in ,

Konsep Pesawat Terbang dalam Alquran

Konsep Pesawat Terbang dalam Alquran – Alquran merupakan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad. Alquran diwahyukan kepada Nabi Muhammad tidak hanya sebagai pedoman beragama sampai akhir zaman. Alquran juga dapat dijadikan sebagai pedoman hidup untuk menjalani kehidupan di dunia ini.

Banyak ilmu yang Allah tuangkan di dalam Alquran, yang dapat dipelajari lebih lanjut oleh umat manusia. Oleh karena itu, Allah menciptakan akal bagi manusia. Salah satu gunanya adalah untuk menjadikan manusia sebagai insan yang berpikir atas ilmu yang telah Allah sediakan di dalam Alquran.

Sebagai insan yang berpikir, kita patut mengetahui bahwa sesungguhnya semua yang ada di dunia ini pada dasarnya sudah dijelaskan dalam Alquran baik secara rinci maupun tidak, seperti halnya pesawat terbang.

Konsep pesawat terbang pada dasarnya telah dijelaskan oleh Allah dalam Alquran dengan melalui gambaran burung yang terbang. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah  an-Nahl ayat 79:

أَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ مُسَخَّرَٰتٍ فِى جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas, tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.”

Dan juga dalam surah al-Mulk ayat 19:

أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٰٓفَّٰتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ

Artinya “Dan akankah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang maha Pemurah. Sesungguhnya, Dia Maha Mrlihat segala sesuatu.”

Kedua ayat di atas menjelaskan tentang burung yang dapat terbang serta konsep atau teknis terbang yang dialami oleh burung. Yang mana pada surat al-Mulk ayat 19 tersebut dijelaskan bahwa burung terbang dengan teknis mengembangkan dan mengatupkan sayapnya. Proses tersebut dilakukan agar dapat memompa angin, guna dapat mengangkat badan burung yang tentunya memiliki berat atau dalam istilah fisika (W) dapat terbang ke angkasa.

Kedua ayat dalam surah an-Nahl ayat 79 dan surat al-Mulk ayat 19 menjadi dasar pertama dalam perancangan pembuatan pesawat terbang. Dalam pembuatan pesawat terbang dengan berkaca pada konsep dan teknik burung yang dapat terbang di angkasa, setidaknya yang perlu diperhatikan ada empat gaya utama yang turut bekerja.

Sebagaimana penjelasan Nurrohman dalam buku Ayat-Ayat Sains, Rahasia keagungan Alam Nyata dan Gaib dalam al-Qur’an” (2019). Empat gaya tersebut dalam istilah fisika adalah gaya dorong (T), hambat (D), gaya angkat pesawat (L), dan gaya berat oleh pesawat (W).

Ketika pesawat sedang terbang atau berada di angkasa, maka pesawat berada dalam keadaan kecepatan dan ketinggan konstan.  Hal tersebut mengakibatkan gaya dorong samadengan gaya hambat (T=D), dan gaya angkat pesawat  sama dengan gaya berat oleh pesawat tersebut (L=W).

Dan telah diketahui bahwa pesawat yang terbang di angkasa tersebut tidak terlepas dari gaya gravitasi bumi. Sebagaimana gaya berat pesawat di angkasa (W) dapat diperoleh dari masa pesawat (m) dikalikan dengan percepatan gravitasi bumi (a) sebagaimana hukum Newton II.

Hal itulah yang dilakukan oleh burung selagi terbang yaitu mengembangkan dan mengatupkan sayapnya, guna menyeimbangkan ke empat gaya yang menjadi dasar utama proses terbang.

Lebih lanjut, menurut Paul H. Wright dalam Pengantar Engineering, ketika pesawat Take Off, gaya angkat pesawat (L) harus lebih besar daripada berat badan pesawat tersebut (W). Sedangkan gaya dorong pada pesawat (T) harus lebih besar pula dari pada gaya hambatannya (D).

Hal tersebut untuk memudahkan pesawat untuk naik dan terbang. Sementara itu, ketika pesawat dalam keadaan Landing, gaya angkat pesawat (L) harus lebih kecil daripada berat pesawat (W), serta gaya dorong (T) yang dihasilkan oleh pesawat harus kecil daripada gaya hambatannya (D).

Dari proses burung terbang dan mendarat, akhirnya menghasilkan ilmu baru oleh fisika tentang konsep pesawat terbang saat Take Off  dan Landing. Proses burung terbang dan mendarat inilah sebagaimana yang telah digambarkan dalam Alquran,

Dari gambaran burung yang menghasilkan konsep pesawat terbang, akan memacu kita sebagai insan yang dianugerahi akal oleh Allah untuk selalu berpikir dan berinovasi untuk kebaikan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Sehingga dapat berujung menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Luas atas ilmunya. Wa Allahu a’lamu bi ash-Showabb.

Isna Juita Nurhidayah

Guru Privat dan Bimbel, Sarjana Pendidikan Fisika dari UIN Walisongo Semarang, kini bekerja sebagai Guru Privat dan Bimbel.

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

foto:-bus-‘social-distancing’-pertama-di-indonesia-dari-ungaran

FOTO: Bus ‘Social Distancing’ Pertama di Indonesia dari Ungaran

makna-iqra’-menurut-quraish-shihab

Makna Iqra’ Menurut Quraish Shihab