26.5 C
Jakarta
Sunday, May 22, 2022

Inilah Tutorial Shalat Bagi Orang yang Sakit | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com–  Shalat merupakan ibadah paling...

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Termasuk dari syarat thawaf...

Intelijen AS: Penasihat Putin Beri Informasi Keliru tentang Perang di Ukraina | DW | 31.03.2022

WorldIntelijen AS: Penasihat Putin Beri Informasi Keliru tentang Perang di Ukraina | DW | 31.03.2022

Presiden Vladimir Putin mendapat informasi yang salah dari para penasihatnya tentang invasi Rusia ke Ukraina. Terbukti saat pasukan Rusia menyabotase peralatan dan tidak sengaja menembak jatuh pesawat mereka sendiri.

Presiden Rusia Vladimir Putin

Kepala Badan Spionase GCHQ Inggris Jeremy Fleming mengatakan Putin telah meremehkan perlawanan Ukraina, kemampuan komunitas internasional, dan dampak sanksi ekonomi

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mendapatkan informasi evaluasi yang jujur dari para penasihatnya tentang situasi perang di Ukraina, menurut laporan Gedung Putih.

“Kami yakin dia mendapat informasi yang salah dari para penasihatnya tentang seberapa buruk kinerja militer Rusia dan bagaimana ekonomi Rusia dilumpuhkan oleh sanksi,” kata Direktur Komunikasi Gedung Putih Kate Bedingfield, Rabu (30/03), mengutip informasi intelijen.

“Penasihat senior Putin terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya,” tambahnya.

“Kami memiliki informasi bahwa Putin merasa disesatkan oleh militer Rusia, yang mengakibatkan ketegangan terus-menerus antara Putin dan kepemimpinan militernya,” katanya.

Dia tidak akan memberikan rincian yang lebih konkret. Saat ditanya mengapa Amerika Serikat mempublikasikan informasi ini, Bedingfield mengatakan langkah itu untuk menunjukkan “kesalahan strategis” yang dilakukan Putin dalam menyerang Ukraina.

Ketegangan antara Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu

Beberapa jam setelah Gedung Putih merilis informasi tersebut, Kepala Badan Spionase GCHQ Inggris Jeremy Fleming pada Kamis (31/03) mengatakan bahwa pemimpin Rusia telah melebih-lebihkan kemampuan militernya. 

“Kami telah melihat tentara Rusia – kekurangan senjata dan moral – menolak untuk melaksanakan perintah, menyabotase peralatan mereka sendiri, dan bahkan secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat mereka sendiri,” kata Fleming dalam pidato yang disiapkan di Universitas Nasional Australia, Canberra.

Laporan mata-mata AS dan Inggris dirilis setelah pertanyaan tentang hubungan Putin dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, yang menghilang dari pandangan publik selama berminggu-minggu sebelum muncul kembali pada 26 Maret lalu, mengemuka. Ada ketegangan antara Putin dan Kementerian Pertahanan Moskow, yang berasal dari ketidakpercayaan pemimpin Rusia tersebut terhadap kepemimpinan militer.

  • Seorang tentara Rusia memegang pistol

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Berkaitan, tetapi tak sama

    Ketegangan antara Rusia dan Ukraina memiliki sejarah sejak Abad Pertengahan. Kedua negara memiliki akar yang sama, pembentukan negara-negara Slavia Timur. Inilah sebabnya mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut kedua negara itu sebagai “satu orang”. Namun, sebenarnya jalan kedua negara telah terbagi selama berabad-abad, sehingga memunculkan dua bahasa dan budaya — erat, tapi cukup berbeda.

  • Sebuah keluarga menonton pidato pengunduran diri Presiden Soviet Mikhail Gorbachev ketika Uni Soviet runtuh pada 25 Desember 1991

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    1990-an, Rusia melepaskan Ukraina

    Ukraina, Rusia, dan Belarus menandatangani perjanjian yang secara efektif membubarkan Uni Soviet pada Desember 1991. Moskow sangat ingin mempertahankan pengaruhnya di kawasan itu dan melihat Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang baru dibentuk sebagai alat untuk melakukannya. Sementara Rusia dan Belarus membentuk aliansi yang erat, Ukraina semakin berpaling ke Barat.

  • Penjaga perbatasan Ukraina berdiri di sebuah pos pemeriksaan dari wilayah yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Sebuah perjanjian besar

    Pada tahun 1997, Rusia dan Ukraina menandatangani Treaty on Friendship, Cooperation and Partnership, yang juga dikenal sebagai “Perjanjian Besar”. Dengan perjanjian ini, Moskow mengakui perbatasan resmi Ukraina, termasuk semenanjung Krimea,kawasan hunian bagi mayoritas etnis-Rusia di Ukraina.

  • Presiden Rusia Vladimir Putin

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Retakan muncul pasca-Soviet

    Krisis diplomatik besar pertama antara kedua belah pihak terjadi, saat Vladimir Putin jadi Presiden Rusia masa jabatan pertama. Pada musim gugur 2003, Rusia secara tak terduga mulai membangun bendungan di Selat Kerch dekat Pulau Tuzla Ukraina. Kiev melihat ini sebagai upaya Moskow untuk menetapkan ulang perbatasan nasional. Konflik diselesaikan usai kedua presiden bertemu. 

  • Viktor Yanukovych

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Revolusi Oranye

    Ketegangan meningkat selama pemilihan presiden 2004 di Ukraina, dengan Moskow menyuarakan dukungannya di belakang kandidat pro-Rusia, Viktor Yanukovych. Namun, pemilihan itu dinilai curang. Akibatnya massa melakukan Revolusi Oranye atau demonstrasi besar-besaran selama 10 hari dan mendesak diadakannya pemilihan presiden ulang.

  • Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Dorongan bergabung dengan NATO

    Pada tahun 2008, Presiden AS saat itu George W. Bush mendorong Ukraina dan Georgia untuk memulai proses bergabung dengan NATO, meskipun ada protes dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Jerman dan Prancis kemudian menggagalkan rencana Bush. Pada pertemuan puncak NATO di Bucharest, Rumania, akses dibahas, tetapi tidak ada tenggat waktu untuk memulai proses keanggotaan.

  • Warga meninggalkan rumah mereka di timur Ukraina

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Tekanan ekonomi dari Moskow

    Pendekatan ke NATO tidak mulus, Ukraina melakukan upaya lain untuk meningkatkan hubungannya dengan Barat. Namun, musim panas 2013, beberapa bulan sebelum penandatanganan perjanjian asosiasi tersebut, Moskow memberikan tekanan ekonomi besar-besaran pada Kiev, yang memaksa pemerintah Presiden Yanukovych saat itu membekukan perjanjian. Aksi protes marak dan Yanukovych kabur ke Rusia.

  • Pasukan Rusia ikut serta dalam latihan militer di Krimea

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Aneksasi Krimea menandai titik balik

    Saat kekuasaan di Kiev kosong, Kremlin mencaplok Krimea pada Maret 2014, menandai awal dari perang yang tidak dideklarasikan antara kedua belah pihak. Pada saat yang sama, pasukan paramiliter Rusia mulai memobilisasi pemberontakan di Donbas, Ukraina timur, dan melembagakan “Republik Rakyat” di Donetsk dan Luhansk. Setelah pilpres Mei 2014, Ukraina melancarkan serangan militer besar-besaran.

  • Prajurit pro-Rusia di pos pengamatan mengawasi drone pada posisi milisi rakyat Republik Rakyat Donetsk, Donbas, Ukraina

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Gesekan di Donbass

    Gesekan di Donbass terus berlanjut. Pada awal 2015, separatis melakukan serangan sekali lagi. Kiev menuding pasukan Rusia terlibat, tetapi Moskow membantahnya. Pasukan Ukraina menderita kekalahan kedua, kali ini di dekat kota Debaltseve. Mediasi Barat menghasilkan Protokol Minsk, sebuah kesepakatan dasar bagi upaya perdamaian, yang tetap belum tercapai hingga sekarang.

  • (Kiri ke kanan) Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers setelah KTT Normandia pada Oktober 2019

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Upaya terakhir di tahun 2019

    KTT Normandia di Paris pada Desember 2019 adalah pertemuan langsung terakhir kalinya antara Rusia dan Ukraina. Presiden Vladimir Putin tidak tertarik untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy. Rusia menyerukan pengakuan internasional atas Krimea sebagai bagian dari wilayahnya, menuntut diakhirinya tawaran keanggotaan NATO bagi Ukraina dan penghentian pengiriman senjata ke sana. (ha/as)

    Penulis: Roman Goncharenko


Kini, pasukan Ukraina telah merebut kembali wilayah dalam beberapa hari terakhir – termasuk pinggiran kota Irpin yang strategis di Kyiv – ketika serangan Rusia tampaknya terhenti lima minggu setelah invasi dimulai pada 24 Februari 2022.

Fleming juga menambahkan bahwa dinas intelijen Inggris telah mendeteksi “niat berkelanjutan” dari Rusia untuk mengganggu pemerintah Ukraina dan sistem militernya. Dan “kami tentu telah melihat indikator yang menunjukkan aktor siber Rusia mencari target di negara-negara yang menentang tindakan mereka,” dia memperingatkan.

Di medan perang di Ukraina, Moskow dilaporkan menggunakan tentara bayaran dan pejuang asing untuk mendukung pasukannya. Mereka termasuk Grup Wagner, yang aktif sejak aneksasi Rusia atas Krimea pada tahun 2014.

“Kelompok itu bekerja sebagai cabang bayangan dari militer Rusia, memberikan penyangkalan yang tidak masuk akal untuk operasi yang lebih berisiko,” katanya.

ha/vlz (dpa, AFP)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles