in

Latihan Kiamat

Dengan banyaknya kaum tua yang meninggal karena Corona, bisa jadi ini pertanda bumi sedang melakukan seleksi alam. Atau pergantian pemain kalau pakai istilah sepak bola. Yang kuat bertahan, yang sakit-sakitan pamitan.

Atau bisa jadi ini adalah latihan kiamat. Latihan di sini bukan seperti warming up sebelum olah raga biar otot nggak kaget. Tapi pandemi Corona ini peringatan bahwa kiamat beneran akan segera hadir. Atau bisa ini semacam iklan Tuhan untuk mengabarkan kiamat.

Jadi bersiaplah. Nantikan penayangan kiamat di bioskop-bioskop kehidupan.

Atau jangan-jangan Corona ini perwujudan Ya’juj Ma’juj. Tahu khan, makhluk yang diceritakan para ustadz yang menimbulkan kerusakan di akhir zaman. Persis Corona yang sukses membuat kegaduhan luar biasa. Mengacaukan segala lini kehidupan. (Lambemu, koyok pengamat ekonomi ae).

Korban baru segelintir orang tapi sudah menimbulkan kepanikan dimana-mana. Apalagi simpang siur berita soal Corona cukup bikin pecah kepala.  Ditambah dengan banyak sekali fesbuker yang mendadak jadi mantri kesehatan. Si Ndlahom menjelma jadi ahli gizi. Padahal dia sendiri gizinya sangat mengkhawatirkan.

Pemerintah juga mumet ndase. Bingung antara memutuskan lockdown atau tidak. Kayak makan buah simalakama. Akhire Sijitibeh, mati siji mati kabeh.

Ojok ngomong sopo-sopo yo. Yang positif sebenarnya jauh lebih banyak dari yang diberitakan. Dan itu sulit dilacak. Pemerintah hanya melaporkan yang terlacak. Pemerintah tidak berbohong tapi lebih pada me-manage berita. Ya semacam ‘white lies’. Karena kepanikan bisa sama bahayanya dengan penyakit itu sendiri. Bla bla bla bla…

Pokoknya kere jangan panik! (baca tulisanku kemarin).

Jadi benarkah Ya’juj Ma’juj itu Corona? Aku gak eruh. Itu cuman asumsiku yang naif —-jujur aku sebenarnya sungkan nulis beginian, karena jadi merasa kayak ustadz tolol jebolan pesantren Al Musta’mal Pulau Sempu—.

Istilah di kitab suci kadang bersifat konotatif atau kiasan. Bisa jadi istilah Dajjal juga kiasan. Bukan wujud makhluk atau monster mengerikan koyok buto bermata satu.

Dulu sekali pernah ada isu Dajjal telah lahir. Tapi sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya. Harusnya sekarang doi sudah abege dong. Makanya sekarang banyak orang bertanya-tanya, “Nandi ae kon iku Jal, ndang metuwo. Dienteni wong akeh!”

“Aku nang kene ae le, ” jawab Dajjal dengan bahasa isyarat.

Dan ternyata Dajjal memang tidak berwujud makhluk. Perwujudan Dajjal yang paling masuk menurut instingku adalah Bani Israil. Kenapa? Karena merekalah yang sekarang menguasai dunia. Yang telah sukses merusak pikiran manusia.

Apa yang selama ini kita kira surga, ternyata neraka. Begitu juga sebaliknya.  Melalui 5 F  : Food (makanan), Fantasy (Hiburan), Fashion (Pakaian), Film, dan Fly (minuman keras dan narkoba).

Sekarang ini nggak ada yang  bisa lepas dari cengkeraman mereka. Terutama di bidang teknologi. Fesbuk sudah memborong WA dan Instagram. Sebentar lagi bisa jadi Mbah Gugel dibeli. Sampai akhirnya kita tergantung pada mereka. Kalau tidak begitu, kita sakaw.

Negara yang tandus jadi subur kalau ditangani Bani Israil. Berkat Bani Godek ini, Ethiopia yang dulu kelaparan sekarang jadi negara mapan.  Di bidang pertanian, Ethiopia jauh mengalahkan Indonesia. Padahal kita negara agraris. Pokoknya apa pun yang dipegang oleh Bani Israil pasti beres. Sebaliknya yang menolak akan rembes.

Jadi sekarang kita tinggal menunggu kedatangan Imam Mahdi dan juga Nabi Isa. Itu kalau Dajjal seperti yang aku asumsikan di atas. Kalau asumsiku salah, bisa jadi yang datang Wak Di sama Isa bakul Bak Pao.

Wak Di : “Lho lapo kon rene Sa!?”
Isa          : “Dienteni arek-arek..”
Wak Di : “Onok opo..?”
Isa          : “Onok sing rasa strawbery, coklat, kacang..”
Wak Di : “Raimu Sa..!”

Seribu pertanyaan di kepala jika Nabi Isa benar-benar datang di saat pandemi Corona yang semakin ganas. Apakah dia datang dengan membawa vaksin Corona? atau bagi-bagi sembako bagi para kere yang terdampak lockdown? Apa rambutnya tetap gondrong kayak di poster-poster itu? Kemungkinan masih gondrong. Karena di akhirat nggak ada tukang cukur.

Mari kita songsong kedatangan mereka. Siapkan spanduk dan baliho.

**** Ya itu tadi asumsi awur-awuran dari saya. OJOK PERCOYO! Percayalah pada MUI.

Aku menulis ini cuman ingin mengajak kalian menertawakan dunia daripada menangisi penderitaan. Hidup itu humor (aku akan nulis soal ini). Alloh yang membuat Dajjal dan Dia pula yang  bikin Imam Mahdi juga Nabi Isa. Dan Alloh juga yang memutuskan siapa yang menang. Makanya orang tasawuf itu selalu ngakak pada dunia.

Tapi yang paling utama adalah menunjukan pada kalian bahwa tulisan itu juga karya seni. Bisa indah kayak lukisan, bisa garing koyok lambemu. Makane ojok copy paste sak enak udelmu, tanpa mencantumkan nama penulis.

-Robbi Gandamana-

Sumber tulisan : https://web.facebook.com/robbi.belumfull/posts/2769800879800858

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

436 points
Upvote Downvote

Written by Dianita Samantha

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Terkait Industri Rokok, Ahok: Jangan Mau Diatur-atur Asing

Kenangan Generasi 80an (wajib baca)