31.1 C
Jakarta
Wednesday, May 25, 2022

Melampaui Hari Buruh | GEOTIMES

OpiniMelampaui Hari Buruh | GEOTIMES

1 Mei diperingati sebagai hari buruh. Namun, perlu dicatat, bukan berarti 1 Mei hanya sebagai momentum memperingati saja. Lebih dari itu, 1 Mei merupakan momentum bagi negara, swasta, LSM, pers, Partai Politik, mahasiswa dan masyarakat sipil memperjuangkan nasib buruh. Itulah inti dari memperingati hari buruh 1 Mei.

Jika kita berkaca pada pengalaman sebelumnya, hampir-hampir 1 Mei sebagai momentum peringatan hari buruh tidak banyak memberikan angin segar bagi kesejahteraan buruh. Malah sebaliknya, kondisi buruh semakin tertekan dengan beberapa regulasi dan aturan berbagai perusahaan yang kurang menguntungkan buruh.

Bagi saya, kita mesti melampaui hari buruh itu sendiri. Melampaui hari buruh berarti kita tidak berpijak hanya sebatas pada memperingati saja. Namun, membawa hari buruh pada suatu keadaan dimana berbagai elemen mensejahterakan buruh. Tidak hanya itu, melampaui hari buruh berarti mengajak semua elemen buruh agar mereka bersikap kompak.

Inilah yang menurut saya absen di Indonesia hari ini. Hari buruh hanya sebatas memperingati saja, tanpa betul-betul serius memperjuangkan nasib buruh. Bagi saya, yang diperlukan justru pada 1 Mei ialah, perjuangan nasib buruh. Itu hanya mungkin dilakukan apabila berbagi elemen bersama-sama memperjuangkan nasib buruh.

Kita tidak bisa lagi hanya pada sebatas memperingati saja. Melampaui hari buruh bagi saya adalah jalan keluar yang tepat bagi buruh untuk membebaskan diri dari belenggu sistem kapitalistik. Karena sudah saatnya buruh harus diberikan ruang seluas-luasnya dalam agenda demokratisasi yang berlangsung di negara ini.

Tetapi apakah itu mungkin? Bagi saya, hal ini mungkin dicapai. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

Solidaritas Buruh

Buruh harus bersolidaritas agar tuntutan mereka tercapai. Tanpa solidaritas mustahil tuntutan kesejahteraan buruh bisa dicapai. Buruh harus mampu membangun konsolidasi internal yang kokoh, mandiri dan teroganisir dengan baik jika ingin ada perbaikan sosial bagi buruh. Solidaritas merupakan elemen yang paling dasar bagi buruh untuk melawan sistem dominasi yang membuat mereka selalu dilumpuhkan.

Tidak hanya itu, solidaritas buruh pada akhirnya juga memposisikan buruh terlibat dalam agenda demokratisasi. Namun, solidaritas buruh di negara ini kurang mendapatkan tempatnya. Buruh bukannya bersolidaritas, tetapi justru terpecah-pecah dalam berbagai pertarungan kepentingan politik ekonomi yang saling berseberangan.

Padahal yang diperlukan agar buruh keluar dari situasi terkungkung dibawah sistem kapitalistik ialah solidaritas diantara buruh. Bagi saya, disini buruh harus mengambil posisi yang kuat dengan bersolidaritas. Sehingga 1 Mei tidak hanya sebatas memperingati saja, tetapi melampauinya.

Memang hal ini cukup sulit. Namun, dengan membangun dan membentuk satu sikap bersama memperjuangkan nasib buruh, menurut saya buruh mampu mengambil posisi dalam berbagai agenda demokratisasi yang berlangsung.

Dukungan

Tentu perjuangan buruh untuk mencapai kesejahteraannya tidak bisa dicapai hanya oleh buruh sendiri. Semua pihak harus mengambil kesempatan dan ikut mendukung adanya perbaikan sosial bagi kesejahteraan buruh. Negara, swasta, masyarakat sipil, pers, partai politik dan mahasiswa harus ikut mendukung.

Berbagi pihak harus mengambil kesempatan itu ditengah peringatan 1 Mei ini. Buruh harus memperoleh kesempatan dalam agenda demokratisasi itu. Buruh harus di berikan ruang yang luas untuk mengekspresikan politik ekonomi mereka. Sehingga buruh mampu mencapai kesejahteraannya.

1 Mei adalah hari buruh. Buka. hanya sebatas memperingati saja. Namun lebih dari itu, melampauinya. Kita harus melampaui hari buruh.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles