25.6 C
Jakarta
Tuesday, May 17, 2022

Ketahui Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar dan Cara Mengatasinya

Ketahui Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar dan Cara Mengatasinya

Bekas luka jahitan operasi caesar masih terasa nyeri setelah pulang dari persalinan? Jika Bunda mengalami hal yang serupa, ada baiknya Bunda mengetahui apa penyebab nyeri bekas operasi caesar. 

Operasi caesar atau bedah caesar adalah salah satu prosedur persalinan untuk mengeluarkan bayi dengan menyayat atau mengiris bagian perut dan rahim Bunda. Sayatan pada perut menjadi jalan keluar bayi dari dalam rahim. Sayatan tersebut biasanya dibuat memanjang dengan arah horizontal tepat di bawah garing pinggang. Prosedur persalinan ini umumnya direkomendasikan pada ibu hamil yang memiliki kondisi tertentu yang berisiko menimbulkan komplikasi persalinan. Sebut saja posisi bayi sungsang, bayi cacat lahir, atau ibu mengalami plasenta previa. 

Biasanya, bekas luka jahitan operasi caesar Anda akan menimbulkan rasa nyeri selama satu hingga dua minggu pasca operasi. 

Beberapa rasa nyeri bahkan dapat muncul bersamaan dengan gejala seperti nyeri perut, timbul kemerahan dan nanah pada bekas luka, demam tinggi, cairan keluar dari kemaluan, hingga pendarahan. Oleh karena itu, Bunda yang melalui prosedur ini dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas berat selama masa pemulihan. 

Lalu, apa saja penyebab nyeri bekas operasi caesar? Simak beberapa penjelasan penyebab nyeri bekas operasi caesar dan cara menanganinya di sini, ya, Bun! 

Artikel terkait: Penjelasan tentang Operasi Caesar

Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar

Seperti jenis operasi besar lainnya, operasi caesar memiliki risiko yang sama, termasuk nyeri bekas jahitan. Berikut beberapa penyebab nyeri bekas operasi caesar:

Infeksi Bakteri Salah Satu Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar

Nyeri bekas operasi caesar dapat mengakibatkan infeksi perut atau rahim terlebih jika ada bakteri berbahaya yang masuk ke dalam luka. Dilansir dari Medical News Today, salah satu penyebab nyeri bekas operasi caesar adalah bakteri Staphylococcus aureus atau bakteri Staph. Bakteri ini menginfeksi sekitar 15-20 persen kasus infeksi luka pasca operasi caesar. Bakteri Staph pada dasarnya tumbuh di kulit dan rambut manusia. 

Gejala infeksi biasanya muncul 4-7 hari pasca operasi seperti demam, rasa nyeri di perut yang lebih dari biasanya, dan munculnya keputihan yang berbau tidak sedap. Tanda-tanda infeksi lainnya adalah adanya kemerahan di sekitar jahitan, keluar cairan dari luka, dan timbul pembengkakan yang tidak normal pada bekas sayatan.

Abses Menjadi Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar

Penyebab nyeri bekas operasi caesar kedua adalah abses. Luka abses adalah luka berisi kulit mati dan nanah yang berkembang di bawah permukaan jaringan kulit. Luka ini adalah hasil dari infeksi bakteri streptokokus. Infeksi di tepi sayatan bedah ini dapat menyebabkan nyeri bekas operasi caesar, kemerahan, hingga pembengkakan. Beberapa abses yang sudah parah juga dapat mengeluarkan nanah dari rongga jaringan. 

Abses pada kasus pasca operasi caesar dapat terbentuk pada sayatan perut atau rahim, jaringan parut, ovarium, dan jaringan dekat area infeksi yang muncul pasca prosedur caesar.

Beberapa bakteri yang menyebabkan luka abses juga dapat menyebabkan endometritis, atau iritasi pada lapisan rahim. Gejala endometritis ditandai dengan rasa nyeri pada perut, pendarahan yang tidak normal, pembengkakan, dan demam.

Selulitis, Menjadi Salah Satu Pemicu Nyeri Bekas Operasi Caesar

Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan tepat di bawahnya. Bakteri pada selulitis disebabkan oleh bakteri yang sama pada luka abses, yakni bakteri streptokokus. Bakteri ini juga merupakan salah satu jenis bakteri yang ditemukan pada infeksi kelenjar getah bening

Gejala selulitis dapat dengan cepat menyebar ke area luar sayatan yang berupa nyeri tekan, muncul kemerahan, dan rasa panas saat kulit yang terinfeksi di sentuh. Meski selulitis menjadi salah satu penyebab nyeri bekas operasi caesar, kondisi ini jarang sampai mengeluarkan nanah pada luka infeksi seperti kasus abses. Namun, jaringan yang terinfeksi dapat mengalami peradangan. Kemerahan dan pembengkakan juga menyebar dengan cepat pada area sayatan bedah dan kulit di sekitarnya.

Artikel terkait: Terlalu Sering Operasi Caesar Sebabkan Dinding Rahim Robek di dalam Perut

Cara Mengatasi Nyeri Bekas Operasi Caesar

Setelah mengetahui gambaran beberapa penyebab nyeri bekas operasi caesar, Bunda perlu menyimak informasi bagaimana cara merawat luka infeksi tersebut agar dapat beraktivitas seperti sedia kala. Namun, perlu diingat bahwa lama proses pemulihan setiap orang dapat berbeda-beda.

1. Perbanyak Istirahat 

Letakkan segala kebutuhan Anda dan sang bayi, seperti popok, makanan, dan minuman dalam area yang mudah dijangkau oleh Anda. Perbanyak istirahat saat merasa lelah, karena tidur yang cukup akan membantu masa pemulihan. 

Manfaatkan waktu sebaik mungkin dengan ikut beristirahat tiap kali sang buah hati tertidur. Selama masa pemulihan, Anda dianjurkan untuk tidur dengan posisi yang nyaman, seperti menyamping.

2. Konsumsi Obat Pereda Nyeri dari Dokter

Untuk meredakan nyeri pada luka sayatan, dokter Anda mungkin dapat merekomendasikan obat penahan nyeri. Melansir dari UNC Women’s Care,  jenis obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, dan opioid aman untuk Bunda yang menyusui. Konsultasikan manfaat dan efek samping obat pereda nyeri dengan dokter Anda. Beritahu dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu. Dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang nyeri lainnya yang lebih sesuai untuk Anda. 

3. Hindari Aktivitas Fisik yang Berlebihan 

Selama beberapa minggu pertama pasca operasi, hindari mengangkat barang yang lebih berat dari bayi Anda. Aktivitas fisik yang berlebihan seperti jogging, bersepeda, menjemur pakaian, dan naik turun tangga juga dapat membuat rasa nyeri bekas operasi caesar semakin menjadi-jadi. 

Sebaiknya, olahraga sit-up atau latihan lain yang dapat membuat otot perut tegang juga perlu dihindari selama enam minggu pertama atau sampai dokter Anda memperbolehkannya.

4. Berjalan Kaki Setiap Hari

Salah satu cara yang paling sederhana untuk mengatasi nyeri bekas operasi caesar adalah dengan berjalan kaki singkat, ringan, dan sering.  Honor Health menyebutkan berjalan dapat membantu untuk meningkatkan aliran darah, mencegah pembekuan darah pasca persalinan, meredakan sembelit, dan mencegah pneumonia. Berjalan kaki dapat dilakukan pada 4 minggu pertama setelah keluar dari rumah sakit dengan durasi singkat sekitar 15 menit setiap harinya. 

Artikel terkait: Berencana melahirkan caesar, berikut hal penting yang harus dipersiapkan!

5. Latihan Pernapasan Perut

Latihan pernapasan merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat bermanfaat bagi para Bunda yang baru menjalani prosedur caesar. Latihan ini membantu melatih otot inti, terutama otot abdominis transversal, agar dapat bekerja maksimal selama aktivitas sehari-hari. 

Caranya pun mudah: 

Berbaring dengan posisi telentang di atas tempat tidur atau permukaan yang nyaman. 
Letakkan tangan di atas perut dan rilekskan tubuh. 
Ambil napas hidung dalam-dalam secara perlahan, rasakan perut mengembang ke tangan. 
Hembuskan napas melalui mulut, kempiskan perut.
Tahan selama 3 detik, kontraksikan otot perut Anda.
Ulangi gerakan 5 -10 kali, 3 kali sehari. 

Latihan di atas akan membantu menopang perut dan mengurangi rasa nyeri pada perut Anda.

6. Jaga Kebersihan Luka Bekas Operasi 

Jika Anda memiliki Steri-Strip atau kertas yang menyerupai pita pada bekas luka sayatan operasi, biarkan balutan tersebut selama seminggu atau sampai dia terlepas. Cuci area bekas sayatan setiap hari dengan air sabun hangat, dan keringkan. 

Selama proses penyembuhan, mungkin Anda akan merasakan gatal di sekitar bekas sayatan operasi caesar. Namun, jangan menggaruk area tersebut karena ini adalah hal yang normal dan akan sembuh nantinya. Jika area jahitan basah atau terkena gesekan pakaian, Anda dapat menutupinya dengan perban. Jangan lupa untuk mengganti perban setiap hari.

7. Kenali Tanda-Tanda Bahaya Infeksi 

Periksakan tanda-tanda infeksi pada area bekas luka operasi Anda. Segera hubungi dokter atau rumah sakit jika nyeri bekas operasi caesar Anda disertai dengan beberapa gejala berikut ini: 

Demam
Pusing atau seperti akan pingsan
Jahitan terbuka
Sakit saat buang air kecil 
Perdarahan parah dari vagina atau luka operasi 
Kemerahan dan pembengkakan pada luka operasi 
Keluar nanah atau cairan berbau busuk dari luka operasi 
Sesak napas 
Nyeri di betis, belakang lutut, paha atau selangkangan 
Kemerahan dan bengkak di kaki atau selangkangan 

Dengan melakukan cara-cara di atas, rasa nyeri pasca operasi caesar Bunda dapat diatasi dengan lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa kunci proses masa pemulihan ini adalah bersabar dan tidak memaksakan diri. 

Bunda, itulah penjelasan mengenai penyebab nyeri bekas operasi caesar dan cara merawatnya. Nyeri pasca operasi caesar memang normal dirasakan oleh para ibu yang baru menjalaninya. Namun, bukan berarti Anda boleh menganggap remeh rasa sakit tersebut. Karena jika hal itu dibiarkan, dia dapat menimbulkan komplikasi serius.

****

Labor and delivery, postpartum care
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/c-section-recovery/art-20047310

Cesarean section: What to expect now that you’re home
https://www.honorhealth.com/medical-services/maternity/after-cesarean-delivery

Recovery -Caesarean section
https://www.nhs.uk/conditions/caesarean-section/recovery/

Managing Pain after Your Cesarean (C-section)
https://www.mombaby.org/wp-content/uploads/2018/03/Pain-management-after-c-section-3.5.18.pdf

What causes post-cesarean wound infections?
https://www.medicalnewstoday.com/articles/324505 

  

 

 

The post Ketahui Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar dan Cara Mengatasinya appeared first on theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles