidak membantu’

Masalah penolakan ini terus menjadi berita utama di Jerman. Duta Besar Ukraina untuk Jerman, Andriy Melnyk, juga dilaporkan berulang kali melontarkan penghinaan di ranah publik terhadap Steinmeier dan Scholz.

Aksi Dubes Ukraina ini ditanggapi oleh Wolfgang Ischinger, Presiden Dewan Yayasan Konferensi Keamanan München yang juga adalah mantan duta besar Jerman untuk Amerika Serikat (AS). Ischinger mengeluarkan tweet yang mengingatkan Melnyk bahwa dia berisiko merugikan negaranya dengan mengeluarkan sentimen-sentimen kuat seperti itu.

Ischinger kembali mengutip kata-katanya sendiri kepada Richard Grenell, Duta Besar AS yang ditunjuk Donald Trump untuk Jerman. Saat itu Grenell berulang kali membuat marah tuan rumahnya di Berlin dan publik Jerman lewat ucapan yang sering tidak diplomatis.

Pada hari Selasa (03/05), politisi dan pemimpin komite pertahanan parlemen Jerman dari Partai FDP, Marie-Agnes Strack-Zimmermann, menyarankan Melnyk untuk “meminta maaf kepada presiden dan kemudian dengan sopan mengundang kanselir ke Kyiv.”

Dalam beberapa pekan terakhir, Melnky dipertanyakan atas nada kasarnya di televisi Jerman. Saat itu ia mengatakan bahwa bagi negaranya yang tengah dilanda perang dan sedang berjuang mempertahankan eksistensinya, waktu untuk mematuhi norma-norma diplomatik telah lama berlalu.

Namun sentimen publik Jerman tampaknya berpihak kepada Kanselir Scholz. Sebuah jajak pendapat yang digelas YouGov baru-baru ini menemukan bahwa 49% orang Jerman setuju dengan keputusan kanselir untuk tidak melakukan perjalanan ke Kyiv atas penghinaan terhadap Steinmeier. Sedangkan 32% mengatakan dia bertindak tidak tepat atau sangat tidak tepat, 19% tidak berpendapat.

Jerman dikecam karena dinilai lambat mengirimkan senjata berat ke Ukraina. Namun negara ini juga adalah donor utama bantuan kemanusiaan dan telah menerima lebih dari 400.000 pengungsi Ukraina. Pada Senin (02/05) Jeman mengatakan akan mendukung embargo Uni Eropa atas impor minyak Rusia ke Eropa. 

  • Peluru kendali Javelin yang sudah digunakan dalam perang di Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Amerika Serikat, Beragam Senjata

    Pentagon memasok beragam persenjataan ke Ukraina senilai 2,5 miliar USD. Antara lain peluru kendali anti pesawat terbang Javelin buatan Inggris (foto). Selain itu, AS merencanakan pengiriman 300 kendaraan lapis baja dan sejumlah meriam artileri yang bisa dikendalikan lewat GPS lengkap dengan amunisinya. Juga Washington akan kirim 11 helikopter transport tipe MI-17 buatan Uni Sovyet.

  • Drone Switchblade untuk Ukraina yang dijuluki rudal ransel

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Amerika Serikat, Drone Switchblade

    AS juga mengirim sekitar 300 Drone Switchblade yang dipuji gampang dikendalikan dan tidak perlu stasiun peluncur canggih di darat. Dengan bobot hanya beberapa kilogram Switchblade bisa diangkut dengan ransel dan punya daya jelajah hingga 10 km. Drone sekali pakai ini bisa dikendalikan secara presisi untuk diledakkan menghancurkan target musuh.

  • Tank anti serangan udara tipe Gepard buatan Jerman

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Jerman, Tank Gepard

    Pemerintah Jerman sudah menyetujui pengiriman senjata berat, berupa tank anti serangan udara jenis Gepard. Dikembangkan tahun 1970-an, tank ini selama tiga dekade jadi tulang punggung sistem pertahanan anti serangan udara Jerman. Dilengkapi meriam kaliber 23mm yang mampu menembus lapis baja, dulu terutama dirancang untuk melumpuhkan helikopter tempur MI-24 buatan Rusia.

  • MiliterUkraine mengujicoba Drone Bayraktar TB2 UAV

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Turki, Drone Bayraktar

    Turki sudah memasok 20 drone tempur Bayraktar TB2 ke Ukraina. Penjualan drone ini pada tahun 2021 mulanya tidak ada kaitannya dengan perang yang dilancarkan Rusia. Tapi seiring perkembangan situasi di Ukraina, drone buatan Turki ini jadi salh satu senjata berat yang dikirim ke Ukraina dari salah satu anggota NATO.

  • Praha mengirim amunisi dan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet ke Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Republik Ceko, Tank T-72 M4

    Republik Ceko menjadi negara pertama anggota NATO yang mengirim senjata berat ke Ukraina. Bulan Januari 2022 seiring penguatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Praha mengirim amunisi dan granat anti panser. Setelah invasi Rusia, Republik Ceko mengirimkan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet (foto) dan panser tipe MBP.

  • Jet tempur MiG-29 Poolandia yang rencananya akan diserahkan ke Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Polandia, MIG-29

    Polandia merencanakan pengiriman sejumlah pesawat tempur tipe MIG-29 buatan Rusia ke Ukraina lewat negara ketiga. Namun NATO menolak rencana ini, karena dengan itu berarti pakta pertahanan Atllantik Utara akan dianggap terlibat secara langsung dalam perang di Ukraina. Warsawa akhirny hanya mengirim senjata tempur dan amunisinya.

  • Roket anti panser tipe AT4 dalam latihan perang di Polandia

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Negara NATO Lain, Akan Kirim Senjata Taktis

    Anggota NATO lainnya seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia dan Kanada sudah menjanjikan pengiriman bantuan persenjataan ke Ukraina. PM Inggris Boris Johnson sesumbar akan mengirim rudal anti armada laut, sementara PM Belanda Mark Rutte menjanjikan akan mengirim panser tempur. Namun sejauh ini belum ada yang melakukan pengiriman senjata (as/yf)

    Penulis: Agus Setiawan


Bagaimana awal gesekan antara Jerman dan Ukraina?

Gesekan pertama kali terjadi ketika Presiden Steinmeier berada di Polandia merencanakan perjalanan ke Ukraina bersama Presiden Polandia Andrzej Duda dan rekan dari Estonia, Latvia dan Lithuania sebagai tanda solidaritas Eropa kepada Ukraina.

Di sanalah dia mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun dia bersedia untuk pergi, kehadirannya “tampaknya tidak diinginkan di Kyiv.” Ukraina mengutip hubungan dekat selama beberapa dekade antara Steinmeier dan Rusia sebagai alasan penolakan itu.

Sejak itu, masalah tersebut bukannya reda. Kanselir Scholz belakangan mengatakan dia tidak dapat melakukan perjalanan ke Kyiv sampai masalah penolakan kunjungan kepala negara dapat diselesaikan.

Dari sini, terjadi kebuntuan yang lebih besar bagi pemerintah Jerman. Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock, misalnya, telah berencana mengunjungi Kyiv, tetapi aturan protokol menuntut presiden untuk melakukan perjalanan terlebih dahulu.

Meskipun sebagian besar perannya bersifat seremonial, presiden dipandang sebagai perwakilan nonpartisan dari negara Jerman, dan sering kali menjadi suara pertama yang diharapkan untuk berbicara di saat krisis.

Pada hari Selasa, pemimpin oposisi Friedrich Merz melakukan perjalanan yang dipublikasikan ke Kyiv, di mana ia bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy, Perdana Menteri Denys Shmyhal, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko dan beberapa politisi tingkat tinggi.

Setelah perjalanan itu, Merz muncul di televisi publik Jerman dan menyarankan Kanselir Scholz melakukan hal yang sama, “Anda tidak dapat melakukan pembicaraan semacam ini di telepon. Dan Anda tidak bisa lewat konferensi video. Anda harus melakukannya secara langsung.” (ae/yf)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.