31.1 C
Jakarta
Wednesday, May 25, 2022

Lada hitam: sehat atau tidak?

HealthLada hitam: sehat atau tidak?

Semua orang tahu bahwa mengkonsumsi terlalu banyak garam tidak baik untuk kesehatan. Tapi tidak ada yang pernah menyebutkan dampak potensial dari bumbu lain di wadah bumbu kecil di meja makan: lada hitam. Sejauh mana pengaruhnya bagi kesehatan?

Selama berabad-abad, orang-orang telah berpikir bahwa lada hitam berperan dalam kesehatan. Lada hitam, buah kering dari pohon anggur Piper nigrum, telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional India (Ayurveda) selama ribuan tahun. Praktisi Ayurveda percaya bahwa lada hitam memiliki sifat “karminatif” – yaitu, meredakan perut kembung. Selain itu, dalam pengobatan tradisional Tiongkok, lada hitam digunakan untuk mengobati epilepsi.

Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa lada hitam memang bermanfaat bagi kesehatan. Peran ini berasal dari alkaloid yang disebut piperin – bahan kimia yang memberi lada rasa pedas, dan antioksidan kuat.

Antioksidan adalah molekul-molekul yang membersihkan zat berbahaya yang disebut “radikal bebas”. Pola makan yang tidak sehat, terlalu banyak terpapar sinar matahari, alkohol, dan merokok bisa meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh Anda. Kelebihan molekul yang tidak stabil ini dapat merusak sel, membuat orang menua lebih cepat dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, radang sendi, asma, dan diabetes.

A very sunburned man.

Sinar ultraviolet matahari meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh kita. AJR_photo/Shutterstock

Studi laboratorium pada hewan dan sel telah menunjukkan bahwa piperin dapat melawan radikal bebas. Dalam satu penelitian, tikus dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, dengan beberapa tikus diberi diet normal dan tikus lainnya diberi diet tinggi lemak. Satu kelompok tikus diberi diet tinggi lemak yang dilengkapi dengan lada hitam dan kelompok tikus lainnya diberi makan diet tinggi lemak yang dilengkapi dengan piperin.

Tikus yang diberi diet tinggi lemak yang dilengkapi dengan lada hitam atau piperin memiliki tanda kerusakan radikal bebas yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang hanya diberi diet tinggi lemak. Memang, tanda kerusakan radikal bebas mereka sebanding dengan tikus yang diberi diet normal.

Piperin juga bersifat anti-inflamasi. Peradangan kronis terkait dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis. Sekali lagi, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa piperin mengurangi peradangan dan nyeri pada tikus dengan radang sendi.

Lada hitam juga dapat membantu tubuh menyerap senyawa bermanfaat tertentu dengan lebih baik. Misalnya adalah resveratrol – zat antioksidan yang ditemukan dalam anggur merah, buah beri, dan kacang tanah. Studi menunjukkan bahwa resveratrol dapat melindungi penyakit jantung, kanker, Alzheimer, dan diabetes.

Kendati begitu, resveratrol cenderung pecah sebelum usus dapat menyerapnya ke dalam aliran darah. Nah, lada hitam didapati bisa meningkatkan “bioavailabilitas” resveratrol. Dengan kata lain, resveratrol lebih banyak tersedia bagi tubuh untuk digunakan.

Lada hitam juga dapat meningkatkan penyerapan kurkumin, yang merupakan bahan aktif dalam bumbu kunyit – anti-inflamasi yang populer. Para ilmuwan menemukan bahwa mengkonsumsi 20mg piperin dengan 2g kurkumin meningkatkan ketersediaan kurkumin pada manusia sebesar 2.000%.

Penelitian lain menunjukkan bahwa lada hitam dapat meningkatkan penyerapan beta-karoten, senyawa yang ditemukan dalam sayuran dan buah-buahan yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten berfungsi sebagai antioksidan kuat yang dapat melawan kerusakan sel. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi 15mg beta-karoten dengan 5mg piperin sangat meningkatkan kadar beta-karoten dalam darah dibandingkan dengan mengkonsumsi beta-karoten saja.

Piperin dan kanker

Lada hitam juga memiliki sifat melawan kanker. Studi melalui tabung reaksi menemukan bahwa piperin mengurangi reproduksi payudara, prostat, dan sel kanker usus besar dan mendorong sel kanker untuk mati.

Para peneliti membandingkan 55 senyawa dari berbagai rempah-rempah dan menemukan bahwa piperin adalah kandungan yang paling efektif untuk meningkatkan efektivitas pengobatan khusus untuk kanker payudara ‘triple-negatif’ – jenis kanker yang paling agresif.

Piperin juga menunjukkan efek yang menjanjikan dalam meminimalkan resistensi multiobat dalam sel kanker, yang berpotensi mengurangi efektivitas kemoterapi.

Namun, saya perlu menyampaikan peringatan. Semua hal di atas cukup tidak pasti, karena sebagian besar penelitian dilakukan pada kultur sel atau hewan. Eksperimen semacam ini pun tidak selalu “bisa diterjemahkan atau diterapkan” ke manusia.

Meski begitu, Anda tetap bisa meyakini bahwa penambahan beberapa butir lada ke makanan tidak berbahaya – bahkan bisa jadi bermanfaat bagi kesehatan.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles