26.5 C
Jakarta
Sunday, May 22, 2022

Inilah Tutorial Shalat Bagi Orang yang Sakit | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com–  Shalat merupakan ibadah paling...

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Termasuk dari syarat thawaf...

Mahkamah Agung AS Beri Isyarat Batalkan Keputusan Penting terkait Hak Aborsi | DW | 04.05.2022

WorldMahkamah Agung AS Beri Isyarat Batalkan Keputusan Penting terkait Hak Aborsi | DW | 04.05.2022

Perdebatan selama puluhan tahun atas hak aborsi kembali ‘pecah’ pada Selasa (03/05), ketika Mahkamah Agung AS mengisyaratkan akan segera membatalkan keputusan penting Roe v Wade, yang melegalkan aborsi secara nasional.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengecam rencana pembatalan keputusan penting Roe v Wade yang melegalkan aborsi secara nasional, dan menyebutnya “radikal”. Partai Demokrat merespons untuk membela hak yang telah dipegang oleh perempuan di AS selama hampir setengah abad.

Beberapa anggota Partai Republik yang moderat juga kecewa,  tetapi kaum konservatif sosial merasa senang.

Mahkamah Agung AS mengonfirmasi bahwa draf opini yang diterbitkan pada Senin (02/05) malam, oleh outlet berita Politico adalah asli. Namun, menyebutkan ada kebocoran dokumen Roe v Wade, tentang keputusan penting yang melegalkan aborsi, itu tidak mewakili keputusan akhir para hakim yang akan jatuh tempo pada akhir Juni 2022.

Ketua Hakim John Roberts mengumumkan penyelidikan tentang bagaimana draf yang ditulis oleh Hakim Samuel Alito dari mayoritas konservatif itu bisa bocor, dan menyebutnya sebagai “pengkhianatan” terhadap kerahasiaan proses peradilan.

“Ini adalah pelanggaran tunggal dan mengerikan atas kepercayaan yang merupakan penghinaan terhadap pengadilan dan komunitas pegawai negeri yang bekerja di sini,” kata Roberts, seraya berjanji bahwa kebocoran draf itu tidak akan merusak integritas operasi pengadilan.

Ratusan orang berkumpul di luar gedung Mahkamah Agung di Washington. Pendukung hak aborsi meneriakkan “jangan atur tubuh kami” dan “aborsi adalah perawatan kesehatan”. Sementara, pihak oposisi menjawab: “Pro-choice adalah kebohongan, bayi tidak pernah memilih untuk mati.”

Komentar Presiden Joe Biden

Presiden Joe Biden mengatakan, “Ini adalah perubahan mendasar dalam yurisprudensi Amerika,” dengan alasan bahwa keputusan seperti itu akan mempertanyakan hak-hak lain termasuk pernikahan sesama jenis, yang diakui pengadilan pada tahun 2015.

“Jika menjadi undang-undang dan jika yang tertulis adalah apa yang tersisa, itu jauh melampaui kekhawatiran apakah ada hak untuk memilih atau tidak,” tambah Biden, merujuk pada hak aborsi.

Keputusan Roe v Wade mengakui bahwa hak privasi pribadi di bawah Konstitusi AS melindungi kemampuan perempuan untuk menggugurkan kandungannya.

Biden berjanji untuk bekerja agar Kongres meloloskan undang-undang yang mengkodifikasi keputusan Roe v Wade dan mendesak pemilih untuk mendukung kandidat dalam pemilihan kongres 8 November mendatang yang mendukung hak aborsi.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan majelis akan memberikan suara pekan depan pada undang-undang tersebut, meskipun RUU serupa yang didukung Demokrat sudah gagal tahun ini.

Hampir dua pertiga orang Amerika mengatakan mereka lebih mungkin mendukung kandidat yang mendukung hak aborsi, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada Selasa (03/05).

Pro dan kontra draf opini keputusan Roe v Wade

Senator AS Lisa Murkowski dan Susan Collins dari Partai Republik moderat yang mendukung hak aborsi, menyuarakan kekecewaan terhadap rancangan Alito.

“Saya hanya akan memberi tahu Anda bahwa (kebocoran) itu mengguncang kepercayaan saya terhadap pengadilan sekarang,” kata Murkowski, seraya menambahkan bahwa dia mendukung undang-undang yang mengkodifikasi hak-hak aborsi.

Namun, Senator Lindsey Graham menyambut baik berita tersebut.

“Jika Mahkamah Agung membatalkan Roe v Wade, yang saya yakini sebagai salah satu perebutan kekuasaan terbesar dalam sejarah Mahkamah, itu berarti setiap negara bagian akan memutuskan apakah aborsi itu legal dan dengan syarat apa,” kata Graham.

“Dalam pandangan saya, itu adalah cara yang paling konstitusional untuk menangani masalah ini dan cara Amerika Serikat menangani masalah ini sampai tahun 1973.”

Hingga, berita ini diturunkan, pihak yang membocorkan draf belum diidentifikasi.

Pemimpin Senat Republik Mitch McConnell mengutuk kebocoran tersebut dan mengatakan insiden itu adalah bagian dari kampanye oleh “kiri radikal”, tetapi tidak memberikan bukti.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Pria menderita juga

    Aborsi bukan hanya masalah perempuan, sebagai karya yang ditunjukkan fotografer Lisa Franz, Guadalupe Gomez Verdi dan Lea Meurice. Pedro, 24 tahun, mendukung keputusan pacarnya untuk melakukan aborsi pada tahun 2012. Dia tidak bisa berbicara dengan teman-temannya tentang hal itu. “Kami merasa seperti penjahat.”

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Untuk kebebasan pribadi

    Dulu meski dilarang, setiap tahun sekitar setengah juta perempuan menjalani prosedur, seperti yang dilakukan Camilla. Setelah aborsi, dia membuat tato di lehernya, dengan tulisan: “Libertad “, yang artinya: kebebasan.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi di Tahun Baru

    Mara, dulu hamil pada usia 21 tahun. Keluarga pacarnya mengancam, “Jika kamu melakukan aborsi, kami akan melaporkanmu.” Tapi kemudian, pacarnya meninggalkan dia dalam keadaan berbadan dua. Setelah hampir hamil 12 minggu, dia menceritakan nasibnya pada ibunya dan melakukan aborsi di klinik ilegal, pada Malam Tahun Baru 2002.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi di rumah

    Gantungan baju, jarum rajut, pukulan di perut – kurangnya informasi dan tidak ada pilihan lain menyebabkan banyak perempuan nekad melakukan aborsi sendiri. Hal ini sering berakibat fatal.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    100 kematian setiap tahun

    Menurut data dari Departemen Kesehatan Argentina, setiap tahun antara 60.000 dan 80.000 perempuan dengan komplikasi akut dan perdarahan akibat aborsi, dirawat di rumah sakit dan diinapkan dalam apa yang disebut “kamar syok”. Sekitar 100 perempuan meninggal dunia akibat luka atau prosedur aborsi Yang salah. Kasus-kasus seperti ini sangat umum di daerah-daerah termiskin di negara itu.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi untuk dua puluh juta

    Bisnis aborsi ilegal berkembang. Dokter memungut biaya sekitar 20 juta Rupiah untuk prosedur ilegal ini. Salah satu kritikus dari praktik ilegal ini adalah ahli bedah German Cardoso–anggota asosiasi yang dokter Argentina. Ia berkomitmen untuk melegalkan aborsi. Dia sendiri melakukan prosedur itu. Biayanya bervariasi, disesuaikan dengan pendapatan pasien.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Bantuan dari perempuan untuk perempuan

    “Ambil rosario Anda keluar dari indung telur kita! ” demikian tuntut asosiasi perempuan Argentina “La Revuelta”, salah satu dari banyak LSM yang memperjuangkan legalisasi aborsi. Di provinsi Patagonian dari Neuquen, mereka memberi nasihat dan menemani perempuan yang ingin melakukan aborsi.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Tidak ada pedoman

    Eluney, 21 tahun usianya. Gadis dari Neuquenini ditemani oleh badan amal La Revuelta ketika terpaksa melakukan aborsi. “Saya ingin memutuskan sendiri kapan harus menjadi seorang ibu,” katanya. Namun, jika aborsi kimia tidak dilakukan dengan benar, maka bisa berbahaya. Dokter sering menjual obat tanpa informasi tentang bagaimana obat-obatan itu harus digunakan.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Aborsi di Penjara

    Terpaksa bekerja sebagai pelacur, Sonia Sanchez lima kali aborsi – semua dilakukan di penjara. Dia ditahan untuk kasus ‘prostitusi ilegal”. Ia dihamili oleh pelanggan yang membayar pemilik rumah bordil untuk melakukan seks tanpa kondom. Pada tahun 2012, aborsi dilegalkan, khusus untuk kasus pemerkosaan atau jika mengancam nyawa perempuan hamil.

  • Aborsi di Argentina – Menentang Tabu

    Dalam keheningan

    “Ini tubuh saya,” kata Monica. Fotografer Lisa Franz, Guadalupe Gomez Verdi dan Lea Meurice ingin menggunakan proyek foto mereka untuk memecah keheningan persoalan aborsi di Argentina, hal yang selama ini tabu untuk dibicarakan.

    Penulis: Anne Herrberg


Hukum berdasarkan negara bagian

Jika Roe dibatalkan dan tidak ada undang-undang federal yang disahkan, undang-undang aborsi akan ditentukan oleh negara bagian. Aborsi kemungkinan akan tetap legal di negara-negara bagian yang condong ke liberal, sementara negara-negara bagian konservatif akan bebas untuk melarangnya.

Negara-negara bagian telah meloloskan sejumlah undang-undang terkait aborsi. Negara-negara bagian yang dipimpin Partai Republik telah bergerak cepat, dengan pembatasan baru disahkan tahun 2022 di setidaknya enam negara bagian.

Pada hari Selasa (03/05), Gubernur Oklahoma menandatangani larangan aborsi setelah enam minggu, sebelum perempuan tahu bahwa mereka hamil.

Setidaknya tiga negara bagian yang dipimpin Demokrat pada tahun ini juga telah meloloskan langkah-langkah untuk melindungi hak aborsi.

Layanan penyedia aborsi Planned Parenthood mengatakan mereka khawatir dengan rancangan putusan, meskipun kliniknya tetap buka untuk saat ini.

“Meskipun kami telah melihat tulisan di dinding selama beberapa dekade, itu tidak kalah dahsyatnya,” kata Alexis McGill Johnson, presiden kelompok itu.

Kasus yang dipermasalahkan melibatkan larangan aborsi di Mississippi yang didukung Partai Republik dimulai pada usia kehamilan 15 minggu, sebuah undang-undang yang diblokir oleh pengadilan yang lebih rendah.

“Roe sangat salah sejak awal,” tulis Alito dalam draf opini.

Roe mengizinkan aborsi dilakukan sebelum janin dapat hidup di luar rahim, antara 24 dan 28 minggu kehamilan. Berdasarkan pendapat Alito, pengadilan menilai Roe salah dalam memutuskan karena konstitusi tidak menyebutkan secara spesifik tentang hak aborsi.

“Aborsi menghadirkan pertanyaan moral yang mendalam. Konstitusi tidak melarang warga setiap negara bagian mengatur atau melarang aborsi,” tulis Alito.

ha/pkp (Reuters)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles