Hukum Memakai Kacamata Bagi Wanita Saat Ihram | Bincang Syariah

by -6 views
hukum-memakai-kacamata-bagi-wanita-saat-ihram-|-bincang-syariah

BincangSyariah.Com– Bagaimanakah hukum memakai kacamata saat ihram haji dan umrah bagi perempuan? Langkah ini ditempuh disebabkan suhu udara yang panas serta cuaca kawasan Arab yang kurang menguntungkan.

Keadaan ini, menyebabkan sebagian jamaah haji menyiasatinya dengan sejumlah langkah antisipasi demi kelancaran dan kenyamanan ibadah hajinya. Mereka pada umumnya mengenakan kacamata hitam, entah karena sakit atau sekedar mengurangi sengatan terik matahari. 

Hukum Memakai Kacamata Saat Ihram

Dalam literatur kitab fikih, disebutkan keterangan yang menjelaskan bahwa termasuk hal yang dilarang saat Ihram bagi wanita adalah menutup wajah. Apabila hal ini dilanggar dengan sengaja tanpa ada alasan kuat, maka menyebabkan wajibnya membayar fidyah. 

Bentuk fidyah dalam permasalahan ini adalah menyembelih kambing kurban, puasa tiga hari atau bershodaqoh 3 sho’ pada 6 orang miskin. Sebagaimana keterangan Syekh Abu Syuja dalam kitab Taqrib berikut,

فصل ويحرم على المحرم عشرة أشياء لبس المخيط وتغطية الرأس من الرجل والوجه من المرأة  وترجيل الشعر وحلقه وتقليم الأظفار والطيب وقتل الصيد وعقد النكاح والوطء والمباشرة بشهوة 

Artinya, “Pasal. Jamaah haji yang sedang ihram haram melakukan sepuluh hal:

mengenakan pakaian berjahit, menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, mengurai rambut, mencukur rambut, memotong kuku, mengenakan wewangian, membunuh binatang buruan, melangsungkan akad nikah, dan berhubungan badan. Demikian juga dengan bermesraan dengan syahwat.”

وفي جميع ذلك الفدية إلا عقد النكاح فإنه لا ينعقد ولا يفسده إلا الوطء في الفرج ولا يخرج منه بالفساد في فاسده 

Artinya, “Semua larangan itu (jika dilanggar) terdapat sanksi fidyah kecuali akad nikah, maka nikahnya tidak sah. Tidak ada yang merusak haji kecuali larangan hubungan badan melalui kemaluan.

Jamaah haji yang melakukan hubungan badan tidak boleh keluar dari rangkaian ibadah haji karena telah rusak ibadahnya (tetapi menyelesaikannya hingga selesai).

Namun demikian, masih terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai wanita menggunakan kaca mata saat ihram. Tetapi mayoritas membolehkannya.

Karena menganggap kaca mata hanya sebagai penutup mata, bukan penutup muka. Sebagaimana dalam keterangan kitab Syarah Al-Yaquut Al-Nafis berikut,

 ويحرم على المرأة ستر الوجه ويجوز لبس المخيط ومن هنا نشأ الخلاف بين العلماء فى حكم وجه المرأة وكفيها هل هما عورة –الى ان قال- قالوا يجب عليه الستر اذا خشيت الفتنة أما اذا امنت الفتنة فلاتستره ومما لاشك فيه أن الفتنة فى هذا الزمان غير مأمونة ويجوز لها لبس النظارة

Artinya: “Diharamkan bagi wanita untuk menutup wajahnya dan diperbolehkan baginya untuk memakai pakaian berjahit, tetapi masih timbul perbedaan pendapat diantara ulama mengenai hukum wajah dan kedua telapak tangan wanita apakah keduanya termasuk aurat. 

Sebagian dari para ulama mengatakan wajib hukumnya bagi perempuan untuk menutupnya apabila hawatir adanya fitnah, apabila aman dari fitnah maka tidak perlu menutupnya.

Dan telah diketahui pada zaman ini bahwa fitnah tidak bisa dirasa aman. Tetapi, diperbolehkan bagi wanita untuk memakai kacamata.”

Demikian penjelasan mengenai hukum memakai kacamata bagi wanita saat ihram haji dan umrah. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. (Baca: Hukum Memakai Celana Dalam Tanpa Jahitan Saat Ihram).

Leave a Reply

Your email address will not be published.