Konflik Berlanjut, Kapal Induk Cina Latihan Rutin di Dekat Wilayah Taiwan

by -2 views
konflik-berlanjut,-kapal-induk-cina-latihan-rutin-di-dekat-wilayah-taiwan

Di tengah eskalasi ketegangan, sejumlah kapal induk milik angkatan laut Cina melakukan latihan perang rutin di perairan dekat Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayah kedaulatannya.

Angkatan Laut Cina membenarkan bahwa sejumlah kapal induknya melakukan latihan rutin di perairan dekat Taiwan. Tujuannya disebutkan, untuk meningkatkan kemampuan menjaga kedaulatan nasional, keselamatan, dan kepentingan pembangunan.

“Latihan serupa akan dilakukan secara rutin di masa depan,” demikian pernyataan dari Angkatan Laut Cina, tanpa menjelaskan detilnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Taiwan mengeluhkan peningkatan aktivitas militer Cina di dekat wilayahnya.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya memiliki “pemahaman penuh” atas situasi di udara dan laut di sekitar Taiwan, dan akan menangani masalah tersebut dengan tepat.

Pemerintah di Taipeh pada hari Senin (05/04) juga melaporkan insiden terbaru oleh Angkatan Udara Cina ke zona identifikasi pertahanan udara mereka.

  • China AG600 Amphibienflugzeug (Getty Images/VCG)

    Cina Sukses Ujicoba Pesawat Amfibi Terbesar Sejagad

    Terbang Perdana

    Pesawat amfibi AG600 “Kunlong” ukurannya sebesar Boeing 737, dengan panjang badan 37 meter dan rentang sayapnya 38,8 meter. Pesawat sukses terbang perdana selama satu jam pada 24 Desember 2017 dari bandara Zhuhai di provinsi Guangdong yang dekat kawasan Laut Cina Selatan. Sejauh ini sudah ada 17 pesanan buat pesawat amfibi terbesar ini.

  • China AG600 Amphibienfahrzeug (Reuters)

    Cina Sukses Ujicoba Pesawat Amfibi Terbesar Sejagad

    Pesawat Amfibi Terbesar Sejagad

    Cina mengklaim “Kunlong” sebagai pesawat amfibi terbesar sejagad. Sejatinya ada pesawat amfibi lain yang lebih besar yakni Luminous Goose, dengan panjang badan 67 meter dan rentang sayap 97 meter. Namun pesawat milik milyarder Howard Hughes itu hanya terbang satu kali selama satu menit pada 1947 dan langsung dipensiunkan.

  • China AG600 Amphibienflugzeug (Reuters)

    Cina Sukses Ujicoba Pesawat Amfibi Terbesar Sejagad

    Pesawat Militer Sekaligus Sipil

    AG600 dikembangkan selama 8 tahun oleh Aviation Industry Corporation of Cina.Media pemerintah melaporkan, pesawat amfibi terutama akan digunakan buat kepentingan sipli, seperti pemadaman kebakaran hutan dan SAR maritim. Tapi diyakini pesawat ini terutama untuk mendemonstrasikan keberadaan militer Cina dalam sengketa rebutan kawasan Laut Cina Selatan.

  • Fiery Cross Reef Spratly Islands (picture alliance/AP Photo)

    Cina Sukses Ujicoba Pesawat Amfibi Terbesar Sejagad

    Targetnya: Laut Cina Selatan

    Indikasinya amat jelas bahwa AG600 adalah proyek ambisius Cina terkait sengketa wilayah. Sebuah organisasi “mediate tank” Amerika Serikat melaporkan baru-baru ini, bahwa Beijing terus membangun infrastruktur angkatan laut dan udara di beberapa pulau karang di Laut Cina Selatan. Sejumlah negara tetangga yang terlibat sengeketa kawasan menyatakan cemas dengan ujicoba pesawat amfibi terbesar itu.

  • China AG600 Amphibienflugzeug (Getty Images/VCG)

    Cina Sukses Ujicoba Pesawat Amfibi Terbesar Sejagad

    Modernisasi Militer

    Sukses terbang perdana AG600 “Kunlong” membuktikan keberhasilan modernisasi militer Cina. Stockholm World Peace Analysis Institute (SIPRI), melaporkan Cina menganggarkan 215 milyar US Dolar untuk militernya pada 2016. Sebagai perbandingan, Idia hanya menyiapkan anggaran militer senilai 56 milyar Dolar dan Jepang sekitar 46 milyar US Dolar. Shamil Shams (as/ap)


Pada Desember 2019, sesaat menjelang pemilihan presiden dan parlemen di Taiwan, kapal induk terbaru Cina, Shandong, berlayar melalui Selat Taiwan, sebuah tindakan yang dikecam sebagai upaya intimidasi.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meningkatkan pertahanan militer dengan meluncurkan peralatan baru seperti korvet siluman “pembunuh kapal perang”.

Siapkah Taiwan hadapi serangan Cina?

Mereka yang terus mengikuti berita tentang ancaman Cina terhadap Taiwan mungkin akan terkejut melihat betapa kecil dampak dari situasi tersebut terhadap kehidupan sehari-hari penduduk Taiwan. Tampaknya warga percaya bahwa pemerintah dan tentara Taiwan telah dipersiapkan dengan baik menangani masalah yang ada.

Bagaimanapun, penduduk Taiwan terbiasa hidup dalam bayang-bayang konflik laten yang sedang berlangsung. Sejak Partai Nasionalis Tiongkok atau Kuomintang kalah dalam perang saudara Tiongkok dan melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949, Partai Komunis Tiongkok ingin kembali mengambil alih kendali.

Angkatan Udara Taiwan

Seorang pilot dari kesatuan Angkatan Udara Taiwan memberi sinyal dari jet tempur f-5E tiger ii buatan AS

Terkait konflik itu, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mengatakan bahwa “tidak ada ruang untuk kompromi atau konsesi” tentang masalah tersebut. Dia juga memperingatkan Amerika Serikat untuk berhenti “bermain api”.

Anggaran resmi militer Cina 16 kali lipat lebih besar dari anggaran Taiwan. Namun, dalam jumlah personel, Taiwan memiliki 170 ribu tentara yang angkanya sebanding dengan pasukan Jerman.

“Kami menghadapi ancaman militer yang sangat besar,” kata mantan Menteri Pertahanan Taiwan Michael Tsai, yang berpaling dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa pada 2019. “Taiwan harus memperkuat kemampuan pertahanan dirinya.”

Di laut, Cina jelas lebih unggul. Mereka sedang membangun kapal induk ketiga sementara Taiwan hanya memiliki dua kapal selam operasional yang dibangun pada 1980-an.

“Kami membutuhkan semua pemuda untuk bergabung dengan angkatan bersenjata, ini adalah kewajiban nasional,” kata Presiden Tsai. Tentara memainkan peran yang terbatas sejak darurat militer dicabut pada tahun 1987 dan sistem demokrasi diperkenalkan.

Tentara Taiwan

Tidak seperti di pulau utama Taiwan, kehadiran tentara di jalanan adalah pemandangan umum di pulau Matsu

Mereformasi pasukan cadangan

“Teknologi dan peralatan saat ini sangat profesional,” kata Wen Lii, Direktur Partai Progresif Demokratik (DPP) Kepulauan Matsu. Dia mengatakan bahwa saat ini masuk akal bagi tentara profesional untuk memainkan lebih banyak peran daripada wajib militer.

Taiwan secara resmi memiliki lebih dari 700 ribu orang yang bertugas mendukung pasukan jika terjadi perang. Namun, hanya sedikit orang yang meyakini kesediaan mereka untuk berpartisipasi ke medan perang.

ha/as (Reuters)

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *