Kazakstan Setujui Referendum Amandemen Konstitusi – DW – 06.06.2022

by -3 views
kazakstan-setujui-referendum-amandemen-konstitusi-–-dw-–-0606.2022

Pemilih Kazakstan dengan suara mayoritas besar menyetujui amandemen konstitusi, yang akan mengakhiri kekuasaan mantan pemimpin Nursultan Nazarbayev yang pernah berkuasa selama tiga dekade, lapor komisi pemilu Kazakstan hari Senin (6/6).

Reformasi untuk “Kazakstan Baru” diusulkan presiden baru Kassym-Jomart Tokayev – pengganti Nazarbayev – setelah pecahnya gelombang kekerasan awal tahun ini.

Baik mantan presiden dan presiden saat ini adalah sekutu Rusia. Presiden Tokayev telah memanggil bantuan pasukan keamanan yang dipimpin Moskow untuk menekan kerusuhan pada Januari silam.

Ketua komisi pemilihan umum Nurlan Abdirov mengatakan, 77,17% pemilih mendukung amandemen konstitusi yang diusulkan pemerintah, sementara 18,66% menentang.

Nursultan Nazarbayev, presiden pertama Kazakstan yang memerintah hampir 30 tahun
Nursultan Nazarbayev, presiden pertama Kazakstan yang memerintah hampir 30 tahunFoto: Press Office Of Nursultan Nazarb/TASS/dpa/picture alliance

Suara untuk reformasi sudah ‘sah’

“Referendum dapat dianggap sah,” kata Nurlan Abdirov. Dia menerangkan, lebih dari 68% pemilih memberikan suaranya dalam referendum hari Minggu (5/6) – yang berarti bahwa lebih dari setengah pemilih telah memberikan suara mereka. Aturan menetapkan bahwa setidaknya setengah dari pemilih terdaftar harus mengambil bagian dalam plebisit agar dianggap sah.

Referendum dilakukan saat Kazakstan masih terhuyung-huyung akibat kerusuhan pada Januari lalu, yang menewaskan lebih dari 220 orang. Orang-orang turun ke jalan untuk memprotes kenaikan drastis harga bahan bakar, tetapi pawai dengan cepat berkembang menjadi gerakan protes garis depan yang luas terhadap kebijakan pemerintah dan warisan Nazarbayev.

Presiden Tokayev menekan kerusuhan dengan mengerahkan militer. Dia kemudian mengundang penjaga perdamaian dari Rusia dan beberapa negara bekas Soviet lainnya ke Kazakstan untuk membantu memulihkan ketertiban. Dia mengecam para pengunjuk rasa sebagai “bandit” dan “teroris”. Namun pada saat yang sama, Tokayev bergerak melawan Nazarbayev dan sekutunya — sebuah perubahan mengejutkan dari seorang politisi yang secara luas dipandang berada di bawah bayang-bayang pendahulunya.

Pria berusia 69 tahun itu mencopot Nazarbayev dari posisinya sebagai kepala Dewan Keamanan yang berkuasa. Dia juga menangkap mantan kepala intelijen Karim Masimov atas tuduhan makar. Keponakan Nazarbayev, Kairat Satybaldy, saat ini menghadapi tuduhan penggelapan.

Aksi protes awal Januari di Kazakstan berakhir rusuh
Aksi protes awal Januari di Kazakstan berakhir rusuh, dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar dan panganFoto: Valery Sharifulin/TASS/imago images

Amandemen konstitusi menghilangkan hak-hak istimewa Nazarbayev

Presiden Tokayev mengatakan, perubahan konstitusi yang diusulkan akan memberdayakan anggota parlemen dan membongkar sistem “super-presidensial” yang ada saat ini. Reformasi ini juga mengakhiri banyak hak istimewa yang dinikmati oleh klan Nazarbayev.

Nazarbayev yang sekarang berusia 81 tahun akan kehilangan gelarnya sebagai “Elbasy” atau “Bapak Bangsa.” Amandemen lain membatalkan hak Nazarbayev untuk mencalonkan diri sebagai presiden lebih dari dua kali.

Reformasi juga akan melarang kerabat presiden memegang posisi pemerintah — masalah kontroversial lainnya di negara kaya minyak itu. Perubahan konstitusi juga akan memperkuat peran parlemen negara, memulihkan Mahkamah Konstitusi dan menghapus hukuman mati.

hp/as (afp, rtr, ap)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.