in ,

Korek Jadi Penyebab Penyebaran Virus Corona?

Siapa yang tak akan tertawa jika mendengar sebuah kabar bahwa korek bisa menjadi medium penyebar virus corona? Rasanya tak henti-henti perokok dan rokoknya dijadikan kambing hitam atas virus yang menyebar begitu dahsyat ini. Apakah memang karena faktor itu apa akibat protokol kesehatan yang tidak dilakukan dengan baik?

Pernyataan tentang korek menjadi medium penyebar corona datang dari Daniel Andrews yang merupakan Perdana Menteri negara bagian Victoria. Dirinya menyebutkan bahwa cluster baru penyebaran virus itu di daerahnya datang dari staf hotel Stamford Plaza yang saling meminjami korek untuk merokok bersama.

Jika menggunakan istilah hukum, sebenarnya tidak ada asas pembuktian dalam tuduhan itu. Bisa saja bukan korek atau rokok yang menjadi penyebar, melainkan mereka yang tidak melakukan physical distancing. Atau mungkin juga hotel tempat mereka bekerja yang juga tak melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara menyeluruh.

Pernyataan tentang korek menjadi medium penyebar korona ini kemudian jadi heboh di berbagai media. Para antirokok kemudian memanfaatkan isu ini untuk mereka oleh menjadi sebuah fakta. Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa apa saja berita buruk soal rokok akan mereka manfaatkan betul.

Seharusnya jika kita mau membaca utuh soal pernyataan Daniel Andrews, ia sebenarnya mengakui bahwa apakah merokok secara pasti bisa menyebabkan terpapar corona. Begitu juga dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) yang tidak bisa menyatakan hal demikian.

Permasalahan penyebaran corona ini memanglah pelik. Apa saja bisa menjadi penyebaran virus yang bermula dari Wuhan, Tiongkok itu. Bahkan dulu kita juga pernah mendapatkan informasi bahwa dari lembaran uang pun kita bisa terpapar dan dari apa saja yang kita sentuh.

Saat ini juga semakin menguat dugaan bahwa corona menyebar lewat udara. Bahkan WHO juga sudah mengeluarkan pernyataan terkait hal tersebut. Maka subtabnsi utamanya adalah agar tak terpapar maka kita harus betul-betul memperhatikan protokol kesehatan.

Ini kemudian pentingnya bagi kita semua untuk terus mengampanyekan untuk menjadi perokok yang santun dan taat aturan. Kita akui saja bahwa korek mungkin bisa jadi medium penyebarannya. Akan tetapi mengkambinghitamkan perokok dan koreknya adalah hal yang tak bisa diterima.

Akan selalu ada upaya yang dilakukan oleh para antirokok untuk mengaitkan corona dengan rokok. Upaya ini terus dilakukan demi memuaskan watak fasis mereka dan memuluskan proyek-proyek mereka yang dibiayai oleh lembaga-lembaga asing.

Padahal fakta yang sudah kita ketahui bersama bahwa hasil riset menyebutkan bahwa perokok justru tidak rentan terkena. Para peneliti bahkan berani mengeluarkan asumsi kalau zat yang ada dalam rokok mampu melindungi paru-paru kita dari serangan virus.

Apakah kita perokok akan diam diri saja terhadap hal tersebut? Tentu tidak. Banyak cara yang bisa kita lakukan. Pertama, edukasi dirimu dan sekitarmu tentang fakta-fakta yang ada bahwa rokok dan perokok tidak ada kaitan eratnya dengan corona.

Lalu kemudian pentingnya kita juga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Mungkin dari sebagian kita masih ada yang mbandel dengan nongkrong dengan melupakan aturan physical distancing. Sudah saatnya kita berbenah diri agar virus ini tidak meluas. Mulai dari anda, sekitarmu, dan lingkungan yang lebih luas.

Indi Hikami

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

berapa-biaya-operasi-patah-tulang?-ini-daftar-terbarunya

Berapa Biaya Operasi Patah Tulang? Ini Daftar Terbarunya

mulut-asem-hanya-istilah-perokok,-tak-perlu-ditafsir-berlebihan

Mulut Asem Hanya Istilah Perokok, Tak Perlu Ditafsir Berlebihan