28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Hukum Shalat Witir 3 Rakaat dengan 1 Salam | Bincang Syariah

IslamiHukum Shalat Witir 3 Rakaat dengan 1 Salam | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com – Shalat witir adalah salat yang berjumlah rakaat ganjil yang dilaksanakan di malam hari selepas salat Isya. Bagaimana hukum shalat witir 3 rakaat dengan 1 salam? (Baca: Apakah Niat Shalat Witir Harus Menggunakan Kata Min?)

Madzhab Syafii menyatakan bahwa shalat witir ini hukumnya ialah sunnah muakkad, yakni sunnah yang senantiasa dilaksanakan oleh Rasulullah Saw. Dalil pensyariatan salat witir bisa kita simak pada hadis berikut:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: “Jadikan shalatmu yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir” (HR al-Bukhari Muslim)

Shalat witir ini boleh dilaksanakan sebanyak 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh al-Malibari dalam kitab Fathul Muin, juz I, h. 288:

)وأقله ركعة) وإن لم يتقدمها نفل من سنة العشاء أو غيرها. قال في المجموع: وأدنى الكمال ثلاث، وأكمل منه خمس فسبع فتسع، (وأكثره إحدى عشرة) ركعة

Artinya: “Minimalnya salat witir adalah satu rakaat, meskipun tidak didahului salat sunah berupa salat sunah (ba’diyah) Isya’ atau salat lainnya. Imam Nawawi berkata dalam kitab al-Majmu’: “jumlah rakaat yang mendekati  sempurna adalah tiga rakaat, dan jumlah yang paling sempurna adalah lima rakaat lalu tujuh rakaat lalu sembilan rakaat”. Paling banyak ialah 11 rakaat”.

Di bulan ramadhan, shalat witir biasanya dilaksanakan secara berjamaah sesudah pelaksanaan salat tarawih. Umumnya yang dilakukan ialah 3 rakaat. Namun, di masyarakat Indonesia, ada perbedaan pelaksanaan, yakni ada yang shalat witir 3 rakaat dengan 2 salam dan ada yang shalat witir 3 rakaat dengan 1 salam.

Perbedaan pelaksanaan shalat witir tersebut hendaknya tidak usah menjadi polemik yang berkepanjangan mengingat kedua dihukumi sama-sama sah.

Untuk model pelaksanaan yang pertama, yakni shalat witir 3 rakaat dengan 1 salam atau diistilahkan dengan “memisah” rakaat, hal ini dianggap sah sebagaimana hadis Nabi yang menyatakan bahwa salat (sunah) di malam hari itu 2 rakaat salam, 2 rakaat salam dan diakhiri witir 1 rakaat salam:

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( صَلاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

Dari Ibn Umar Ra., Nabi Saw. bersabda, “Salat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Maka apabila engkau takut masuk waktu subuh, hendaklah melakukan witir satu rakaat.” (HR. Bukhari, no. 1137 dan Muslim, no. 749)

Sementara pelaksaanaan salat witir 3 rakaat 1 salam atau diistilahkan dengan “menyambung” rakaat, hukumnya juga diperbolehkan dengan beberapa persyaratan sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Sulaiman al-Bujairami dalam Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj, juz III, h. 152:

)ولمن زاد على ركعة) في الوتر (الوصل بتشهد) في الأخيرة (أو تشهدين في الأخيرتين) للاتباع في ذلك رواه مسلم ، والأول أفضل ، ولا يجوز في الوصل أكثر من تشهدين ، ولا فعل أولهما قبل الأخيرتين لأنه خلاف المنقول من فعله صلى الله عليه وسلم

Artinya: “Bagi orang yang melaksanakan witir lebih dari satu rakaat maka boleh baginya untuk menyambung witir dengan satu tasyahud di akhir rakaat atau dua tasyahud di dua rakaat terakhir. Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Namun, praktik yang pertama (satu tasyahud) lebih utama. Dalam menyambung rakaat dilarang lebih dari dua tasyahud dan juga tidak boleh melakukan awal dari dua tasyahud sebelum dua rakaat terakhir, sebab praktik demikian tidak pernah ditemukan dalam shalat Rasulullah Saw.”

Wallahu a’lam bi shawab

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles