28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

KTT Virtual Uni Eropa-Cina Tidak Akan Membawa Perubahan Mendadak | DW | 01.04.2022

WorldKTT Virtual Uni Eropa-Cina Tidak Akan Membawa Perubahan Mendadak | DW | 01.04.2022

Uni Eropa berusaha mengingatkan Beijing agar menggunakan pengaruhnya untuk membantu menghentikan perang di Ukraina yang dilancarkan oleh Rusia. Tapi banyak pengamat skeptis ini akan berhasil dalam jangka pendek.

Invasi Rusia ke Ukraina dan kebingungan tentang posisi Cina dalam konflik ini menjadi sorotan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa-Cina yang dilangsungkan secara virtual hari Jumat (1/4).

Sementara Cina telah menyatakan keprihatinan tentang perang di Ukraina, ada perbedaan dalam menilai penyebab serangan Rusia ke Ukraina. Cina mendukung narasi anti-NATO yang dilancarkan Kremlin, sementara Uni Eropa dan Barat punya penilaian yang bertolak belakang.

Sebelum KTT, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi  kepada Phoenix TV mengatakan,”hubungan Cina dan Rusia terus berkembang dengan kuat.” Namun, Presiden Cina Xi Jinping sebelumnya juga mengisyaratkan bahwa negaranya ingin perdamaian dan menolak perang.

Reinhard Bütikofer, anggota parlemen Uni Eropa dari Partai Hijau Jerman

Reinhard Bütikofer, anggota parlemen Uni Eropa dari Partai Hijau Jerman yang masuk daftar hitam di Cina

Tantangan baru hubungan Uni Eropa-Cina

Hubungan antara Uni Eropa (UE) dan Cina telah memburuk sejak UE mengkritik praktik perdagangan Beijing dan menuduh Cina melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Uyghur. Sementara Beijing terlibat sengketa diplomatic dengan Lithuania soal Taiwan dan tahun lalu menjatuhkan sanksi terhadap beberapa anggota parlemen Uni Eropa.

Politisi Jerman Reinhard Bütikofer (Partasi Hijau), yang juga menjabat sebagai pemimpin delegasi Cina di Parlemen Eropa, tidak mengharapkan akan ada solusi konkrit setelah KTT ini.

“Saya mengharapkan Eropa untuk berbicara secara lugas dan dengan jelas mengatasi semua masalahnya dengan Cina, termasuk soal penindasan kebebasan warga Hongkong, dan perilaku Cina terhadap Taiwan. Tapi saya tidak mengharapkan pencabutan sanksi sebagai bagian dari hasil KTT,” katanya kepada DW.

Reinhard Bütikofer adalah salah satu dari lima anggota parlemen Uni Eropa yang masuk daftar hitam Cina tahun lalu, sebuah langkah balasan atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia oleh Uni Eropa.

Menurut Joris Teer, analis di Pusat Studi Strategis Den Haag (HCSS), sikap Cina adalah tantangan baru bagi UE. “Cina memiliki pasar ekspor yang sangat penting di UE yang ingin terus dimanfaatkan. KTT akan menunjukkan kepada kita bagaimana Cina melakukan tindakan penyeimbangan ini, termasuk bagaimana ia akan mencoba memisahkan UE dari AS,” katanya.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Berbagai jenis produk!

    Seorang staf penjualan sedang bekerja menjual lahan rumput yang dibuat dari plastik, di Yiwu Wholesale Market in Yiwu, provinsi Zhejiang, Cina, 10 Mei 2019. Kota Yiwu di bagian timur Cina adalah tempat penjualan terbesar produk dari berbagai jenis dan ukuran, dari pensil, kaos kaki hingga cangkir.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Impor-ekspor budaya?

    Kedua perempuan ini sedang berdiskusi di sebuah kios yang menjual produk-produk Natal di Yiwu Wholesale Market. Kota Yiwu memiliki 1,2 juta penduduk. Letaknya 285 kilometer dari Shanghai, dan diberi sebutan “Christmas Town” (kota Natal) karena memproduksi 60% dekorasi Natal dunia.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Tampak meyakinkan

    Berbagai plakat bergaya “vintage”, misalnya plakat mobil, tampak dijual di sebuah kios. Penampilannya meyakinkan, seolah asli dari negeri yang dipaparkan di plakat itu.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Nasionalisme?

    Bahkan bendera dari berbagai negara juga bisa dibeli di sini. Misalnya bendera dengan slogan “Keep America Great!” untuk kampanye pemilu 2020 Presiden AS Donald Trump juga ada di sini.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Berbagai peralatan

    Ingin memasang sekrup sendiri? Butuh obeng dan peralatan kerja lainnya? Bisa dicari di sini, di Yiwu Wholesale Market, provinsi Zhejiang, Cina.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Model senjata

    Seorang staf penjualan berkutat mengurus penjualan produk di kiosnya, yang mengkhususkan diri pada model senapan dan pistol kuno. Dengan bertambahnya pemasukan dana dari Timur Tengah, Yiwu berubah menjadi tempat perdagangan antara Cina dan Timur Tengah. Ibaratnya Jalur Sutra baru yang menghubungkan kedua kawasan ekonomi.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Ingat waktu

    Perlu mengingat waktu? Di sini tidak masalah. Ada berbagai jam dari berbagai ukuran. Untuk ditempatkan di dinding, atau weker yang diletakkan di sebelah tempat tidur. Tinggal pilih sesuai selera.

  • China Yiwu Großhandelsmarkt Verkaufsstände (Reuters/A. Song)

    Dibuat di Cina, Dijual ke Seluruh Dunia

    Tidak sendirian

    Pasar besar Yiwu Wholesale Market di Cina memiliki banyak kios. Hampir semuanya menjual dekorasi Natal. (Sumber: Reuters. Ed.: ml/hp)


Bisakah KTT membuat Cina mengubah haluan?

Para pemimpin UE dan NATO telah memperingatkan Beijing bahwa ia dapat menghadapi konsekuensi dari Barat jika terus berpihak pada Moskow. Menurut Joris Teer, Cina sebenarnya fokus pada hubungannya dengan AS, yang dilihat Beijing sebagai ancaman terbesarnya.

“Cina dengan jelas melihat AS sebagai musuh utama. AS merugikan kepentingan utama Cina, karena Presiden AS berulang kali mengatakan,  demokrasi liberal adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang benar,” katanya.

“Saat ini, Rusia mendukung Cina dalam rangka mencapai kepentingan utamanya, antara lain menjaga supremasi partai komunis, menjaga integritas territorial, dan membantu pertumbuhan ekonomi dan masyarakat. Rusia juga memasok Cina dengan sumber daya energi yang relatif murah,” ujarnya.

Anggota parlemen Uni Eropa Reinhard Bütikofer tetap berharap hubungan dengan Cina akan membaik di masa depan, hanya saja belum jelas, kapan itu terwujud.

“Saya sudah tertarik dengan Cina sejak tahun 1970-an dan saya sangat mencintai negara ini dan budayanya, dan saya punya banyak teman di sana yang tidak bisa saya kunjungi, bahkan saya tidak bisa menelepon mereka, karena itu bisa membahayakan mereka jika saya melakukannya. Tapi, saya ambil pandangan jangka panjang,” katanya. “Tahun 2053, saya akan berusia 100 tahun. Mungkin sebelum itu bisa ada perubahan.”

(hp/as)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles