32.8 C
Jakarta
Thursday, May 19, 2022

Jerman Akan Investasikan 4 Miliar Euro Untuk ''Perlindungan Iklim Alami'' | DW | 31.03.2022

WorldJerman Akan Investasikan 4 Miliar Euro Untuk ''Perlindungan Iklim Alami'' | DW | 31.03.2022

Perlindungan Iklim Alami adalah upanya memperkuat keanekaragaman hayati untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Antara lain dengan renaturasi lanskap, penanaman pohon dan penataan ruang.

Menteri Lingkungan Jerman Steffi Lemke hari Selasa (29/3) mengumumkan rencana investasi sampai hampir 4 miliar euro untuk “perlindungan iklim alami”, melengkapi langkah-langkah ambisius Jerman untuk mengurangi bahan bakar fosil dan emisi karbon.

“Hanya dengan bertindak dengan cara ini kita memiliki kesempatan untuk mencapai target iklim kita, menjadi netral iklim pada tahun 2045, dan melindungi fondasi alami kehidupan untuk anak dan cucu kita,” kata SteffiLemke. “Sudah saatnya kita berhenti bekerja melawan alam, dan memanfaatkan sinergi perlindungan alam dan iklim yang ada.”

Rencana aksi yang diumumkan di Berlin bertujuan untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan berkaitan dengan pedesaan Jerman dan kota-kotanya. Menteri Lingkungan Steffi Lemke menguraikan lima bidang kegiatan, dengan langkah-langkah konkret yang akan diumumkan sepanjang tahun.

Lahan basah bisa membantu penyerapan CO2 dari udara

Lahan basah bisa membantu penyerapan CO2 dari udara

Lima agenda iklim

Steffi Lemke mengatakan, lahan basah yang utuh akan dilindungi dan lahan basah yang telah dikeringkan akan dipulihkan dengan meningkatkan level air tanah. Sungai, danau, kolam dan dataran banjir, yang “menyediakan banyak keanekaragaman hayati,” juga akan dilindungi.

Selanjutnya dia mengatakan, laut Jerman harus dianggap “sebagai sumber mata pencaharian dan bagian penting dari sistem iklim kita.” Agenda perlindungan iklim alami akan memperkuat fungsi alami lautan dengan menggunakannya secara lebih berkelanjutan.

Selain itu, kawasan hutan lindung juga akan diperluas dengan program perlindungan ekosistem hutan. Steffi Lemke mengatakan bahwa hutan yang dimiliki oleh pemerintah federal dan dianggap efektif sebagai penyerap karbon tidak akan ditebang lagi. Sebagai bagian dari rencana “perlindungan iklim perkotaan”, pemerintah mengharapkan untuk menanam sebanyak 150.000 pohon di kota-kota di seluruh Jerman. Selain itu, taman kota akan mendapat perlindungan khusus karena perannya dalam memberikan keteduhan dan udara yang lebih sejuk dibandingkan jalanan beraspal yang padat dan alun-alun kota yang tandus.

Banyak dari langkah-langkah yang digariskan akan membutuhkan kerja sama dari 16 pemerintah negara bagian Jerman, kata Steffi Lemke.

  • Hutan hujan Amazon

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Hutan hujan Amazon 

    Hutan hujan Amazon adalah salah satu tempat dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia. Namun, penebangan dan peternakan sapi yang ekstensif selama beberapa dekade telah melenyapkan sekitar 2 juta kilometer persegi area hutan. Sebuah studi belum lama ini menunjukkan bahwa beberapa bagian Amazon sekarang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida dibanding yang diserap. 

  • Aurora di Finlandia

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Taiga

    Hutan utara subarktik ini terdiri dari tumbuhan runjung yang membentang melintasi Skandinavia dan sebagian besar Rusia. Konservasi Taiga bervariasi dari satu negara ke negara lain. Di Siberia Timur, misalnya, perlindungan ketat era Soviet membuat sebagian besar bentang alamnya tetap utuh, tetapi kemerosotan ekonomi Rusia telah mendorong tingkat penebangan yang semakin merusak. 

  • Pemandangan danau dan pegunungan

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Hutan boreal Kanada 

    Taiga subarktik di Amerika Utara ini dikenal sebagai hutan boreal dan membentang dari Alaska ke Quebec, meliputi sepertiga Kanada. Sekitar 94% dari hutan boreal Kanada berada di lahan publik dan dikendalikan oleh pemerintah, tetapi hanya sekitar 8% yang dilindungi. Kanada, salah satu pengekspor utama produk kertas dunia, menebang sekitar 4.000 kilometer persegi hutan ini setiap tahun. 

  • Masyarakat adat yang tinggal di hutan

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Hutan hujan cekungan Kongo 

    Sungai Kongo mengalir melewati salah satu hutan hujan tertua dan terpadat di dunia, rumah bagi beberapa binatang paling ikonik di Afrika, seperti gorila, gajah, dan simpanse. Wilayah ini juga kaya akan minyak, emas, berlian, dan mineral berharga lainnya. Pertambangan dan perburuan telah memicu deforestasi yang cepat, yang menurut ilmuwan akan sepenuhnya lenyap pada tahun 2100 dengan laju saat ini.

  • Burung enggang bertengger di pohon

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Hutan tropis Kalimantan 

    Sebuah ekoregion berusia 140 juta tahun yang menjangkau seluruh Brunei, Indonesia, dan Malaysia, serta memberikan perlindungan bagi ratusan spesies yang terancam punah seperti orangutan dan badak Sumatera, ini sebagian besar hutan hujannya sedang terdegradasi. 

  • Harimau siberia

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Hutan Primorye 

    Terletak di timur jauh Rusia, hutan jenis konifera menjadi habitat harimau Siberia dan lusinan spesies terancam punah lainnya. Lokasinya yang terpencil dan berdekatan dengan Samudra Pasifik, membuat Hutan Primorye tetap utuh, tetapi penebangan komersial yang meluas telah menjadi ancaman yang semakin besar. 

  • Air terjun di hutan taman nasional Lanin, Argentina

    Hutan Terpenting di Dunia Butuh Perlindungan

    Hutan hujan sedang Valdivian 

    Wilayah hutan ini mencakup sebidang tanah sempit antara lereng barat Andes dan Samudra Pasifik. Pohon seperti Nothofagus dan Fitzroya yang berumur panjang tumbuh di beberapa bagian Valdivian. Penebangan besar-besaran mengancam pohon-pohon endemik ini, yang digantikan dengan pinus dan eucalyptus yang tumbuh cepat yang tidak dapat menopang keanekaragaman hayati di kawasan itu. (rs/ha)

    Penulis: Monir Ghaedi


Reaksi beragam

Agenda Kementerian Lingkungan disambut dengan reaksi beragam. Ketua Asosiasi LSM Lingkungan Jerman Sascha Müller-Kraenner menerangkan: “Penyerapan karbon oleh ekosistem alami adalah pilar penting ketiga di jalan menuju netralitas iklim – di samping penghematan energi dan perluasan energi terbarukan.”

Kelompok lingkungan lain seperti Greenpeace dan World Wide Fund for Nature (WWF) juga menyambut baik pengumuman tersebut.

Namun kalangan petani menyatakan kurang puas. Presiden Asosiasi Petani Jerman Joachim Rukwid mengatakan, rencana itu hanya akan berhasil jika pemerintah menjangkau mereka yang terkena dampak perubahan peraturan penggunaan lahan. “Peluang pendapatan alternatif harus diciptakan, sehingga lahan dapat terus digunakan,” katanya.

Kubu oposisi Kristen Demokrat CDU/CSU menilai, rencana itu belum memperlihatkan “konsep keseluruhan yang menggabungkan perlindungan iklim dan adaptasi iklim.”

hp/yf (afp, kna)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles