Jokowi Targetkan Pelabuhan Tanjung Carat Rampung Tahun 2023

by -2 views
jokowi-targetkan-pelabuhan-tanjung-carat-rampung-tahun-2023

Palembang, Gatra.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dapat rampung atau selesai pada 2023 mendatang.

“Targetnya, Presiden menargetkan pada 2023 nanti, Pelabuhan Tanjung Carat rampung. Apalagi, pembangunan pelabuhan itu sebagai proyek strategis prioritas nasional yang akhir tahun ini (2021) dilakukan ground breaking,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru di Palembang, Senin (15/2).

Herman Deru menambahkan pemerintah provinsi setempat telah meninjau titik atau spot lokasi pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA).

Menurutnya, pelabuhan tersebut pun kini tidak ada lagi masalah di lapangan. Mengingat Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sudah ada, penetapan lokasi pun sudah. Sedangkan jalan menuju pelabuhan dalam proses.

“Pemprov juga sudah menyiapkan lahan 600 ha (hektare) termasuk untuk terminal petikemas, kantor, dan lokasi pembangunan gudang. Untuk RT/RW Kabupaten Banyuasin sudah selesai. Artinya, kawasan itu sudah siap untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus,” katanya.

Dengan segera dibangunnya Pelabuhan Samudera Tanjung Carat tersebut, katanya, menjadi kabar gembira bagi warga Sumsel. Pasalnya, selama ini wilayahnya yang kaya dengan hasil alam dan potensi pertanian sama sekali belum memiliki pelabuhan sendiri yang representatif.

Bukan itu saja, sambungnya, upaya untuk realisasi pelabuhan laut dalam di Sumsel tersebut sudah menjadi keinginan dari lima gubernur yang pernah menjabat sebelumnya, termasuk keinginannya sebagai gubernur saat ini.

“Pastinya banyak dampak positif yang akan dirasakan warga Sumsel dengan keberadaan pelabuhan. Investor akan mudah datang ke Sumsel dan tenaga kerja lokal kita akan terserap. Belum lagi akan ada keuntungan ekonomis lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini akses jalan ke pelabuhan tersebut sudah diambil alih oleh negara dan telah dilakukan pengerjaan sepanjang 1,8 kilometer (km) dari 7 km ke arah pelabuhan. Sedangkan jarak terminal dengan bibir pantai 600 meter tempat kapal bersandar.

“Artinya tidak ada alasan proyek itu tidak jalan. Karena syaratnya sudah lengkap dan sangat memadai,” katanya.

Pemprov setempat pun berharap ke depan aktivitas di Pelabuhan Boom Baru Palembang dapat segera dipindahkan ke kawasan KEK TAA. Begitu pula dengan industri dan pergudangan. Sebab, aktivitasnya Pelabuhan Boom Baru kini sudah tak memungkinkan untuk dikembangkan lagi, disamping terus terjadinya pendangkalan di sekitar pelabuhan yang mengakibatkan terbatasnya lalu lintas kapal ukuran besar yang hendak bersandar di pelabuhan.

“Setelah dipindah nantinya, keberadaan Pelabuhan Boom Baru nantinya hanya akan diperuntukan bagi kapal angkut penumpang saja,” ujarnya.

Keberadaan Pelabuhan Boom Baru saat ini, lanjutnya, tetap berperan penting dalam pendistribusian komoditi unggulan dan peningkatan pendapatan daerah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Akses menuju Boom Baru kerap menyebabkan kemacetan akibat angkutan petikemas, belum lagi masalah polusi. Kalau pindah di KEK, mobilitas angkutan dapat dipangkas biaya angkut akan lebih murah. Komuditas kita seperti kopi Sumsel akan lebih gampang dipasarkan karena kita penghasil kopi terbesar di Indonesia,” katanya.

Untuk mengatasi semua permasalahan yang terjadi di Pelabuhan Boom Baru, Pemprov Sumsel pun dari awal sudah memproyeksikan KEK TAA sebagai pusat ekonomi baru dalam perdagangan skala nasional maupun internasional.

“Ya, lokasi strategis yang dimiliki KEK TAA yang berada tidak jauh jalur laut intenasional dan juga dukungan bagi lalulintas perdagangan bagi SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah di Sumsel,” ujarnya.

Dikatakannya, guna mendukung lalulintas perdagangan domistik, ekspor-impor, Pelabuhan Tanjung Carat yang merupakan satu-kesatuan dengan Pelabuhan Laut TAA menjadi solusi terbaik.

“Jadi, pelabuhan itu sudah termasuk dalam tatanan pelabuhan nasional atau tatanan transportasi terorganisir (Tatranas). Sehingga kita memberi perhatian penuh terhadap realisasi Pelabuhan Tanjung Carat tersebut,” katanya.


Reporter: Rio Adi Pratama


Editor: Riana Astuti


Leave your vote

631 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *