25.6 C
Jakarta
Tuesday, May 17, 2022

Hukum Donor Darah Saat Puasa Ramadhan | Bincang Syariah

IslamiHukum Donor Darah Saat Puasa Ramadhan | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Saat Ramadhan, jamak para kaum muslimin yang melakukan d darah. Hal itu untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Lantas bagaimana hukum donor darah saat puasa Ramadhan, apakah puasa batal?

Penting diketahui terlebih dahulu, proses donor darah dilakukan dengan proses injeksi di bagian tangan. Yang dalam hal ini melalui anggota tubuh bagian luar.

Pada sisi lain, Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam al Fiqhu Islami wa Adillatuhu menjelaskan tindakan melukai tubuh selain hijamah, masuk dalam perkara yang tidak membatalkan puasa. Misalnya, mimisan, melukai tubuh, dan tranfusi darah. Syekh Wahbah al Zuhaili berkata;

لَا يُفْطِرُ الصَّائِمُ بِمَا يَأْتِيْ –إلى أن قال- وَإِخْرَاجِ الدَّمِ بِرُعَافٍ، وَجَرْحِ الصَّائِمِ نَفْسَهُ أَوْ جَرَحَهُ غَيْرُهُ بِإِذْنِهِ وَلَمْ يَصِلْ إِلَى جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ آلَةِ الْجَرْحِ، وَلَوْ كَانَ الْجَرْحُ بَدَلَ الْحِجَامَةِ، لِأَنَّهُ لَا نَصَّ فِيْهِ، وَالْقِيَاسُ لَا يَقْتَضِيْهِ.

“Tidak batal puasa dengan hal-hal sebagai berikut; dan mengeluarkan darah sebab mimisan, melukai diri atau dilukai orang lain atas seizinnya dan tidak ada sesuatu dari alatnya yang masuk pada lubang tubuh, meski sebagai ganti dari hijamah, sebab tidak ada nash di dalam hal tersebut dan qiyas tidak menuntutnya”.

Islam itu mudahIslam itu mudah

Sementara itu dalam buku Tuntunan Lengkap Puasa dari Hujjatul Islam dan Sulthanul Ulama; Kitab Puasa Imam Al Ghazali dan Syekh Izzuddin bin Abdussalam, dijelaskan menurut ulama segela sesuatu yang keluar dari tubuh, baik berupa darah, nanah, air kencing, nanah, dan sebagainya tidak membatalkan puasa.

Yang membatalkan puasa bukan sesuatu yang keluar dari tubuh, melainkan sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran terbuka yang terhubung ke saluran jauf (lubang terbuka seperti hidung) atau perut.

Donor darah saat puasa, tidak termasuk membatalkan puasa juga difatwakan oleh Dar Ifta Mesir. Dalam fatwanya, Lembaga Fatwa Mesir itu mengatakan donor darah dari orang yang berpuasa, tidak termasuk yang membuat puasa batal. Pasalnya, donor darah sama dengan bekam. Praktik itu pernah dilakukan Rasulullah saat beliau tengah puasa.

Dar Ifta Mesir berfatwa;

سحب الدم من الصائم غير مفطر؛ لأنه يشبه الحجامة، وقد احتجم رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو صائم، ثم إن سحب الدم مما خرج وليس مما دخل، ولا يفطر ما خرج، لقول ابن عباس رضي الله عنهما: «إنّما الفطر ممّا دخل وليس ممّا خرج»، ولكن يكره ذلك للصائم إن لم يكن له حاجة؛ لأنه قد يضعف عن الصيام فيفطر

Donor darah dari orang yang berpuasa tidak membatalkan puasa karena donordarah sama dengan bekam. Rasulullah SAW, melakukan bekam saat beliau berpuasa.

Selain itu, donor darah adalah sesuatu yang keluar dari tubuh, bukan sesuatu yang masuk. Puasa tidak batal karena sesuatu yang keluar dari tubuh. Ini berdasarkan perkataan Ibnu Abbas, bahwa puasa batal akibat sesuatu yang masuk, bukan sesuatu yang keluar.

Akan tetapi, melakukan donor darah bagi orang yang berpuasa hukumnya adalah makruh jika tidak ada kebutuhan karena bisa berakibat pada lemahnya tubuh sehingga mendorong orang yang berpuasa untuk membatalkan puasa.

Demikian penjelasan ulama terkait hukum donor darah saat puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat. (Baca:Hukum Mendonorkan Organ Tubuh Setelah Meninggal Menurut Islam).

Tulisan ini merupakan kerjasama antara Bincang Syariah X Bincang Muslimah. Selama Ramadhan ini kami akan menayangkan pelbagai konten tentang “Islam Itu Mudah”. Ikuti terus konten keislaman Bincang Syariah selama Ramadhan 1443 H.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles