28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Hong Kong Kecam Laporan Inggris dan AS soal Hukum Kemananan Nasional | DW | 01.04.2022

WorldHong Kong Kecam Laporan Inggris dan AS soal Hukum Kemananan Nasional | DW | 01.04.2022

Hong Kong menolak tuduhan “tidak berdasar dan tidak masuka akal” yang dibuat dalam laporan kebijakan dari Inggris dan AS tentang situasi politik dan hukum yang memburuk karena diberlakukannya hukum keamanan nasional.

Inggris dan AS pada hari Kamis (31/03) merilis laporan dengan kritikan yang merinci kekhawatiran tentang tergerusnya kebebasan ekonomi Hong Kong dan pembungkaman perbedaan pendapat di legislatif kota, masyarakat sipil, dan media.

Laporan tersebut muncul setelah dua hakim senior Inggris, Robert Reed dan Patrick Hodge, mengundurkan diri dari pengadilan tinggi Hong Kong pada hari Rabu (30/03) karena undang-undang keamanan nasional yang menghukum pelanggaran seperti subversi dengan hukuman penjara seumur hidup.

Menanggapi laporan ini, Pemerintah Hong Kong pada hari Jumat (01/04) menyatakan, pihaknya menolak tuduhan “tidak berdasar dan tidak masuk akal” yang dibuat dalam laporan-laporan kebijakan dari Inggris dan Amerika Serikat (AS) tentang situasi politik dan hukum yang memburuk karena diberlakukannya undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menyebut pengunduran diri dua hakim senior Inggris itu “bermotivasi politik”, sementara Cina menyalahkan pengunduran diri kedua hakim karena “tekanan Inggris” dalam melawan undang-undang keamanan nasional.

“Kami sangat menentang tuduhan tidak berdasar dan tidak masuk akal terhadap pemerintah daerah administrasi khusus Hong Kong yang dibuat oleh negara asing melalui berbagai laporan,” kata pemerintah Hong Kong dalam sebuah pernyataan dikuti dari kantor berita Reuters.

“Pemerintah mendesak negara-negara asing untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri Cina melalui urusan Hong Kong,” lanjut pernyataan itu.

Dua hakim Inggris mengundurkan diri dari Hong Kong

Pemerintah di London menyatakan, “tidak mungkin” untuk dapat mempertahankan kedua hakim Inggris itu untuk tetap melayani di pengadilan tinggi Hong Kong, dengan alasan situasi politik dan hukum Hong Kong “sekarang telah memburuk melampaui titik di mana dapat diterima untuk melayani hakim Inggris untuk mengambil bagian.”

Hakim Inggris telah lama bertugas di antara para pakar hukum asing yang ditunjuk untuk Pengadilan Banding Terakhir Hong Kong (CFA), sebuah pengaturan yang dibuat sebelum penyerahan Hong Kong ke Cina pada tahun 1997 untuk menjaga kepercayaan pada sistem hukum terpisah yang secara luas dipandang sebagai landasan kebebasan sosial dan komersial di sana.

  • Proteste in Hongkong (Getty Images/AFP/Ye Aung Thu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Protes di Kampus Politeknik

    Inilah kampus Universitas Politeknik. Para demonstran dipukul mundur di sini dan terlibat dalam bentrokan dengan polisi selama lebih dari 24 jam. Di kampus, ratusan orang berbekal senjata alat pembakar dan senjata rakitan sendiri. Untuk menangkal polisi, mereka menyalakan api besar-besar.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Siu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Diringkus dan ditangkap

    Aktivis melaporkan bahwa polisi mencoba menyerbu gedung universitas. Karena gagal, aparat pun menciduk para demonstran di sekitaran universitas. Mahasiswa yang ingin meninggalkan kampus ditangkap. Polisi mengatakan mereka menembakkan amunisi di dekat universitas pada pagi hari, tetapi tidak ada yang tertembak.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Peter)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Gagal melarikan diri

    Di luar kampus, polisi bersiaga dengan meriam air. Asosiasi mahasiswa melaporkan bahwa sekitar 100 mahasiswa mencoba meninggalkan gedung universitas. Namun mereka terpaksa kembali ke dalam gedung kampus ketika polisi menembakkan gas air mata ke arah mereka.

  • Cross Harbour Tunnel Blockade Hongkong (Reuters/T. Peter)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Lokasi strategis penting

    Universitas Politeknik menjadi penting dan strategis bagi para demonstran karena terletak di pintu masuk terowongan yang menghubungkan daerah itu dengan pulau Hong Kong. Dalam beberapa hari terakhir, pengunjuk rasa telah mendirikan barikade di luar terowongan untuk memblokir pasukan polisi. Ini adalah bagian dari taktik baru untuk melumpuhkan kota dan meningkatkan tekanan pada pemerintah.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Peter)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Apa tuntutannya?

    Protes di Wilayah Administratif Khusus ini telah berlangsung selama lebih dari lima bulan. Tuntutan para demonstran antara lain yaitu pemilihan umum yang bebas dan penyelidikan kekerasan yang dilakukan oleh polisi. Perwakilan pemerintahan Beijing di Hong Kong belum menanggapi kedua tuntutan ini.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Siu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Peningkatan kekerasan

    Protes yang awalnya damai kini berubah menjadi penuh kekerasan. Polisi menindak tegas dan mengancam akan menggunakan amunisi tajam. Aktivis Hong Kong berbicara tentang adanya 4.000 penangkapan sejak protes dimulai. Para demonstran sendiri melawan dengan melempari batu, melemparkan bom Molotov dan menggunakan busur serta anak panah.

  • Proteste in Hongkong (picture-alliance/dpa/Hong Kong Police Dept.)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Busur dan anak panah untuk melawan

    Seorang polisi terluka pada hari Minggu (17/11) akibat tusukan anak panah di kakinya. Aktivis terkenal Hong Kong, Joshua Wong, membenarkan kekerasan yang dilakukan para demonstran. “Dengan protes yang damai, kami tidak akan mencapai tujuan kami. Dengan kekerasan saja juga tidak mungkin, kami membutuhkan keduanya,” kata Wong kepada media Jerman, Süddeutsche Zeitung.

  • Proteste in Hongkong (Reuters/T. Siu)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Sembunyikan identitas

    Pemerintah Hong Kong telah melarang pemakaian topeng. Banyak demonstran memakai masker gas untuk perlindungan terhadap serangan gas air mata. Yang lain mengikat kain di depan wajah mereka untuk menyembunyikan identitas. Mereka takut penangkapan dan konsekuensinya jika mereka sampai dikenali.

  • Proteste in Hongkong Soldaten (picture-alliance/dpa/AP/Ng Han Guan)

    Hari-hari Penuh Kekerasan di Hong Kong

    Khawatir militer turun tangan

    Eskalasi kekerasan juga makin berlanjut. Kehadiran beberapa tentara Cina pada hari Sabtu (16/11) di Hong Kong menyebabkan kekhawatiran. Para tentara ini diturunkan untuk membantu membersihkan serakan batu. Di antara para demonstran, muncul kekhawatiran besar bahwa Cina bisa saja menggunakan militernya untuk mengakhiri protes di Hong Kong. (ae/pkp)

    Penulis: Lisa Hänel, Bernd Kling


Sementara itu, sembilan hakim asing lainnya dilaporkan masih akan melayani pengadilan Hong Kong. Lima di antaranya adalah hakim Inggris, tiga orang Australia, dan satu orang Kanada.

Dalam pernyataan bersama, kelima hakim Inggris mengatakan mereka “sepenuhnya puas” dengan kemandirian dan integritas CFA.

“Pada saat kritis dalam sejarah Hong Kong, lebih penting dari sebelumnya untuk mendukung pekerjaan pengadilan banding dalam tugas mereka untuk mempertahankan aturan hukum dan meninjau tindakan mereka,” kata mereka dikutip dari kantor berita AFP.

Aktivis Hong Kong di Inggris, Nathan Law, mendesak hakim yang tersisa untuk mengundurkan diri “secepat mungkin.”

Cina dan Hong Kong semakin “mirip”?

Situasi politik dan hukum di Hong Kong saat ini tengah menjadi perhatian para pebisnis dan diplomat, mengingat pentingnya independensi hukum terhadap status Hong Kong sebagai pusat keuangan global.

Perbedaan antara Hong Kong dan kota-kota di Cina daratan “menyusut karena penindasan yang terus berlanjut dari Republik Rakyat Cina”, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam laporan itu.

Pemerintah Hong Kong mengatakan bangga dengan “komitmen tak tergoyahkan” terhadap supremasi hukum dan peradilan yang independen.

“Pemerintah juga mengatakan berkomitmen kuat untuk menjaga kebebasan pers dan kebebasan berpendapat, dengan media dapat memantau pekerjaan pemerintah dan mengkritik kebijakan selama itu tidak melanggar hukum”, pungkas pernyataan itu.

rap/as (Reuters, AFP)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles