in

Lima Manusia Mulia yang Difitnah Berzina

Berikut beberapa kisah yang menjadi pelajaran bagi kita, dari Orang-orang mulia dan agung terdahulu yang difitnah berbuat zina. Nudzubilallahi min dzalik… Simak siapa saja meraka.

#1 Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf difitnah oleh istri al-‘Aziz yang gagal merayu dan menggoda yusuf untuk selingkuh dengannya. Al-‘Aziz adalah menteri besar di negeri Mesir yang membeli Yusuf dari para kafilah dagang yang menemukan Yusuf di sumur. Nabi Yusuf kemudian tinggal bersama al-‘Aziz dan istrinya.

Memasuki usia dewasa, Allah menganugrahi Yusuf hikmah, keluasan ilmu dan rupa yang elok. Itu semua membuat istri al-‘Aziz jatuh cinta dan tak mampu menahan hasratnya kepada Yusuf.

Dibuatlah makar agar Yusuf dapat jatuh dalam pelukannya, istri al-‘Aziz menutup semua pintu dalam rumah, membuang rasa malunya, kemudian mengungkapkan rasa cinta dan menggoda Yusuf dengan semua godaan. Allah selamatkan Yusuf, berlarilah Yusuf menuju pintu, ia dikejar oleh wanita itu dan menarik-narik pakaiannya. Keduanya sampai di pintu, namun tiba tiba pintu itu terbuka dan ternyata al-‘Aziz ada disitu. Kerena takut dan malu, akhirnya istri al-‘Aziz memfitnah Yusuf, bahwa dia adalah lelaki yang hendak memperkosanya. Allah abadikan kisah ini dalam firmanNya : 

“Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. 

Wanita itu berkata : “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih” Fitnah itu berujung dangan dipenjarakannya Yusuf, namun Allah membalas makar orang dholim dengan sebaik balasan, diakhir kisah, istri al-‘Aziz mengakui bahwa Yusuf adalah orang yang benar dan dirinya yang salah, Yusuf diangkat menjadi mentri di negri Mesir, dia membawa seluruh keluarga termasuk saudara-saudara yang dahulu mencelakakannya untuk hidup sejahtera disana.

#2 Nabi Musa AS

Al-Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan surat al-Qoshosh ayat 81 membawakan riwayat dari Ibnu ‘Abbas tentang tuduhan zina yang dilontarkan Qorun kepada Musa.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Qorun mejanjikan seorang wanita pelacur harta yang banyak dengan syarat dia harus memfitnah nabi Musa di khalayak ramai bahwa Musa sudah berzina dengannya. Ketika nabi Musa berdiri dihadapan bani Isroil, mengajarkan kitab Allah yang ketika itu adalah Taurot, pelacur ini berkata :

”Wahai Musa bukankah enkau telah berbuat begini dan begini denganku?” Mendengar perkataan itu, gemparlah bani Isroil. Nabi Musa kemudian sholat dua roka’at, memohon pertolongan Allah, kemudian berkata : 

“Aku bersumpah kepadamu dengan nam Allah yang telah membelah lautan untuk menyelamatkan bani Isroil, apa yang membuatmu melakukan hal ini kepadaku?”

Bergetarlah wanita tersebut karena merasa takut, kemudian dia menjawab: “Sesungguhnya Qorun menjanjikanku harta yang banyak bila aku mengatakan fitnah ini kepadamu, namun aku sekarang memohon ampun kepada Allah dan aku ingin baertaubat”.

Mendengar pengakuann tersebut, bersujudlah nabi Musa meminta Allah memberi hukuman kepada Qorun, kemudian Allah mewahyukan kepada Musa, bahwa bumi sudah ditundukkan untuknya.

Maka Musa memerintahkan bumi untuk menenggelamkan Qorun dan semua hartanya, Allah abadikan kisah ini dalam firmanNya: 

“Maka Kami benamkan Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi, maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang mampu menolongnya dari adzab Allah, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya”.

#3 Juraij ar-Rohib

Juraij adalah ahli ibadah yang sangat masyhur dikalangan Bani Isroil, setiap hari beliau selalu menghabiskan waktu untuk beribadah di mihrob khusus miliknya. Kuatnya ibadah beliau menjadi perbincangan di masyarakat.

Karena jadi perbincangan di masyarakat, seorang pelacur yang sangat cantik berkata : “Kalau kalian mau, aku akan menggodanya dan menunjukan buktinya kepada kalian”.

Maka mulailah wanita in menjalankan aksinya, didatanginya mihrob Juraij, dia menggodannya namun Juraij sama sekali tidak melirik kepadanya. Karena putus asa, wanita ini akhirnya pergi, dia melihat seorang penggembala kambing, maka terjadilah apa yang terjadi, dan dia hamil.

Setelah melahirkan, wanita ini mengumumkan bahwa anaknya adalah hasil dari hubungan dirinya dengan Juraij. Maka masyarakatpun gempar, mereka datang kepada Juraij, menyuruhnya untuk turun, merendahkan martabatnya, menghancurkan mihrobnya dan memukulinya.

Kemudian Juraij bertanya: “Kenapa kalian berbuat ini?” mereka menjawab bahwa Juraij telah berzina dengan pelacur sampai melahirkan bayi. “Bawa kemari bayi tersebut” pinta Juraij. Maka didatangkanlah bayi tersebut. Setelah bayi itu tiba, Juraij melakukan sholat, setelah selesai, beliau mendatangi bayi dan memegang perutnya seraya bertanya: 

“Wahai bayi, siapa bapakmu?” maka bayi ini tiba-tiba bisa berbicara: “Bapakku adalah seorang penggembala kambing”. Melihat kejadian itu, masyarakat menjadi sadar, mereka menciumi Juraij, mengusap kaki dan tangannya. Wahai Juraij sebagai permohonan maaf, kami akan bangun mihrob dari emas untukmu. Namun Juraij menjawab: 

“Tidak usah, namun bangunlah dari tanah seperti semula”, dan merekapun melakukannya. Kisah ini terdapat di shohih Muslim, kitab: Birr al-walidain, bab : Mendahulukan birr al-walidain atas ibadah sunah.

#4 Sayyidah Maryam binti Imron AS

Maryam adalah wanita paling mulia diantara seluruh wanita yang pernah ada. Dialah satu-satunya wanita yang disebutkan namanya dalam Alqur’an, bahkan menjadi nama surat. Maryam lahir dari keluarga terhormat, orang tuanya adalah orang sholeh, paman dan sepupunya adalah Nabi Zakariya dan Yahya.

Maryam dituduh berzina oleh kaumnya karena telah melahirkan seorang anak padahal dia tidak menikah. Namun Allah menjawab tuduhan itu dalam al-Qur’an dengan jawaban yang utuh, jawaban yang menjelaskan mengenai apa yang terjadi dengan Maryam, Allah berfirman :

“Dan ingatlah kisah Maryam yang disebutkan dalam kitab, ketika dia menjauhkan diri daripada keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Maka dia mengadakan tabir yang melindunginya daripada mereka; lalu Kami (Allah) mengutuskan Ruh Kami kepadanya, maka Ruh itu muncul di hadapannya dalam bentuk manusia yang sebenarnya.

Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada al-Rahman daripadamu, jika kamu seorang yang bertakwa”. Ruh itu berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk menganugerahkan kepada engkau seorang anak laki-laki yang suci.”

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku, dan aku bukan seorang perempuan jahat.” Ruh itu berkata: “Demikianlah, Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat daripada Kami dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan’.”

Maka Maryam mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya bersandar pada pohon kurma, Maryam berkata: “Aduhai, alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak bererti, lagi dilupakan”.

Maka Ruh itu menyerunya daripada tempat yang rendah: “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.” Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang matang kepadamu.”

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar kepada al-Rahman untuk berpuasa, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.”

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat hmungkar.” “Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu bukanlah seorang yang jahat dan ibumu bukanlah seorang perempuan pezina.”

Maka dia Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami dapat berbicara dengan seorang yang masih dalam buaian?” Dia (anak Maryam) berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Allah memberikan kitab kepadaku, dan Allah menjadikan aku seorang nabi.”

Dan Allah menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Allah memerintahkan kepadaku mendirikan sholat dan menunaikan zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku. Dan Allah tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”

“Dan kesejahteraan atas diriku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah ‘Isa ibn Maryam. Perkataan yang benar, yang mereka berselisihan tentangnya.

Tidak ada bagi Allah mempunyai anak, maha suci Allah dari yang demikian. Apabila Allah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka abdikan dirimu kepada-Nya, Inilah jalan yang lurus.

Maka berselisihlah golongan-golongan itu sesama mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang kafir yang pada waktu menyaksikan hari yang besar. Alangkah terangnya pendengaran mereka dan tajamnya penglihatan mereka, pada hari mereka datang kepada Kami (Allah). Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata. (Q.S Maryam ayat 16-38)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Written by buzz your story

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Berjilbab-Lah, Walaupun Engkau Belum Menjadi Wanita Sholihah

Gus Dur: Preman-Preman Itu Akan Jadi Gelandangan Politik Seumur Hidup