Kejagung Tetapkan Tersangka Kesembilan Kasus Asabri: Direktur Jakarta Emiten

by -3 views
kejagung-tetapkan-tersangka-kesembilan-kasus-asabri:-direktur-jakarta-emiten
Gedung ASABRI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Kejagung menetapkan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo, sebagai tersangka kasus Asabri. Jimmy diduga bersama-sama dengan tersangka Benny Tjokrosaputro melakukan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Asabri.

“Karena memperoleh keuntungan dengan melakukan tindak pidana korupsi tersebut, JS (Jimmy) diduga juga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asabri (Persero) dan ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka TPPU Nomor: Print- 01 /F.2/Fd.2/02/2021 tanggal 15 Februari 2021,” ujar Kapuspen Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (15/2).

Penetapan tersangka oleh Jimmy dilakukan setelah Kejagung memeriksa Jimmy dan dua saksi lain, yaitu Direktur PT Pool Advista Asset Management berinisial FB dan Direktur Utama PT Ourora Asset Management, Ferra.

Duduk perkara kasus ini bermula sekitar awal tahun 2013 sampai 2019. Jimmy diduga bersepakat dengan Benny untuk mengatur trading transaksi (jual/beli) saham milik Benny kepada PT. Asabri.

Yakni, dengan menyiapkan nominee-nominee dan membukakan akun nominee di perusahaan sekuritas, serta menunjuk perusahaan-perusahaan sekuritas.

“Selanjutnya tersangka JS melaksanakan instruksi penetapan harga dan transaksi jual dan beli saham pada akun Rekening Dana Nasabah (RDN) nominee baik pada transaksi direct maupun reksadana yang kemudian dibeli oleh PT. Asabri sebagai hasil manipulasi harga,” tutur Leonard.

Gedung ASABRI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Kemudian, Jimmy menampung dana hasil keuntungan investasi dari PT. Asabri pada nomor rekening atas nama beberapa staf saham Benny untuk transaksi keluar-masuk dana kepentingan pribadi. Caranya adalah dengan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan dan membelanjakan uang hasil korupsi

“Serta perbuatan lain yang termasuk dalam skema tindak pidana pencucian uang (TPPU),” kata Leonard.

Atas perbuatannya, Jimmy disangkakan melanggar pasal Primer Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jimmy juga dijerat dengan Pasal 3 UU Tindak Pidana Pencucian Uang atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kemudian, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun dalam perkara ini, penyidik Kejagung telah menetapkan 9 orang tersangka. Selain Jimmy Sutopo, penyidik sebelumnya telah menetapkan 8 tersangka.

Kedelapan tersangka itu adalah Benny Heru Hidayat-Komisaris PT Trada Alam Minera, mantan Direktur Utama PT Asabri (Purn), Mayjen Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri, (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian tersangka Presiden Direktur PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, Ilham W Siregar selaku Kepala Divisi Investasi PT Asabri, eks Direktur Keuangan PT Asabri, berinisial BE dan Direktur Asabri berinisial HS.

Leave your vote

581 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *