Iran Tolak Berunding Dengan AS Soal Nuklir

by -20 views
iran-tolak-berunding-dengan-as-soal-nuklir

Iran membatalkan keikutsertaan dalam perundingan informal dengan AS yang dimediasi Uni Eropa. Pembatalan itu diyakini sebagai strategi untuk menekan Washington agar mencabut sanksi.


Seorang staf memindahkan bendera Iran

Seorang staf memindahkan bendera Iran setelah pengumuman Perjanjian Nuklir dengan Cina, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, Juli 2015

Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan tidak akan bergabung dalam perundingan nuklir yang dimediasi Uni Eropa, selama Amerika Serikat belum tergerak mengurangi sanksi.

“Menimbang tindakan dan pernyataan terbaru dari Amerika Serikat dan tiga kekuatan Eropa, Iran tidak menilai ini saat yang tepat buat menggelar pertemuan informal dengan negara-negara ini, seperti diusulkan kantor urusan luar negeri Uni Eropa,” kata juru bicara Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh, Minggu (28/02).

Amerika Serikat mengaku kecewa atas pernyataan tersebut, meski tetap siap “kembali ke diplomasi yang bermanfaat” bersama Iran. Washington mengatakan bakal berkonsultasi dengan negara-negara lain untuk mencari jalan keluar.

AS, UE, dan Iran sedianya bertemu secara informal dalam pertemuan yang dimediasi Josep Borell, Utusan Tinggi Urusan Luar Negeri Uni Eropa. Meski menolak bernegosiasi, Teheran mengatakan akan tetap berkomunikasi dengan Borell.

Sebaliknya, Presiden AS Joe Biden berulang kali mengatakan siap kembali ke meja perundingan. Dia menyaratkan Iran harus terlebih dahulu menunjukkan itikad baik untuk tunduk pada Perjanjian Nuklir 2015, sebelum bisa dihidupkan kembali.

Kedua pihak bersitegang soal siapa yang harus mengambil langkah pertama. Teheran bersikeras AS harus mencabut sanksi yang diputuskan bekas Presiden Donald Trump. 

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan pihaknya tetap berniat mendorong tercapainya “sikap saling taat” terhadap butir perjanjian. Menurutnya negosiasi dengan Inggris, Cina, Prancis, Jerman, dan Rusia adalah jalan terbaik.

Pembatasan program nuklir Iran sesuai Perjanjian Nuklir 2015

Iran sepakat mengurangi kemandirian dalam memproduksi bahan bakar nuklir dan membatasi pengembangannya hanya untuk keperluan damai. Sebaliknya DK PBB mencabut sanksi secara bertahap sampai 2020, ketika embargo senjata terhadap Iran dicabut.

Diplomasi tarik ulur

Penolakan Iran diyakini merupakan salah satu strategi negosiasi yang dijalankan Teheran, tutur seorang pejabat tinggi keamanan AS. Sementara seorang pejabat lain mengakui AS tidak terikat pada format tertentu perundingan.

“Kami tidak mengira bahwa ini adalah jalan buntu. Tentunya hal ini disayangkan, bahwa Iran mengatakan ‘tidak, tapi kami terbuka bagi ide lain’,” kata dia. “Kalau mereka menginginkan kami menyepakati format perundingan, kami tidak akan bersikeras pada satu bentuk saja.”

Sebelumnya, Badan Nuklir Iran mendesak pengawas nuklir PBB, IAEA, agar tidak menerima resolusi AS yang mengritik sikap Teheran mereduksi inspeksi. “Jika Dewan Gubernur IAEA mengadopsi resolusi melawan Iran, kami akan menunjukkan reaksi yang setimpal,” kata Ali Akbar Salehi seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA.

Dalam pernyataan tertulis yang diperoleh Reuters dan dikirimkan sebelumnya kepada negara anggota IAEA sebelum pertemuan triwulan dewan gubernur, Iran mengancam akan membatalkan perjanjian yang dibuat dengan IAEA sepekan silam.

  • Pada 22 September 1980, diktator Irak Saddam Hussein mengirim pasukannya ke negara tetangga Iran

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Konflik teritorial

    Pada 22 September 1980, diktator Irak Saddam Hussein mengirim pasukannya ke negara tetangga Iran. Ini jadi awal mula perang mematikan selama delapan tahun yang menewaskan ratusan ribu orang. Konflik perbatasan wilayah berlarut-larut jadi pemicu perselisihan dua negara mayoritas Muslim Syiah ini.

  • Lima tahun sebelumnya, pada Maret 1975, Hussein, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Irak, dan Raja Iran saata itu Shah Pahlavi menandatangani perjanjian di Aljazair, untuk menyelesaikan sengketa perbatasan

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Perjanjian Aljazair

    Lima tahun sebelumnya, pada Maret 1975, Saddam Hussein, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Irak, dan Raja Iran saat itu Shah Pahlevi menandatangani perjanjian di Aljazair, untuk menyelesaikan sengketa perbatasan. Baghdad menuduh Teheran merencanakan serangan dan memutuskan mengevakuasi tiga pulau strategis di Selat Hormuz, yang diklaim milik Iran dan UEA.

  • Pada 17 September 1980, Baghdad menyatakan Perjanjian Aljazair batal demi hukum dan menuntut kendali atas semua wilayah perbatasan Shatt al-Arab, sungai sepanjang 200 kilometer pertemuan sungai Tigris dan Sungai Efrat yang bermuara di Teluk Persia

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Sumber air

    Pada 17 September 1980, Baghdad menyatakan Perjanjian Aljazair batal demi hukum dan menuntut kendali atas semua wilayah perbatasan Shatt al-Arab, sungai sepanjang 200 kilometer pertemuan sungai Tigris dan Sungai Efrat yang bermuara di Teluk Persia.

  • Pasukan Hussein meledakkan bandara Iran, termasuk yang ada di Teheran, serta fasilitas militer dan kilang minyak Iran. Pada pekan pertama pasukan Irak berhasil merebut kota Qasr-e Shirin dan Mehran, serta pelabuhan Khorramshahr di barat daya Iran, di mana posisi Sungai Shatt al-Arab bermuara ke teluk

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Pemboman pelabuhan dan kota

    Pasukan Irak meledakkan bandara Iran, termasuk yang ada di Teheran, serta fasilitas militer dan kilang minyak Iran. Pada pekan pertama pasukan Irak berhasil merebut kota Qasr-e Shirin dan Mehran, serta pelabuhan Khorramshahr di barat daya Iran, di mana posisi Sungai Shatt al-Arab bermuara.

  • Ajatollah Ruhollah Chomeini (Getty Images/Keystone)

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Musuh bersama

    Banyak negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Kuwait, mendukung Baghdad dalam perang melawan Iran. Hal ini didasari kekhawatiran atas perlawanan Syiah di Timur Tengah yang dipelopori oleh Ayatollah Khomeini dalam Revolusi Iran. Negara-negara Barat juga mendukung Baghdad dan menjual senjata kepada Saddam Hussein.

  • Serangan balik Iran mengejutkan Irak ketika Teheran berhasil menguasai kembali pelabuhan Khorramshahr. Baghdad mengumumkan gencatan senjata dan menarik kembali pasukannya, tetapi Teheran menolaknya dan terus membom kota-kota Irak. Sejak April 1984, kedua belah pihak terlibat dalam perang kota, di mana sekitar 30 kota di kedua belah pihak dihujani serangan rudal

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Dipukul mundur Iran

    Serangan balik Iran mengejutkan Irak ketika Teheran berhasil menguasai kembali pelabuhan Khorramshahr. Baghdad mengumumkan gencatan senjata dan menarik kembali pasukannya, tetapi Teheran menolaknya dan terus membom kota-kota Irak. Sejak April 1984, kedua belah pihak terlibat dalam “perang kota”, di mana sekitar 30 kota di kedua belah pihak dihujani serangan rudal.

  • Peristiwa Halabja (Fred Ernst/AP/picture-alliance)

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Penggunaan senjata kimia

    Salah satu yang jadi sorotan dalamperang ini adalah penggunaan senjata kimia. Teheran pertama kali melontarkan tuduhan tahun 1984 – dikonfirmasi oleh PBB – dan juga pada tahun 1988. Juni 1987, pasukan Irak menjatuhkan gas beracun di kota Sardasht, Iran. Maret 1988, Iran mengklaim Baghdad menggunakan senjata kimia kepada penduduk sipilnya di kota Halabja di utara Irak yang dikuasai Iran.

  • Pada 18 Juli 1988, Khomeini menerima resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri perang. Meskipun jumlah pasti dari mereka yang tewas dalam perang tidak diketahui, sedikitnya 650.000 orang tewas dalam perang tersebut. Gencatan senjata diumumkan pada 20 Agustus 1988

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Gencatan senjata

    Pada 18 Juli 1988, Khomeini menerima resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri perang. Meskipun jumlah pasti dari mereka yang tewas dalam perang tidak diketahui, sedikitnya 650.000 orang tewas dalam perang tersebut. Gencatan senjata diumumkan pada 20 Agustus 1988.

  • Penggulingan rezim Saddam Hussein oleh AS pada tahun 2003 membuka era baru di Timur Tengah. Hubungan antara Irak dan Iran telah membaik sejak saat itu dan kedua negara meningkatkan kerjasamanya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya

    Mengenang 40 Tahun Perang Iran vs Irak

    Lembaran baru

    Penggulingan rezim Saddam Hussein oleh AS pada tahun 2003 membuka era baru di Timur Tengah. Hubungan antara Irak dan Iran telah membaik sejak saat itu dan kedua negara meningkatkan kerjasamanya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. (Ed: rap/hp)

    Penulis: Shamil Shams


Kesepakatan itu dibuat setelah parlemen Iran mengesahkan UU Nuklir yang membatalkan Perjanjian Nuklir 2015. Di dalamnya Teheran mengizinkan inspeksi terbatas IAEA selama perundingan masih berlangsung.

Hingga kini belum jelas apakah IAEA akan mengadopsi resolusi AS tersebut.

Khatibzadeh mengatakan IAEA tidak perlu meributkan “resolusi atau negosiasi” terkait Perjanjian Nuklir. Menurutnya, justru Amerika Serikat yang harus “mengakhiri sanksi sepihak dan ilegal, serta kembali menghormati komitmennya sendiri.”

rzn/ae (rtr, afp)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *