26.8 C
Jakarta
Sunday, May 22, 2022

Inilah Tutorial Shalat Bagi Orang yang Sakit | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com–  Shalat merupakan ibadah paling...

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Termasuk dari syarat thawaf...

Leher Digorok, Lengan Disayat, Mengenaskan Mayat Pria di Sebuah Homestay di Pariaman | Ɍ™

BeritaLeher Digorok, Lengan Disayat, Mengenaskan Mayat Pria di Sebuah Homestay di Pariaman | Ɍ™

Pariaman — Kejadian mengenaskan baru saja diketahui terjadi di sebuah homestay di Kelurahan Lohong, Kota Pariaman, Jumat pagi (13/5) pukul 9.00 Wib.

Diketahui, seorang pria tanpa baju ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sebuah kamar di homestay tersebut. Posisi mayat yang diduga meninggal dengan bekas gorokan di leher dengan cucuran darah hitam yang sudah mengering, serta bekas luka sayat di pergelangan tangan sebelah kiri itu, tampak dalam posisi duduk pada sebuah kursi di toilet kamar mandi.

Korban yang sudah diketahui identitasnya itu bernama MA (48) berdomisili di Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Kapolres Pariaman AKBP Abdul Azis, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Pariaman AKP Muhammad Arvi kepada media mengatakan pria itu diduga bunuh diri. Karena pada saat polisi melakukan olah TKP di dalam kamar penginapan tersebut ditemukan sebuah surat yang bertuliskan bahwa korban tidak tahan dengan beban kehidupan yang dijalaninya.

Lebih lanjut AKP Muhammad Arvi menjelaskan penemuan mayat pria ini pertama kali diketahui oleh pihak homestay, yang mana seharusnya korban sudah meninggalkan penginapan tersebut dan sudah check out sejak Kamis kemarin.

“Tapi hingga Jumat korban ini tidak keluar-keluar dari kamarnya yang terkunci dari dalam,” terangnya.

Setelah dipanggil oleh pihak homestay korban tidak menjawab. Lalu bersama dengan Babinsa dan polisi setempat, pihak homestay pun membuka kunci kamar tersebut. Kemudian menemukan korban sudah meninggal dunia, ucap M. Arvi.

“Keadaan korban saat ditemukan ada luka di bagian leher dan pergelangan tangan, juga ditemukan satu buah pisau dan sebuah surat yang bertulis bahwa dirinya nekat mengakhiri hidup karena tidak tahan dengan tekanan hidupnya dan di dalam surat itu juga tertulis ada nomor handphone,” tuturnya.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Pariaman dan setelah itu petugas menghubungi nomor handphone yang ada di surat tersebut.

Pihak keluarga menolak untuk melakukan otopsi dan menyebut langsung memakamkan korban. “Karena keluarganya mengetahui latar belakang korban. Hingga saat ini polisi tetap melakukan penyelidikan terhadap temuan mayat pria tersebut,” tutup Kasat Reskrim. (Andra)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles