Hukum Menyembelih Hewan Kurban Melewati Hari Tasyriq

by -9 views
hukum-menyembelih-hewan-kurban-melewati-hari-tasyriq
Hukum Menyembelih Hewan Kurban Melewati Hari Tasyriq
Hukum Menyembelih Hewan Kurban Melewati Hari Tasyriq

BincangSyariah.Com– Bagaimana hukum menyembelih hewan kurban melewati hari tasyriq? Apakah kurban sah? Atau tergolong sedekah biasa. Simak penjelasannya.

Pengertian Ibadah Kurban

Pada dasarnya penyembelihan hewan kurban dapat terlaksana selama 4 hari mulai dari hari raya Idul Adha tanggal (10 Dzulhijjah) hingga lewatnya 3 hari Tasyriq (11,12 dan 13 Dzulhijjah) tiap tahunnya.

Penyembelihan hewan kurban dalam fikih populer dengan “Udhiyah” atau “Tadhiyah” yang awal waktunya mulai penyembelihan, waktu dhuha.

Yang kemudian dalam bahasa Indonesia dikenal dengan ibadah “kurban”, yang berasal dari kata “qaruba- yaqrubu-qurbanan” yang memiliki makna dekat. Karena dengan penyembelihan tersebut diharapkan dapat mendekatkan diri bagi yang berkurban kepada Allah. Sebagaimana Syekh Muhammad bin Qasim al-Ghazi dalam kitabnya “Fath al-Qarib” hal 311  mendefinisikannya sebagai berikut:

  بضم الهمزة  في الاشهر, وهي اسم لما يذبح من النعم يوم عيد النحر وأيام التشريق تقربا إلى الله تعالى

Udhiyah dengan dhammahnya hamzah dalam pendapat yang paling masyhur merupakan nama untuk hewan ternak (kambing, sapi dan unta) yang disembelih pada saat hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq untuk mendekatkan diri kepada Allah”.

Batas Waktu Penyembelihan Hewan Kurban

Adapun waktu masuk penyembelihan hewan kurban tersebut adalah dari setelah masuknya waktu shalat Dhuha dengan kadar telah melaksanakan shalat dua rakaat dan dua khutbah.

Sebagaimana penjelasan oleh Imam Abi Ishak al-Syirazi (393 H) dalam kitabnya “al-Muhadzab Juz II hal 831 berikut:

ويدخل وقتها إذا مضي بعد دخول وقت صلاة الأضحى قدر ركعتين وخطبتين, فإن ذبح قبل ذلك لم يجزه, لما روى البراء بن عازب رضي الله عنه قال: ” خطب النبي صم يوم النحر بعد الصلاة فقال: من صلى صلاتنا هذه ونسك نسكنا هذه فقد أصاب سنتنا, ومن نسك قبل صلاتنا فذلك شاة لحم, فليذبح مكانها”

Waktu penyembelihan hewan kurban mulai dari ketika telah terlewat setelah masuknya waktu shalat Dhuha kadar dua rakaat dan dua khutbah. Jika penyembelihan sebelum waktu tersebut maka tidak mencukupkan.

Karena hadits riwayat dari al-Barra’ bin Azib Ra berkata: “ Nabi Saw berkhutbah pada saat hari raya Idul Adha setelah shalat, beliau bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan shalat seperti kami dan beribadah (menyembelih) seperti kami maka ia telah melaksanakan sunnah kami. Barangsiapa menyembelih sebelum shalat kami maka itu (sembelihannya) ialah daging kambing (biasa), maka sembelihlah sesuai tempatnya”.

Hukum Menyembelih Hewan Kurban Melewati Hari Tasyriq

Waktu penyembelihan hewan kurban selama 4 hari, mulia waktu dhuha tanggal 10 Dzulhijjah (hari raya Idul Adha) hingga terlewatnya hari Tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah). Lantas bagaimana jika penyembelihan qurban, tidak dalam waktu tersebut?

Imam Abi Ishak al-Syirazi (393 H)  berkata demikian:

ويبقى وقتها إلى أخر أيام التشريق, لما روي جبير بن مطعم قال: قال رسول الله صم: ” كل أيام التشريق أيام ذبح”, فإن لم يضح حتى مضت أيام التشريق نظرت فإن كان ما يضحي تطوعا لم يصح, لأنه ليس بوقت لسنة الأضحية, وإن كان نذرا لزمه أن يضحي, لأنه وجب عليه ذبحه فلم يسقط بفوات الوقت

Waktu penyembelihan hewan kurban  sampai  akhir dari hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). Karena riwayat dari Jubair bin Muth’im berkata: Rasulullah Saw bersabda: “seluruh hari Tasyriq adalah waktu menyembelih”.

Jika seseorang belum menyembelihnya hingga terlewat hari Tasyriq maka tinjauan hukumnya berikut: jika termasuk kurban sunnah maka tidak sah, karena bukan termasuk dari waktu sunnah untuk menyembelih kurban.

Jika termasuk kurban nadzar (wajib) maka wajib baginya untuk menyembelihnya, kewajiban tersebut tidak gugur sebab terlewatnya waktu penyembelihan

Demikian penjelasan terkait hukum menyembelih hewan kurban melewati hari Tasyriq. Semoga bermanfaat. (Baca juga: Hukum Adzan Sebelum Menyembelih Kurban).

Leave a Reply

Your email address will not be published.