28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Laporkan Kasus Pertama COVID-19, Korea Utara Akan Terapkan Lockdown Ketat | DW | 12.05.2022

WorldLaporkan Kasus Pertama COVID-19, Korea Utara Akan Terapkan Lockdown Ketat | DW | 12.05.2022

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan “lockdown ketat” setelah pihak berwenang mengkonfirmasi kasus pertama varian omicron. Negara itu sejauh ini membantah adanya kasus COVID-19, tetapi para ahli skeptis.

Korea Utara pada hari Kamis (12/05) secara resmi mengkonfirmasi kasus infeksi COVID-19 pertamanya dan memerintahkan penguncian nasional. Demikian dilaporkan kantor berita Korea Utara KCNA.

Sebelumnya, negara yang terisolasi itu tidak pernah mengaku memiliki satu pun kasus virus Corona. Pemerintah telah memberlakukan blokade ketat terhadap perbatasannya sejak meletusnya pandemi pada tahun 2020.

Laporan KCNA menyebutkan tes dari sejumlah orang yang demam di ibu kota Pyongyang, pada 8 Mei lalu, mengkonfirmasi bahwa mereka terinfeksi varian omicron, tanpa memberikan rincian jumlah kasus atau kemungkinan sumber infeksi.

“Terjadi insiden darurat terbesar di negara ini, dengan lubang di bagian depan karantina darurat kami, yang telah disimpan dengan aman selama dua tahun dan tiga bulan terakhir sejak Februari 2020,” dikatakan KCNA.

  • Orang-orang berjalan mengenakan masker di London, Inggris

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Varian Alpha mutasi dari Inggris

    Varian dengan nama ilmiah B.1.1.7 ini terdeteksi pertama kali di Kent, Inggris Raya. Beberapa peneliti menganggap varian ini jauh lebih menular dibanding virus asli SARS-CoV-2 di Wuhan, Cina. Peneliti Lembaga Molekuler Eijkman Prof. Amin Subandrio sebut varian ini sudah ditemukan pada awal Maret 2021 di Jakarta.

  • Kondisi COVID-19 di Zimbabwe

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    B.1.351 atau Varian Beta

    Mutasi jenis ini ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada Oktober 2021. Varian ini disebut-sebut 50% lebih menular. Vaksinasi menggunakan Novavax dan Johnson & Johnson dianggap tidak efektif menghadapi varian ini. Delirium atau kebingungan menjadi salah satu gejala varian Beta.

  • Tes COVID-19 di Rio de Janeiro, Brasil

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Mutasi P.1 di Brasil

    Varian ini diberi nama varian Gamma oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mutasi berasal dari kota Manaus, provinsi Amazonas, Brasil. Virus ini pertama kali terdeteksi oleh ilmuwan Jepang yang meneliti sampel seorang warga yang pulang dari Manaus pada Desember 2020.

  • Krisis kesehatan di India

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Delta, mutasi paling menular asal India

    Dengan nama B.1.167.2, Delta dianggap 50% lebih menular dibanding varian Alpha yang disebut 50% lebih menular dari virus aslinya. Varian ini pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. Mutasi ini memicu gelombang kedua COVID-19 di India.

  • Perawatan pasien COVID-19 di Piura, Peru

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Mutasi dari Amerika latin, Lambda

    Bernama ilmiah C.37, Lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Agustus 2020. Pada 15 Juni 2021, WHO menetapkannya sebagai varian yang menjadi perhatian. Tercatat 81% kasus aktif di Peru pada musim semi 2021 akibat varian ini.

  • Kerumunan orang di New Delhi, India

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Mutasi varian Kappa asal India

    Pada Oktober 2020, terdeteksi varian 1.167.2 di India. Gejalanya tidak berbeda jauh dengan gejala varian asli COVID-19. Namun, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman, menyebut gejala campak muncul pada awal infeksi varian ini.

  • Kemacetan di Lagos, Nigeria

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Eta, varian yang sama dengan Gamma dan Beta

    Varian ini membawa mutasi E484-K yang juga ditemukan di varian Gamma dan Beta. Kasus pertama varian ini dlaporkan di Inggris Raya dan Nigeria pada Desember 2020. Ditemukan di 70 negara di dunia, Kanada mencatat rekor 1.415 kasus Eta pada Juli 2021.

  • Lokasi tes COVID-19 di New York, AS

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Varian asal New York, B.1.526

    Iota merupakan satu-satunya Variant of Concern (VoC) WHO di Amerika Serikat. Dideteksi pada November 2020, jenis virus ini disebut lebih menular dari varian sebelumnya. Para peneliti menyebut varian Iota meningkatkan angka kematian 62-82% bagi para penderita COVID-19 yang berusia lebih tua.

  • Tes COVID-19 di Buenos Aires, Argentina

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Varian Mu asal Kolumbia di awal tahun 2021

    Dengan nama ilmiah B.1.621, varian Mu ditemukan pertama kali di Kolumbia pada Januari 2021.Varian ini sempat dikhawatirkan dapat kebal dari vaksin. Bahkan WHO memperingatkan varian ini memiliki mutasi yang lebih tahan vaksin.

  • Foto ilustrasi Omicron

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Ditemukan di Afrika Selatan, Omicron lebih gampang menular

    Varian ini ditemukan di Afrika Selatan pada November 2021. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan sebut gejala dari varian ini sangat ringan. Dilaporkan tidak ada gejala anosmia pada varian ini. Namun, 500 kali lebih cepat menyebar dibanding varian lain. (Berbagai sumber) (mh/ha)

    Penulis: Muhammad Hanafi


Perintah Pemberlakuan Lockdown Ketat

Dalam sebuah pertemuan antara Kim Jong Un dan pejabat tinggi Partai Buruh, diputuskan akan diterapkannya sistem pengendalian virus “darurat maksimum”.

Menurut KCNA, Kim Jong Un telah memerintahkan seluruh kota untuk memberlakukan “penguncian ketat” untuk mencegah penyebaran virus dan mengatakan pasokan medis cadangan darurat akan dimobilisasi. Kim juga menyerukan kepada para pejabat untuk  menghilangkan sumber infeksi secepat mungkin.

Media Korea Selatan dan Cina telah melaporkan bahwa warga Korea Utara telah disarankan untuk tinggal di rumah, tanpa merujuk pada virus COVID-19.

Sementara itu, kantor kepresidenan Korea Selatan menyatakan bersedia memberikan bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara.

Awal 2020 — sebelum virus corona menyebar ke seluruh dunia — Korea Utara mengambil langkah keras untuk mencegah virus, dan menggambarkannya sebagai masalah “keberadaan nasional.”

Dan Korea Utara sebelumnya juga mengklaim rekor sempurna dalam mencegah Covid-19, klaim yang secara luas diragukan oleh para ahli. 

Penduduk Korea Utara diyakini sebagian besar tidak divaksinasi, setelah pemerintahnya menolak vaksin yang ditawarkan oleh program distribusi Covaxyang didukung PBB.

yf/vlz (AFP, AP, Reuters)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles