[INFOGRAFIK] Di Balik Tur Regional Menlu China Wang Yi ke Timur Tengah

by -1 views
[infografik]-di-balik-tur-regional-menlu-china-wang-yi-ke-timur-tengah

Kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Maret 2021 ke Timur Tengah menunjukkan signifikansi negara-negara regional serta upaya China untuk menyaingi pengaruh Amerika Serikat di kawasan.

Kawasan Timur Tengah memiliki signifikansi dalam berbagai aspek geopolitik, mulai dari minyak, jihad, hingga petrodolar. Kawasan itu telah berfungsi sebagai persimpangan berbagai kerajaan selama berabad-abad antara Eropa dan Asia. Dalam sejarah stylish, M.Ok. Bhadrakumar menyoroti dalam opininya di Asia Cases, para penyusup asing menggabungkan realitas pedih baru, mulai dari negara gagal, rakyat yang dipermalukan, ekonomi yang lumpuh, ketidaksetaraan dan kemiskinan yang ekstrem, lingkungan yang hancur, sumber daya yang dijarah, geografi yang berkonflik, dan radikalisme kekerasan.

Baca juga: 3 Hambatan Hubungan Militer China-AS di Laut China Selatan

Kepentingan China pada motif utama untuk merangkul hubungan dengan negara-negara kawasan secara keseluruhan ditunjukkan lewat tur regional Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang mencakup Arab Saudi, Turki, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman sejak 24 Maret 2021.

Keenam negara Timur Tengah itu dilaporkan telah bergabung dalam program Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China. China telah sepakat menjalin kerja sama ekonomi dan penanganan pandemi COVID-19 dengan Timur Tengah, menurut laporan Arab News. Kunjungan Wang kali ini menunjukkan upaya China untuk memperkuat pengaruh di Timur Tengah, yang menimbulkan ancaman bagi posisi Amerika Serikat di kawasan.

Dalam kunjungan Wang pada 24 Maret ke Riyadh, Arab Saudi, kedua negara saling sepakat takkan campur tangan urusan dalam negeri masing-masing. China menegaskan akan mendukung Saudi menjaga kedaulatan, martabat nasional, keamanan, dan stabilitas. Dengan kata lain, China jelas mendukung perang pimpinan Saudi di Yaman.

Sementara itu, Saudi mendukung posisi sah China pada masalah terkait pembatasan kebebasan di Xinjiang, Hong Kong, dan Taiwan. Saudi juga menolak upaya pihak tertentu untuk memperdalam perselisihan antara China dan dunia Islam. Tak lupa, Saudi menekankan kerja sama bilateral dengan China dalam hal minyak mentah, petrokimia, energi nuklir, hingga 5G, telekomunikasi, dan teknologi digital.

Kunjungan Wang ke Ankara, Turki pada 26 Maret menyoroti apresiasi Turki atas inisiatif China untuk mencapai keamanan-stabilitas di Timur Tengah. Kedua negara juga sepakat untuk terus berupaya memperdalam komunikasi-koordinasi dalam urusan regional. Kerja sama bilateral China-Turki mencakup aspek interkoneksi dan interkomunikasi, konstruksi infrastruktur, dan investasi, perkembangan perdagangan bilateral yang lebih seimbang, dan mendorong transaksi dengan mata uang lokal.

Dalam kunjungannya pada 27 Maret ke Teheran, Iran, Wang menandatangani berbagai kesepakatan untuk meperluas kerja sama dan investasi di bidang-bidang termasuk transportasi, kereta api, pelabuhan, energi, industri, perdagangan, dan jasa. Kedua negara juga menyepakati kerja sama ekonomi selama 25 tahun dan berjanji meningkatkan perdagangan bilateral menjadi US$600 miliar pada dekade berikutnya.

Momen kunjungan Wang dan kesepakatan China-Iran juga menandai peringatan 50 tahun pembentukan hubungan diplomatik China-Iran. Iran berjanji akan memasok minyak-gas ke China, Asia Cases melaporkan, sementara China akan mengucurkan investasi dan pembiayaan atas proyek hulu dan hilir di industri energi Iran. Kunjungan Wang menegaskan pengakuan China atas signifikansi Iran di kawasan serta penolakan terhadap isolasi Iran oleh Amerika Serikat dan dari dunia, terutama di tengah macetnya upaya pembaruan perjanjian nuklir Iran JCPOA.

Selanjutnya, dikutip dari Republika, kunjungan Wang ke Uni Emirat Arab dan Bahrain menggarisbawahi kerja sama peluncuran vaksin COVID-19 Sinopharm dengan China. Di UEA, vaksin COVID-19 Sinopharm China diluncurkan dengan nama Hayat-Vax.

Berikutnya selama berkunjung ke Muscat, Oman pada 29 Maret, dilansir dari Atlantic Council, China melalui Menlu Wang menuntaskan perjanjian perdagangan bebas Dewan Kerja Sama China-Teluk (GCC) yang telah dinegosiasikan sejak lama.

Baca juga: Habis-habisan Kejar Sabuk dan Jalan China, India Unggul di Iran

Menlu China Wang Yi

Penulis dan editor: Fadhila Eka Ratnasari

Desainer grafis: Syifa Abdurrozak

Keterangan foto utama: Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (kanan) saat bertemu dengan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di NEOM, Arab Saudi, 24 Maret 2021 dalam serangkaian tur regional Wang ke kawasan Timur Tengah. (Foto: Xinhua/Tu Yifan)

[INFOGRAFIK] Di Balik Tur Regional Menlu China Wang Yi ke Timur Tengah

, , , , , , , , ,

Leave your vote

368 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *