in ,

Menelusuri Akurasi Info di Filipina Ada Spesies Kelelawar Seukuran Manusia

Foto viral Spesies Kelelawar Mahkota Emas Seukuran Manusia di Filipina

Jutaan foto viral di media sosial nyaris tiap hari. Penyebabnya tentu macam-macam, kadang kasuistik karena perbincangan netizen di negara tertentu. Namun, ketika foto-foto kelelawar raksasa menggelantung di depan rumah warga asal Filipina viral nyaris di seluruh dunia, kita tahu persis penyebabnya. Keheranan melihat kelelawar raksasa adalah hal yang universal.

Itu hewan apaan anjir, kenapa bisa ada kalong sebesar itu ukurannya? Apakah dia vampir di dunia nyata????

Foto yang menarik perhatian orang itu pertama kali menyebar pada 24 Juni lalu. Ketika artikel ini dilansir, postingan di Twitter tersebut telah di-retweet 109 ribu kali, serta dapat lebih dari 260 ribu like. Netizen benar-benar terbelah pendapatnya. Ada yang merasa foto ini hoax. Sebagian meyakini kelelawar raksasa betulan ada di Filipina.

Maka, redaksi VICE berusaha membedah akurasi info yang beredar di medsos tersebut.

Mari kita bertanya pada situs terpercaya untuk urusan menelanjangi hoax: Snopes. Dari kajian algoritma dan pemantauan admin di situs tersebut, foto kelelawar raksasa di Filipina bukan hasil Photoshop. Oke. Foto itu betulan nyata. Lokasinya dari analisis metadata juga dipastikan memang dari Filipina.

Pertanyaan selanjutnya yang segera terpikir: doi makan bayi? Apakah dia mengisap darah? Kenapa tubuhnya bisa berkali-kali lipat lebih besar dari kalong yang biasa makan mangga depan rumah kita?

Untuk menjawabnya, mari kita menelusuri lebih lanjut kapan foto tersebut pertama kali muncul di Internet. Rupanya, foto kelelawar “seukuran manusia” menggelantung depan rumah diunggah pertama-tama di forum Reddit pada awal Agustus 2018. Foto itu makin viral karena diunggah ulang oleh netizen ke Facebook pada Mei 2019. Tahun ini, foto yang sama tambah populer berkat siapapun yang mengunggahnya ke Twitter pertama kali.

Kesimpulannya, foto tersebut asli. Lokasinya betulan di Filipina. Maka, kita harus mencari fakta adakah hewan yang masuk kriteria kelelawar raksasa asal Filipina. Ketemu jawabannya: di Filipina, ada spesies mamalia endemik yang lazim disebut “kelelawar mahkota emas” (nama ilmiahnya Acerodon jubatus).

Untungnya, kalau kita membaca berbagai kajian ilmiah tentang kelelawar mahkota emas, semua pertanyaan bikin parno itu bisa di-skip. Kelelawar raksasa itu bukan mahluk mistis sama sekali. Namun, ketika netizen atau beberapa media memakai istilah ‘seukuran manusia’, sebetulnya itu cuma hiperbola doang (atau angle foto yang secara tidak langsung mengesankan hewan itu kelihatan gede banget). Sebab, kelelawar itu enggak beneran sebesar orang dewasa.

Hal yang paling akurat dari istilah ‘seukuran manusia’ adalah bentangan sayap si kelelawar Filipina, yang bisa mencapai 1,5 meter hingga 1,7 meter. Tapi tubuhnya sendiri cuma dua kali lebih gede dari kelelawar biasa, antara 178 hingga 290 milimeter.

Jadi, jangan khawatir bakal diculik kelelawar raksasa. Sebab mamalia ini cuma berbobot 1,2 kilogram. Ringan banget. Menculik bayi pun doi tidak sanggup. Selain itu, kelelawar mahkota emas adalah pemakan buah-buahan. Mereka vegan. Kemungkinan kelelawar raksasa itu menyedot darahmu adalah nol persen.

Kelelawar mahkota emas merupakan binatang endemik yang hanya bisa ditemukan di hutan-hutan sebelah utara Filipina. Sayangnya, menurut data otoritas lingkungan, populasi kelelawar raksasa ini terancam, akibat perburuan liar serta deforestasi.

Selain itu, kelelawar raksasa di Filipina bukan cuma si mahkota emas. Menurut data, secara keseluruhan ada 79 jenis kelelawar hidup di seantero Filipina, 26 di antaranya berukuran lebih besar dari rata-rata kelelawar. Tapi, memang mahkota emas yang ukurannya paling besar di muka bumi.

Menariknya, foto yang viral itu tidak menunjukkan ciri-ciri kelelawar mahkota emas. Mungkin itu jenis kelelawar raksasa lain yang juga hidup di Filipina (dan tentu tidak lazim karena ukurannya gede banget). Selain di Filipina, kelelawar raksasa juga ditemukan di Afrika Selatan, Sulawesi Indonesia (jadi cintailah hewan-hewan dalam negeri), serta kelelawar di kepulauan Samudra Pasifik.

Satu hal yang pasti. Mereka bukan vampir seperti dikhawatirkan sebagian orang, tapi biarin mereka tidur menggelantung ya. Apalagi manusia sering rese sama alam, populasi mereka di alam liar justru terancam.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

covid-19-indonesia-catat-rekor-1.853-kasus-baru,-jawa-timur-provinsi-dengan-kasus-terbanyak

Covid-19 Indonesia catat rekor 1.853 kasus baru, Jawa Timur provinsi dengan kasus terbanyak

penyalahgunaan-barbuk-sitaan-kerap-terjadi,-kapolri-mau-polisi-pakai-narkoba-dihukum-mati

Penyalahgunaan Barbuk Sitaan Kerap Terjadi, Kapolri Mau Polisi Pakai Narkoba Dihukum Mati