Kisah Pedro Leon, Bintang Muda Real Madrid yang Gagal Bersinar Gegara Mourinho

by -7 views
kisah-pedro-leon,-bintang-muda-real-madrid-yang-gagal-bersinar-gegara-mourinho
Pedro Leon, mantan pemain Real Madrid yang kini membela Eibar. Foto: Instagram/@pleosanchez

Di tangan pelatih, seorang pemain bisa terbentuk atau terbentur. Namun, meski hubungan pelatih dan pemain memang sering rusak, sepertinya tak ada yang separah antara Leon dan Mourinho.

Leon mendarat di Santiago Bernabeu dari Getafe pada Juli 2010 setelah menjalankan musim yang mengesankan. Ia cetak 9 gol dan 12 assist dalam 42 penampilan di La Liga.

Seorang spesialis bola mati yang berbekal trik sepak bola jalanan, Leon memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu bintang di benua Eropa.

Kenyataannya, ia hanya bertahan satu musim di Santiago Bernabeu sebelum kembali ke Getafe. Los Blancos awalnya hanya meminjamkan Leon, tetapi akhirnya memilih untuk jual rugi.

Satu-satunya masalah yang dihadapi Leon di Madrid adalah pelatih asal Portugal tersebut. Mourinho hanya menggunakannya sebagai samsak. Lebih tepatnya, untuk dicibir.

Jose Mourinho di pinggir lapangan saat melatih Real Madrid. Foto: CURTO DE LA TORRE / AFP

Leon mentas enam kali di La Liga, tidak pernah manjadi starter dan hanya bermain total 132 menit. Musim yang cukup menyedihkan bagi pemain yang pernah tergabung dalam Timnas Spanyol U-21.

Titik terendahnya tersaji di Liga Champions kala Real Madrid hendak berhadapan dengan Auxerre. Nama Leon tidak ada dalam daftar pemain yang dibawa.

Hal tersebut kemudian menjadi pertanyaan bagi banyak wartawan, Mourinho lantas menjawabnya dengan ejekan.

“Anda berbicara tentang Pedro Leon seolah-olah dia (zinedine) Zidane, (Diego) Maradona, atau (Alfredo di Stefano). Saya tidak harus memberikan alasan ketidakhadirannya,” ungkap Mourinho dikutip dari Goal.

November 2010, Leon sempat bermain dan tunjukkan sepercik kualitasnya. Ia menyelamatkan Real Madrid dari kekalahan di injury time saat bermain imbang 2-2 dengan AC Milan di Liga Champions.

Pada pertengahan musim, Leon sempat akan dipinjamkan. Tetapi tidak ada yang terjadi, ia kemudian menyalahkan Mourinho yang telah menutup jalannya.

“Saya mendapat tawaran dari Manchester City, Chelsea, dan Milan. Beberapa ingin merekrut saya di musim dingin tetapi Mourinho tidak membiarkan saya pergi,” ucapnya kepada radio Onda Cero dikutip dari Goal.

Awal Februari, Leon dan rekan setimnya, Fernando Gago, dilaporkan terlibat perkelahian di tempat latihan. Perseteruan keduanya berlanjut sampai di ruang ganti.

Keduanya kemudian dicoret dari skuad untuk menghadapi Sevilla di semifinal Copa del Rey. Akan tetapi, Gago kemudian kembali ke tim sementara Leon tetap absen.

Mourinho kemudian lengser dari kursi pelatih dan jalan Leon di Real Madrid masih tertatih-tatih.

Menurut mantan kiper Los Blancos, Jerzy Dudek, Mourinho akan terus-terusan memajang Leon di bangku cadangan adalah karena kemalasannya.

“Kami imbang 0-0 dalam pertandingan dan Mourinho meminta Pedro Leon untuk melakukan pemanasan, tetap dia hanya berdiri di dekat bendera sepak pojok,” tulis Dudek dalam otobiografinya, A Big Pole in Our Goal.

“Saya sedang duduk dekat Mourinho dan melihat reaksinya. Dia sangat marah, ‘Lihat perjuangannya! Dan dia tersinggung ketika tidak dimainkan!’,” sambungnya di buku.

Jelang pertandingan lawan Auxerre, Dudek dan Leon mendapat panggilan dari Mourinho. Ketiganya duduk melingkar dan The Special One mengungkapkan isi hatinya kepada Leon.

“Maaf, tetapi Anda tidak tertarik bermain untuk Real Madrid. Orang lain akan memberikan nyawa mereka untuk seragam ini, tapi anda tidak,” tegas Mourinho.

Mourinho kemudian memandang Leon sebentar dan segera menyuruhnya menonton pertandingan dari rumah.

Leon sempat membantah klaim ini dan menyatakan sepenuhnya salah. Akan tetapi, apapun kebenarannya, yang jelas dia tidak akan mendapatkan tempat reguler selama Mourinho masih menjadi pelatih Madrid.

Sama seperti contoh lainnya, misalnya Luke Shaw di Manchester United dan Dele Alli di Tottenham. Sangat sulit bagi para pemain untuk membuat pelatih itu terkesan.

Pada akhirnya, Leon menghabiskan lima musim lagi di Coliseum Alfonso Perez, kandang Getafe. Pada 2016, ia hijrah ke Eibar dan menjadi pemain kunci tim tersebut di usia 34.

Menurut catatan Transfermarkt, Leon telah membukukan 18 gol dan 13 assist dalam 109 pertandingan selama berseragam Eibar.

Bagaimanapun, ia telah menunjukkan kemampuan yang cukup ketika berada di bawah asuhan pelatih tertentu. Hanya saja, tidak dengan Mourinho.

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *