Junta Militer Myanmar Kembali Matikan Internet

by -8 views
junta-militer-myanmar-kembali-matikan-internet

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Untuk kali kedua, Junta Militer Myanmar mematikan internet pada Senin malam. Kelompok pemantau internet NetBlocks mengatakan, konektivitas turun menjadi 15 persen dari tingkat standar dalam semalam.

Pemadaman itu terjadi setelah hari ke-10 demonstrasi menentang kudeta militer yang ditandai dengan meningkatnya kehadiran pasukan dan banyaknya masyarakat yang cedera di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu. Korban berjatuhan setelah polisi menggunakan kekerasan untuk membubarkan protes.

Selasa pagi, NetBlocks mentweet, “#Myanmar berada di tengah-tengah penutupan internet hampir total untuk malam kedua berturut-turut,” pada 1 pagi waktu setempat (18:30 GMT),

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk pembatasan internet itu.

tentara-dan-polisi-menggunakan-peluru-dan-ketapel-berlapis-karet.jpg

“Utusan PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, juga telah berbicara dengan Wakil Komandan tentara Myanmar, Soe Win dan memperingatkan bahwa pemadaman jaringan merusak prinsip-prinsip inti demokrasi,” kata wakil juru bicara PBB di New York, Farhan Haq seperti dilansir Al Jazeera.

Utusan itu mencatat bahwa penutupan semacam itu merugikan sektor-sektor utama, termasuk perbankan dan meningkatkan ketegangan domestik. “Jelas, ini sangat memprihatinkan,” kata Haq.

PBB juga memperingatkan militer tentang “konsekuensi parah” atas tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa, dan mengutuk pembatasan internet.

“Schraner Burgener telah menegaskan bahwa hak berkumpul secara damai harus dihormati sepenuhnya dan para demonstran tidak dikenakan pembalasan,” kata Haq lagi.

“Dia telah menyampaikan kepada militer Myanmar bahwa dunia sedang mengawasi dengan cermat, dan segala bentuk tindakan keras kemungkinan besar akan memiliki konsekuensi yang parah,” ujarnya

Dalam laporan pertemuan tersebut, tentara Myanmar mengatakan Soe Win, orang kedua dalam komando rezim, telah membahas rencana dan informasi pemerintah tentang “situasi sebenarnya dari apa yang terjadi di Myanmar”.

Orang-orang telah turun ke jalan selama berhari-hari menuntut militer, yang merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari, mundur dan membebaskan para pemimpin terpilih negara itu termasuk Aung San Suu Kyi yang berusia 75 tahun.

Penasihat senior Myanmar, Aung San Suu Kyi ini didakwa memiliki beberapa biji walkie talkie ilegal yang rencananya akan disidangkan di pengadilan melalui tautan video pada hari Rabu, besok. (*)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *