Khutbah Idul Fitri 2022: Idul Fitri Momen Bangkit dari Covid-19

by -2 views
khutbah-idul-fitri-2022:-idul-fitri-momen-bangkit-dari-covid-19

BincangSyariah.Com – Momen idul fitri kali ini mungkin agak berbeda dengan momen idul fitri 2 tahun ke belakang. Pada tahun ini masyarakat Indonesia pada umumnya melakukan mudik ke kampung halaman masing-masing. Covid-19 yang menjadi ujian bagi umat manusia di seluruh dunia berangsur menurun. Pada khutbah idul fitri 2022, saya akan menyampaikan bahwa idul fitri itu momen bangkit dari Covid-19.

Khutbah I

اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَر. اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلهِ كثيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّد وَ عَلَى أَلِ سَيِّدِنا مُحَمّدٍ أَمَّا بَعْدُ: فَيَاَيُّهَا اْلإخْوَانُ، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ.

Jamaah id yang berbahagia

Kami berwasiat yang pertama kepada diri kami sendiri dan kedua kepada seluruh jamaah agar senantiasa bertakwa kepada Allah Swt. yang tercerminkan dalam daya upaya kita untuk menjalankan segala apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah haramkan. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Alquran surat Ali Imran ayat 102:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamụtunna illā wa antum muslimụn

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.

Jamaah khutbah idul fitri 2022 yang berbahagia

Marilah kita tanamkan dalam diri kita sebuah keyakinan paripurna bahwasanya Allah tidak akan ada yang mampu memberikan manfaat kepada kita kecuali memang dikehendaki oleh Allah Swt. dan sebaliknya, setan, jin, manusia, dan makhluk lainnya tidak akan mampu pula mencelekai kita kecuali memang Allah menghendaki demikian. Dengan meyakini hal tersebut akan menumbuhkan sikap kepasrahan pada diri kita akan kuasa Allah Swt. Apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi karena Allah maha kuasa untuk menjadikan apa yang ia kehendaki dan tidak menjadikan apa yang tidak ia kehendaki. Sebagaimana tertuang dalam Alquran surat Yasin ayat 82:

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụn

Artinya: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia”.

Termasuk diantaranya ialah virus corona yang selama dua tahun ini telah melanda kita. Sesungguhnya virus tersebut tidak akan memberikan marabahaya kepada kita kecuali Allah menghendaki demikian. Apa yang mesti kita lakukan hanyalah upaya atau ikhtiar dalam menghadapi cobaan tersebut, yakni dengan memperkuat imun tubuh, melaksanakan protokol kesehatan dan menjernihkan fikiran kita agar tetap positif pada ketentuan Allah Swt.

Jamaah khutbah idul fitri 2022 yang berbahagia

Sudah 2 kali puasa dan 2 kali lebaran kita melaksanakan ibadah shaum dan merayakan idul fitri dalam suasana yang dipenuhi dengan kedukaan akibat menghebatnya wabah virus corona. Alhamdulillah pada puasa dan lebaran tahun ini, virus corona mereda sehingga ruang gerak kita untuk beribadah secara berjamaah bisa lebih leluasa.

Semuanya ini tentunya merupakan karunia yang sangat agung yang telah Allah berikan kepada kita. Kita juga tidak boleh lupa untuk berterimakasih kepada semua pihak yang telah berandil besar dalam penanganan wabah ini. Kepada pemerintah, dinas instansi terkait dan tenaga kesehatan yang telah bekerja keras meredam wabah ini. Alhamdulillah juga kita pujikan kepada Allah Swt. karena sebagian besar diantara kita sudah mendapatkan vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh kita terhadap serangan virus corona.

Jamaah khutbah idul fitri 2022 yang berbahagia

Janganlah sesekali kita mengutuki atas kejadian wabah yang terjadi hingga kemudian kita cenderung menyalahkan banyak orang atas apa yang telah terjadi. Pada akhirnya, semua berpulang pada kehendak Allah Swt. Adanya marabahaya dan cobaan ini semata merupakan bukti bahwa kita masih berada di dunia. Selama hidup di dunia ini Allah pasti akan memberikan berbagai macam cobaan sebagaimana telah difirmankan dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ’i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

Sabar dan tawakal perlu senantiasa kita kedepankan dalam menghadapi segala macam cobaan karena sesungguhnya Allah Swt. tidak akan memberikan cobaan kecuali Allah tahu bahwa makhluk yang bersangkutan pasti sanggup menanggung cobaan tersebut. Hal ini tertuang dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat,

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”.

Jamaah id yang berbahagia

Pandemi virus corona yang telah berlangsung selama 2 tahun ini tentunya telah memberikan pukulan yang cukup telak dalam segi-segi kehidupan kita. Di bidang politik, pandemi dan penanganannya ini menyisakan stabilitas politik yang kurang mengenakka dimana banyak pihak yang saling menyalahkan antar satu dengan lainnya. Belum lagi ditambah beberapa oknum yang justru memanfaatkan moment pandemi ini untuk keuntungan dirinya sendiri. Di bidang ekonomi, banyak sekali usaha yang bangkrut akibat pandemi, belum lagi pemutusan hubungan kerja yang banyak terjadi di berbagai sektor, dan persoalan-persoalan lainnya.

Kali ini, pandemi sepertinya akan segera berlalu. Kami mengajak kepada diri kami sendiri dan kepada jamaah untuk bangkit dari segala keterpurukan ini.

Jamaah id yang berbahagia

Marilah kita menyimak ayat-ayat Alquran yang mulia yang mengajarkan kepada kita untuk selalu bangkit dari cobaan apapun yang menimpa kita. Dalam Alquran surat al-Insyirah ayat 4 disebutkan:

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

fa inna ma’al-‘usri yusrā

Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,

Pada ayat tersebut Allah menegaskan bahwa setiap kesulitan itu selalu akan diiringi dengan kemudahan. Pandemi yang menyerang kita, yang menyebabkan kita kesulitan dalam berbagai hal, harus kita yakini bahwa sesudahnya akan muncul kemudahan-kemudahan sebagaimana yang sudah Allah janjikan. Allah kemudian melanjutkan:

 إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

inna ma’al-‘usri yusrā

Artinya: “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Ayat ini berisi penegasan. Ketika kaliamat dalam ayat Alquran diulang sebanyak dua kali, itu menandakan bahwa Allah berusaha menghilangkan keraguan di hati manusia dan menegaskan bahwa memang sesungguhnya sesudah kesukaran itu akan ada kemudahan. Sebagai manusia, kita harus benar-benar yakin bahwa sesudah pandemi ini, akan banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan yang semuanya adalah karunia dari Allah Swt. Allah kemudian melanjutkan firman-Nya:

 فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ

fa iżā faragta fanṣab

Artinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”,

Di ayat ini Allah memberikan semangat kepada manusia agar sesudah manusia selesai dengan satu persoalan, maka hendaknya mengerjakan persoalan berikutnya dengan bersungguh-sungguh. Artinya, sesudah kita selesai dengan persoalan pandemi yang sangat mengganggu kehidupan kita, kita disuruh oleh Allah untuk meningkatkan produktifitas kita dalam mengerjakan hal-hal baik lainnya. Dari situ, kemudahan dari Allah Swt. akan diturunkan kepada manusia-manusia yang tak henti berusaha atau berikhtiar. Terakhir, Allah menutup surat ini dengan firman-Nya:

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب

wa ilā rabbika fargab

Artinya: “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.

Bahwa pada setiap usaha yang kita lakukan, hendaknya kita hanya berharap kepada Allah untuk keberhasilan dan kebaikan urusan yang kita kerjakan.

Jamaah id yang berbahagia

Akhirnya, kami berharap semoga pandemi ini benar-benar telah selesai khususnya dari negara kita yang tercinta ini, negara kesatuan republik Indonesia. Untuk itu, kami juga tidak lupa mengajak jamaah untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan jangan lengah atau teledor akan bahaya virus corona ini. Harapan berikutnya adalah semoga kita semua bisa bangkit sesudah pandemi ini. Moment idul fitri yang penuh berkah ini semoga menjadi titik awal kebangkitan kita dengan senantiasa mengagungkan asma Allah lewat takbir-takbir yang kita kumandangkan. Amin ya rabbal alamin.

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ (×٣ (اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ الأَمِيْنِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا أَمَرْتَنَا، فَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ،

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيْمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللَّهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.