Kontes Fotografi Drone Tampilkan Sisi Dunia Yang Lazimnya Tak Bisa Dilihat Manusia

by -0 views

Manusia sejak lama mengimpikan bisa terbang. Kita ingin tahu apa yang disaksikan burung dari ketinggian. Teknologi akhirnya memungkinkan impian itu tercapai pelan-pelan. Seteah drone alias pesawat tanpa awak yang bisa dipasangi kamera harganya mulai terjangkau, ongkos membuat foto macam ini bertambah murah.

Dua dekade lalu, foto udara butuh menyewa helikopter, yang biayanya cuma bisa ditanggung perusahaan besar. Mayoritas fotografer amatir jelas tidak berani berharap punya kesempatan bikin aerial photo.

Seiring makin lazimnya drone dipakai dalam produksi karya fotografi, wajar bila akhirnya muncul kompetisi khusus fotografi udara. Salah satu inisiatif itu sejak lima tahun terakhir muncul dari panitia Festival Seni Visual Siena di Italia. Mereka menggelar kompetisi rutin untuk kategori foto drone terbaik. Panitia menilai, foto-foto drone harus bisa menciptakan sudut pandang yang selama ini nyaris tak mungkin disaksikan langsung mata manusia.

“Gold at the End of the Rainbow”. Foto oleh Phil De Glanville / Drone Photography Awards

Ribuan fotografer di 104 negara, terlibat dalam kompetisi foto drone ini. Tidak semuanya memakai pesawat tanpa awak. Ada peserta yang masih pakai teknik klasik, yakni menyewa helikopter, naik balon udara, atau memotret sembari terjun payung. Namun, pada dasarnya, hasil karya mereka sama-sama menawan.

Deretan foto pemenang kontes tahun ini, yang mengalahkan 14 ribu karya lainya, akan muncul di pameran bertajuk “Above Us Only”, yang digelar di Italia selama 23 Oktober 2021 hingga 5 Desember 2021.

Juara utama untuk kategori umum yang dipilih juri, adalah foto ribuan angsa merah jambu menghiasi angkasa dalam siang bersalju, karya fotografer Terje Kolaas asal Norwegia.

“Pink-Footed Geese Meeting the Winter”. Foto oleh Terje Kolaas / Drone Photography Awards

Seperti lazimnya kompetisi foto, ada pembedaan kategori seperti foto urban, olahraga, alam, hingga potret manusia. Mayoritas pemenang menampilkan pemandangan lanskap yang tak biasa berkat bantuan lensa makro, seperti gereja tua di Rusia yang dikerubungi pembangkit listrik, atau dua sejoli bersantai di atas lapisan es.

Foto-foto para pemenang ini menginspirasi siapapun yang tertarik pada fotografi, mengenai pentingnya perspektif dalam komposisi gambar. Sebab, dengan sudut pandang yang unik, kita menemukan cara baru untuk melihat dunia.

“Back to Adventure”. Foto oleh Qasim Al Farsi / Drone Photography Awards

“Sheep in Congress”. Foto oleh Yoel Robert Assiag / Drone Photography Awards

“Volcano show”. Foto oleh Oleg Rest / Drone Photography Awards

“Poodle in Rapeseed”. Foto oleh Jan Ulicki / Drone Photography Awards

“Collecting Water from Driedout Riverbeds”. Foto oleh Sujon Adhikary / Drone Photography Awards

“Cascate del Mulino”. Foto oleh Christian Gatti / Drone Photography Awards

“Labyrinth of Time”. Foto oleh Tomáš Neuwirth / Drone Photography Awards

“Melting Ice Cap”. Foto oleh Florian Ledoux / Drone Photography Awards

“Shark Companion”. Foto oleh Ido Meirovich / Drone Photography Awards

“Enjoying Wrestling”. Foto oleh Amitava Chandra / Drone Photography Awards

“Cliffhanger”. Foto oleh Ben Connolly / Drone Photography Awards

“Flamingos Flying Over Lake Magadi”. Foto oleh Ying Shi / Drone Photography Awards

“Wrong Way Buddy!” Foto oleh John Cowpland / Drone Photography Awards

“Poisoned River”. Foto oleh Gheorghe Popa / Drone Photography Awards

Follow Shamani di Instagram dan Twitter.

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *