Kemenag Gagas Duta Harmoni Untuk Kuatkan Moderasi Beragama Di Kalangan Remaja

by -0 views

Bogor, NU Online

Para remaja perlu dilibatkan untuk mengenalkan nilai-nilai moderasi beragama kepada sesama mereka. 

 

Hal itulah yang mendasari kegiatan Pelatihan Mentoring/Motivator Muda Moderasi Beragama Tahun 2021. Pelatihan diadakan Direktorat Kurikulum Sarana dan Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agamaberlangsung di Hotel Arch Bogor Jawa Barat, 24-27 November 2021.

“Urgensi pelatihan ini ingin memtapkan dan menguatkan anak-anak muda yang menjadi inisiator moderasi beragam. Kita perkuat pemahamannya tentang moderasi beragama agar setelah paham mereka membuat rencana aksi di daerah masing-masing untuk mendiseminasikan dari best practice yang sudah didapatkan selama pelatihan ini,” kata Prof M Ishom Yusqi, Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag.

 

Sebanyak 50 ​​​​​peserta yang merupakan para pelajar Madrasah Aliyah dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dipilih dari 750 pendaftar. Usai mengikuti kegiatan, para duta moderasi beragama diharapkan dapat menyebarkan pemahaman moderasi beragama kepada teman sebaya, kakak kelas, adik kelas dan komunitasnya.


Para peserta nantinya membuat rencana aksi moderasi beragam dan merangkul semua pihak, dapat melalui kegiatan cinta alam, kerja bakti, penanaman pohon, atau yang sifatnya memberkan sosialisasi keragaman agama, budaya, bahasa. Aksi ini bisa bekerja sama dengan ormas, Kanwil Kemenag atau organisasi agama lain agar saling mengenal dan bisa bersatu.

 

Menurut Prof Ishom, nilai-nilai moderasi beragama selama ini sudah dikenalkan dan diterapkan kepada siswa. Seperti toleransi, cinta tanah air, bersikap ramah, kasih sayang, menghargai budaya lokal. Adanya kegiatan ini untuk memperluas lagi penyebarannya.

“Kadang kita mungkin dalam pergaulan jarang bergaul dengan orang yang beragama lain. Anak- anak sehari-hari mungkin Muslim semua di kampung mereka, tidak pernah bergaul dengan penganut agama lain. Kesempatan ini untuk saling mengenal karena hakikatnya kita satu saudara dengan tujuan saling memahami karena berbeda suku dan agama,” imbuhnya.

Ia mengaku optimistis cara tersebut sangat efektif karena nilai moderasi beragama sudah terdesiminasi ke seluruh Indonesia. Peserta melalui kegiatan ini, bukan hanya memahami secara teori akademik. Karena nilai moderasi dapat dikenalkan lewat seni, pertunjukan, dan kegiatan bersama.

“Ini untuk mewujudkan toleransi, ramah, menghargai budaya local, cinta tanah air kepada generasi muda sesua dengan pola pikirnya, sesuai dengan tingkat pengetahuan anak-anak itu. Pemahaman moderasi beragama kepada mereka jangan terlalu kampus tapi dengan pemahaman dan kondisi daerah setempat,” imbuhnya.


Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Musthofa Asrori

 

Leave your vote

401 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *