Kuburan Bayi Rusak Berulang Kali, Orang Tua Syok Perusaknya Teman Bermuka Dua

by -0 views
kuburan-bayi-rusak-berulang-kali,-orang-tua-syok-perusaknya-teman-bermuka-dua

Pasangan suami istri sedang berduka lantaran bayinya yang baru lahir meninggal dunia. Sementara itu tampak seorang pria menyamar sebagai teman, pura-pura menguatkan orang tua yang sedang berduka tersebut.

Namun tak disangka, rupanya pria yang menyamar sebagai teman itu berulang kali merusak makam bayi mereka. Aksi pria ini pun tertangkap basah oleh kamera tersembunyi.

Pasangan suami istri bernama Sarah Bernasconi-Parsons berusia 39, mengetahui pengkhianatan Mark Plaister ketika mereka memasang CCTV di atas kuburan putri mereka, Maggie, setelah dirusak beberapa kali.

Keduanya terkejut dengan apa yang terlihat dari rekaman itu, terutama setelah Plaister (35), yang awalnya memperingatkan mereka tentang kejahatan perusakan tersebut.

Teman Bermuka Dua

Dilansir dari laman metro.co.uk,, Maggie Parsons dmeninggal dunia saat dilahirkan pada bulan Juni 2015. Saat itu sang ibu, Sarah Bernasconi mengalami sepsis, yaitu komplikasi infeksi yang dapat menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ. Kedua hal ini dapat menimbulkan kematian.

Tentu saja kematian Maggie membuat orang tuanya hancur. Abunya pun dimakamkan di Pemakaman Pleasington di Lancashire., kota di bagian barat laut England.

Ironisnya, suatu hari pada tahun 2020 Plaister mengirim pesan kepada Sarah yang isinya memberi tahu bahwa kuburan Maggie telah dirusak.

” Saya kenal Mark Plaister di kuburan, karena dia juga turut berduka. Suatu ketika dia mengirim pesan kepada saya yang isinya mengatakan bahwa kuburan Maggie telah dihancurkan, sontak kami (bersama suami) bergegas ke kuburan dan dia menemui kami di sana. Saya sangat kesal karena semua ornamennya telah hancur,” jelas Sarah.

” Dia (Plaister) menyaksikan saat aku menangis tersedu-sedu. Suami saya benar-benar berterimakasih padanya, karena kami pikir dia membantu kami,” terang Sarah.

Kuburan Bayi Dirusak Berkali-Kali

Tak hanya sekali, kuburan Maggie telah dirusak sebanyak lima kali. Pasangan itu mengatakan aksi berulang itu membuat trauma, bahkan membuat mereka tidak bisa makan atau tidur. Mereka merasa seolah-olah kehilangan Maggie yang kedua kalinya.

Lantaran tidak tenang, akhirnya M=masalah ini dilaporkan ke polis. Polisi pun memasang mengirim sebuah tim yang membawa mobil van dilengkapi dengan kamera yang mengarah ke kuburan. Melihat hal tersebut, Plaister menanyai Sarah tentang kehadiran polisi Sarah dan suaminya pun mulai curiga padanya.

” Dia tampak sangat tertarik dan suami saya berkata kepada saya: Sepertinya dia pelakunya. Kami benar-benar berdebat karena saya tidak percaya bahwa orang tua itu melakukan hal keji kepada kami padahal dia telah mencoba membantu kami, dan saya tidak percaya bahwa rupanya dia bermuka dua,” jelas Sarah.

Pasang CCTV di Kuburan

Dalam upaya mencari tahu siapa yang berada di balik perusakan kuburan bayinya, pasangan itu memasang kamera mereka sendiri dan menyembunyikannya pada seikat bunga.

Saat itu pulalah Plaister tertangkap kamera sedang mengobrak-abrik kuburan. Pasangan itu tercengang dan langsung melaporkannya ke polisi.

Keesokan paginya mereka pergi ke kuburan Maggie untuk memeriksa, dan saat itu pulalah mereka menangkap Plaister sedang beraksi.

” Saya mulai berteriak dan suami saya berlari serta menahannya (Plaister) di sana sampai polisi datang. Dia mengakui telah melakukan sebanyak enam kali tindakan vandalisme,” katanya.

” Saya bertanya kepadanya: ‘Mengapa kamu melakukannya? Kenapa kita? dan dia menjawab: “ Hanya enam kali.” Saya muak,” lanjutnya.

Kejahatan Mental

Pada bulan Januari, Plaister muncul di hadapan Burnley Magistrates di mana pria berusia 35 tahun itu mengaku bersalah atas tuduhan kerusakan kriminal antara Mei dan Juni 2020 yang ia lakukan sebanyak enam kali.

Jaksa Carl Gaffney mengatakan Plaister telah membuat Mark dan Sarah mengalami ‘penyiksaan mental.’

” Ini adalah salah satu pelanggaran paling tercela yang pernah saya lihat dan saya telah berlatih selama lebih dari 30 tahun, dan pada waktu itu saya telah menuntut kasus pembunuhan yang memiliki dampak emosional yang lebih sedikit,” ujar Jaksa Carl Gaffney.

” Melakukan apa yang dia lakukan dan kemudian mengulangi tindakannya lagi dan lagi, hal ini dapat menyiksa orang-orang secara mental dengan mencoba berteman dengan mereka, ini adalah hal yang sangat jahat,” lanjutnya.

Dirikan Yayasan untuk Orang Tua yang Berduka

Usai kematian Maggie, Sarah mendirikan sebuah yayasan Maggie’s Stillbirth Legacy. Lewat yayasan ini ia mulai menggalang dana untuk mendukung keluarga lain yang berduka.

Kemudian ia juga mendirikan sebuah Taman Rahasia yang dibuka di Pemakaman Pleasington, sebagai tempat di mana semua orang tua yang berduka bisa mengunjunginya.

7 Momen Asmirandah Dapat Kejutan Ultah dari Sang Suami, So Sweet!

” Sarah dan keluarganya menggandakan kesedihan mereka, dan menyalurkannya ke sesuatu yang baik, untuk mendukung orang-orang seperti dirinya, seperti (Plaister),” kata Gaffney.

Sementara itu, Plaister dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan ditangguhkan selama 12 bulan. Dia juga diperintahkan untuk melakukan 25 hari pekerjaan rehabilitasi, ditempatkan pada jam malam elektronik selama delapan minggu dan dibuat tunduk pada perintah penahanan yang mencegahnya pergi ke dekat makam Maggie sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Hakim juga memerintahkan dia untuk membayar pound sterling 350 atau sekitar Rp6,8 juta sebagai kompensasi kepada Sarah dan Mark. Kemudian uang itu mereka sumbangkan untuk amal.

Leave your vote

607 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *