30.7 C
Jakarta
Thursday, May 19, 2022

Melakukan I’tikaf untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Apakah Boleh? | Bincang Syariah

IslamiMelakukan I’tikaf untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Apakah Boleh? | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Dalam sebuah kesempatan, pernah ada seorang yang bertanya mengenai hukum melakukan i’tikaf di masjid yang diniatkan untuk kedua orangtuanya yang sudah meninggal. Kemudian dia menghadiahkan pahala i’tikaf tersebut kepada orangtuanya. Apakah praktek i’tikaf demikian hukumnya boleh?

Melakukan i’tikaf di masjid dan menghadiahkan pahalanya untuk kedua orang tua yang sudah meninggal hukumnya adalah boleh, bahkan termasuk perkara yang dianjurkan.

Menurut para ulama, setiap perbuatan baik, seperti sedekah, membaca Al-Quran, i’tikaf dan lainnya boleh dilakukan dengan niat pahalanya dihadiahkan kepada orang tua yang sudah meninggal, baik dilakukan khusus diniatkan untuk kedua orangtua atau tidak.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

من عمل لنفسه ثم قال اللهم اجعل ثوابه لفلان وصل له الثواب سواء حيا أو ميتا أي و سواء بطريق التبعية أو الإستقلال

Barangsiapa beramal untuk dirinya sendiri, kemudian mengucapkan, ‘Ya Allah, jadikan pahala amal ini untuk fulan (nama orang tertentu), maka pahala amal tersebut sampai padanya, baik dia masih hidup atau sudah meninggal, baik dilakukan dengan niat diikutsertakan maupun dilakukan secara khusus (untuk fulan tersebut). 

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha menyebutkan perkataan Imam Al-Thabari sebagai berikut;

وقال المحب الطبري يصل للميت كل عبادة تفعل واجبة أو مندوبة

Imam Al-Thabari berkata; Sampai pada mayit setiap ibadah yang dilakukan untuknya, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah.

Dalil yang dijadikan dasar mengenai masalah ini adalah sebuah hadis riwayat Imam Thabrani, bahwa Nabi Saw pernah bersabda;

ما على أحد إذا أراد أن يتصدق بصدقة أن يجعلها لوالديه إذا كانا مسلمين فيكون لوالديه أجرها ويكون له مثل أجورهما من غير أن ينقص من أجورهما شيء

Tidak ada masalah bagi seseorang jika hendak bersedekah untuk membagikan pahala sedekah tersebut pada kedua orang tuanya jika keduanya muslim. Maka pahala sedekah tersebut milik kedua orang tuanya, dan dia mendapatkan pahala seperti kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala kedua orang tuanya.

Dengan demikian, melakukan i’tikaf yang diniatkan untuk kedua orangtua yang sudah meninggal hukumnya boleh dan dianjurkan. Seseorang yang melakukan hal demikian, maka dia dicatat sebagai anak yang mendoakan dan berbakti kepada orangtuanya.

(Baca: Ini 8 Tips Niat I’tikaf di Masjid Agar Lebih Sempurna Menurut Imam al-Ghazali)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles