Lepas Masker di Ruang Terbuka, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

by -10 views
lepas-masker-di-ruang-terbuka,-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan?

BincangSyariah.Com– Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah mengumumkan terkait pelonggaran kebijakan penggunaan masker. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Joko Widodo. Berlaku sejak 18 Mei 2022 lalu. Untuk itu saat lepas masker di ruang terbuka, apa saja yang perlu diperhatikan?

Isi pengumuman tersebut secara garis besar adalah membolehkan masyarakat tidak menggunakan masker di ruang terbuka. Dengan syarat tidak dalam situasi berkerumun atau berada di tempat outdoor padat pengunjung.

Masker tetap digunakan bagi kelompok berisiko seperti orang lanjut usia atau mereka yang memiliki komorbid. Hal ini juga berlaku pada ibu hamil, mereka yang punya masalah imunitas dan sedang sakit.

Di luar dari pada itu, pemakaian masker wajib dilakukan pada ruangan tertutup dan saat menaiki transportasi umum. Melansir dari website resmi Kementerian Kesehatan, keluarnya kebijakan pelonggaran masker dilakukan dengan pertimbangan perkembangan pandemi di dunia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan jika pihaknya dalam hal ini Kementerian Kesehatan mengamati jika masyarakat sudah memiliki imunitas terhadap varian baru Covid-19. Kasus Covid-19 saat ini pun cenderung menurun.

Lepas Masker di Ruang Terbuka

Kebijakan ini ternyata juga menyulut pro dan kontra. Beberapa pakar epidemiologi menyatakan tidak bersepakat dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya Pakar Epidemiologi Grifith University Dicky Budiman.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait aturan pelonggaran penggunaan masker ini. Pertama, status pandemi Covid-19 saat ini belum ditarik oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sehingga situasi masih belum benar-benar dikatakan aman.

Kedua, kewaspadaan ini semakin harus ditingkatkan karena banyak bermunculan penyakit yang dikhawatirkan dapat mewabah ke seluruh penjuru. Beberapa penyakit yang saat ini menjadi perbincangan adalah Hepatitis akut, Cacar Monyet atau Mongkeypox, hingga ada virus Hendra.

Walau ada penyakit yang masih belum diketahui penyebabnya, beberapa ahli berpendapat jika masker masih efektif mencegah terjadinya penularan infeksi. Didukung oleh protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan upaya lainnya.

Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah, saat berada di luar ruangan, bukan berarti aman dari infeksi Covid-19. Terutama saat tidak menggunakan masker. Seperti yang diketahui, virus Sars Cov 2 menular melalui udara.

Untuk mencegah terjadinya penularan dibutuhkan sirkulasi udara yang bagus. Jika di dalam ruangan, dibutuhkan ventilasi yang baik agar udara dapat berganti. Sehingga tidak diharapkan virus Covid-19 dapat pergi.

Menurut Dicky, tidak semua tempat di luar ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Lebih mengkhawatirkan lagi jika di luar ruangan tersebut dipadati oleh masyarakat.

Karenanya ada cara sederhana untuk menilai apakah udara di luar ruangan cukup baik atau tidak. Kalau di dagu terasa dilewati oleh angin, maka bisa dibilang relatif aman. Namun jika tidak terasa sama sekali, maka bisa dinilai cukup rawan.

Oleh karenanya menurut Dicky, diperlukan edukasi yang diberikan pada masyarakat. Edukasi yang diberikan berisi informasi mendetail terkait tata laksana penggunaan masker. Jangan sampai ditanggapi masyarakat dengan pengabaian protokol kesehatan. Di mana tetap melepaskan masker walau situasi tidak mendukung.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan meski boleh tidak menggunakan masker di luar ruangan. Pertama, saat tidak menggunakan masker di luar ruangan, pastikan tidak berada di tengah kerumunan atau kepadatan masyarakat.

Kedua, saat di luar ruangan tanpa menggunakan masker, pastikan tubuh saat itu tidak sedang mengalami sakit, demam, batuk atau flu. Dan jika di luar ruangan ada orang dalam keadaan sakit, lebih baik menghindar atau menggunakan masker.

Ketiga, pastikan sirkulasi udara baik saat di luar ruangan dan tidak memakai masker. Sirkulasi udara yang baik mungkin bisa dirasakan dengan adanya angin yang bergerak di sekitar kita.

Keempat, jika pengidap penyakit komorbid, lanjut usia atau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin, maka disarankan tetap menggunakan masker. Beberapa langkah di atas merupakan bentuk ikhtiar kita untuk terhindar dari infeksi covid-19. Termasuk beberapa penyakit yang menginfeksi lewat pernapasan.

Anjuran untuk berusaha sebaik mungkin untuk menghindari nasib buruk atau mendapatkan rezeki telah tercantum di dalam Al-Quran Surah Ar-Ra’d ayat 11.

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

MuhammadJarir at-Thabari dalam kitab, Jami’ul Bayan fi ta’wilil Qu’an, juz 16, hlm. 382 ayat ini menjelaskan pada hakikatnya setiap manusia Allah anugerahkan kebaikan dan kenikmatan.

Untuk itu, Allah tidak akan mengubah kenikmatan tersebut, melainkan manusia yang menentukan— dengan sikapnya manusia mengubah kenikmatan menjadi keburukan disebabkan perilaku sendiri; zalim dan saling bermusuhan.

 يقول تعالى ذكره: (إن الله لا يغير ما بقوم)، من عافية ونعمة، فيزيل ذلك عنهم ويهلكهم = (حتى يغيروا ما بأنفسهم) من ذلك بظلم بعضهم بعضًا، واعتداء بعضهم على بعض،

 Artinya: “(Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum) yang berupa sehat sejahtera dan penuh kenikmatan kemudian kenikmatan itu menjadi dibuang dan dirusak oleh Allah, (sehingga mereka mengubah sesuatu yang ada para pribadi mereka) yaitu dengan perilaku dzalim antara sesama dan permusuhan terhadap orang lain”

Demikian penjelasan terkait lepas masker di ruang Terbuka, apa saja yang perlu diperhatikan? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.