Mall di Jakarta 100 Persen Tutup, Banyak Warga Bingung Cari Makanan

by -1 views
mall-di-jakarta-100-persen-tutup,-banyak-warga-bingung-cari-makanan

Mall di Jakarta 100 Persen Tutup, Banyak Warga Bingung Cari Makanan Kawasan Bundaran HI Jakarta yang sangat lengang. Beberapa mall yang ada di kawasan tersebut juga 100 persen tutup. (MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com– Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta tutup akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Penutupan ini tak lain karena adanya aturan yang mengharuskan mall 100 persen menutup sementara usahanya.

Namun, tak jarang ada masyarakat yang menyempatkan diri mampir ke mall meski sudah ditutup. Alvin (33), salah satu warga asal Kemayoran terpaksa kecewa karena Mall Atrium Senen tutup.

“Saya gak tau kalau ditutup total. Saya kira tempat makan di dalam masih buka,” kata Alvin ditemui di depan Atrium Mall Senen, Jakarta Pusat, Minggu (4/7).

Alvin tadinya ingin membeli makanan siap saji yang dijual di gerai mall untuk keluarganya di rumah. Namun, petugas keamanan memberi tau kalau seluruh mall ditutup sehingga tak bisa masuk.

PPKM
Kondisi jalanan di Jakarta selama pemberlakuan PPKM Darurat (MP/Rizki Fitrianto)

“Rupanya rumah makan di dalam ikut tutup juga,” sesal ayah tiga orang anak ini. Sama halnya dengan Alvin, Indra (42) seorang driver ojek online tengah kebingungan mencari makanan yang dipesan orang.

Ia mengaku diminta membeli nasi ayam goreng. Setelah dia cari ternyata hanya di jual di mall Atrium Senen. “Gak taunya tutup. Terpaksa saya cari di tempat lain,” sebut Indra seraya menyalakan kembali motornya.

Beberapa mall yang tutup antara lain Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Gandaria City, Pondok Indah Mall, dan beberapa mall di wilayah penyangga Jakarta.

Dari pantauan di kawasan Pondok Aren Tangerang Selatan misalnya, hanya warung-warung dan restoran cepat saja saji saja yang masih membuka usahnya.

Sebagian ada yang tertib untuk take away, namun tak jarang ada tempat makan sekelas warteg yang nekat memperbolehkan makan di tempat dengan alasan belum tahu aturan baru.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, menyebut penutupan usaha non esensial dan kritikal ini berlaku bagi usaha tempat makan hingga cafe yang melanggar aturan.

Seperti usaha kuliner yang memperbolehkan makan di tempat apalagi hingga terjadi kerumunan. “Nanti langsung disidik, dikumpulkan dulu alat buktinya kemudian memenuhi tidak, kriterianya itu,” sebut Tubagus. (knu)

Home Banner Lapsus Bolaskor

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *