in ,

India Adalah Negara dengan Biaya Langganan Streaming Paling Murah Sedunia

Akui saja kerjaan kita selama PSBB enggak jauh-jauh dari makan, tidur, main game dan nonton Netflix. Mungkin saking seringnya nonton maraton serial atau film, kita sampai bingung mau streaming apa lagi. Netflix menawarkan hiburan yang bisa bikin kita lupa dengan kelamnya dunia saat ini, sehingga enggak mengherankan kalau layanan streaming semacamnya laku keras selama pandemi corona. Harganya yang murah juga memengaruhi seseorang untuk berlangganan pada platform-platform tersebut. Di India, misalnya, kalian bisa menjadi anggota premium dengan harga yang sangat terjangkau.

Studi terbaru, yang diterbitkan perusahaan riset keamanan siber VPNPro, menunjukkan India memiliki biaya langganan hiburan online paling murah sedunia. Bersama dengan Brasil dan Argentina, platform seperti Netflix, Amazon Prime Video, Spotify dan Xbox Games menerapkan tarif yang lebih rendah daripada negara-negara lainnya.

Orang India bisa mengaktifkan paket bulanan Amazon Prime Video hanya dengan membayar Rs 129 (Rp24 ribu) saja, di saat harganya mencapai $12,99 (Rp188 ribu) di Amerika Serikat. India juga menjadi negara keenam dengan paket Netflix termurah. Harga untuk pilihan satu layar standard definition (SD) cuma Rs 499 atau setara Rp95 ribu, yang berarti hampir 90 persen lebih murah dari Swiss ($12,48 atau Rp180 ribu). Tak hanya itu saja, Netflix juga menawarkan paket mobile—hanya ada di Indonesia dan India—dengan harga Rs 199 (Rp38 ribu). Paket ini lebih mahal 11 ribu di Indonesia.

Kalian bisa berlangganan Spotify seharga Rs 120 alias Rp23 ribu di India, sedangkan di Denmark kalian harus membayar 10 kali lipatnya yaitu Rs 1.134 (Rp217 ribu). Paket bulanan Apple Music di Denmark 1.045 persen lebih mahal dari India, sedangkan Spotify 850 persen lebih mahal.

Harga game juga cukup murah. Game Xbox di India diberi harga Rs 2.048 (Rp393 ribu), hampir setengah harga di Arab Saudi (Rs 3.973 atau Rp762 ribu).

Praktik diskriminasi harga lah yang menyebabkan perbedaannya. Penyedia layanan memaksimalkan keuntungan dengan taktik ini, karena mereka bertujuan menagih pelanggan sebanyak yang dibayarkan. “Kami melihat lebih banyak insentif bagi penyedia supaya layanannya lebih mudah diakses,” bunyi laporan tersebut. “Itu berarti harganya lebih bervariasi di antara negara kaya dan tidak.”

Walaupun kelihatannya sangat murah, harga-harga ini masih cukup tinggi buat orang India. Jika kita melihat paritas daya beli (PPP) di sana, harga layanan-layanan streaming ini relatif kurang terjangkau. Mungkin harga game Xbox lebih murah di India, tapi sebenarnya 11 kali lipat lebih mahal daripada Singapura jika mempertimbangkannya sebagai persen PDB.

Meskipun begitu, penyedia layanan sukses meyakinkan orang-orang untuk berlangganan. Hasil survei, yang dilakukan sebelum pandemi pada Maret, menemukan 80 persen orang India telah beralih dari televisi ke platform streaming online.

Follow Satviki di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

mampir-ke-kontes-binaraga-alami-bebas-steroid-dan-bentuk-otot-yang-masuk-akal

Mampir ke Kontes Binaraga Alami Bebas Steroid dan Bentuk Otot yang Masuk Akal

mola-tv-pidanakan-penyedia-streaming-sepak-bola-ilegal-di-jabar-dan-jatim

Mola TV Pidanakan Penyedia Streaming Sepak Bola Ilegal di Jabar dan Jatim