Kapal Taiwan Tertangkap Curi 12 Ton Ikan di Natuna Utara, Susi: Tembak & Tenggelamkan

by -14 views
kapal-taiwan-tertangkap-curi-12-ton-ikan-di-natuna-utara,-susi:-tembak-&-tenggelamkan

INDOZONE.ID – Kapal ikan asing berbendera Taiwan, tertangkap basah oleh TNI Angkatan Laut (AL) saat melakukan pencurian ikan atau illegal fishing, di laut Natuna Utara.

Kapal berbendera Taiwan diciduk oleh KRI Usman Harun milik TNI Angkatan Laut pada Jumat (22/1).

Sembilan orang berhasil diamankan dalam penangkapan itu. Di dalam kapal tersebut terdapat ikan campuran sebanyak 12 ton dalam 4 palka.

Karena hal tersebut, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkomentar atas tertangkapnya satu kapal yang melakukan praktik illegal fishing di Laut Natuna Utara.

Susi mengingatkan agar pemerintah memberikan peringatan tegas terhadap kapal asing yang mencuri ikan di wilayah ZEE Indonesia. Menurut Susi, langkah tegas tersebut jauh lebih efektif dan mampu memberikan efek jera.


“Tembak dan tenggelamkan. Jauh lebih efektif untuk mencegah terulangnya hal yang sama,” ujar Susi dikutip dari akun Twitter pribadinya, Minggu (24/1).

Tembak & Tenggelamkan … jauh lebih efektif untk mencegah terulangnya hal yg sama ????????????????????????????????????????

— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti) January 24, 2021

Seperti yang diketahui, selama menjabat tercatat sebanyak 558 kapal asing pencuri ikan yang ditenggelamkan oleh Susi.

Namun kebijakan itu sudah tak lagi dijalankan pada era Menteri KP, Edhy Prabowo.

Dari total 74 kapal yang ditangkap sepanjang setahun masa jabatan Edhy, hanya satu kapal yang ditenggelamkan. 

Sedangkan kapal lainnya,kabarnya bakal dialihfungsikan sebagai kapal pengawas laut nasional hingga dihibahkan ke perguruan tinggi di sektor kelautan.

Artikel Menarik Lainnya:

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *