Hewan Ini Memakan Pasangannya Sendiri Saat Kawin

by -1 views

Anehdidunia.com – Praktik memakan dan dimakan bukan hanya terjadi antara hewan predator dan mangsanya. Sejumlah hewan diketahui melakukannya pada pasangannya sendiri saat melakukan perkawinan. Menariknya, praktik hewan memakan pasangannya selalu dilakukan oleh hewan berjenis kelamin betina. Berikut ini adalah 5 contoh hewan yang diketahui memakan pasangan kawinnya sendiri.

Laba-Laba Punggung MerahLaba-Laba Punggung Merah via idntimes.comLaba-laba punggung merah (Latrodectus hasselti) adalah laba-laba yang memperoleh nama demikian karena laba-laba berwarna hitam ini memiliki bercak berwarna merah pada abdomennya. Wujudnya tersebut lantas menjadikan laba-laba ini nampak serupa dengan laba-laba janda hitam yang terkenal akan racunnya yang mematikan. Faktanya, laba-laba punggung merah dan janda hitam aslinya memang masih berkerabat.

Laba-laba punggung merah hanya dapat ditemukan di Australia. Seperti halnya laba-laba janda hitam, laba-laba punggung merah juga memiliki sifat kanibal. Laba-laba betina tidak segan-segan memakan pejantan pasangannya sendiri saat kawin. Sifat kanibal laba-laba punggung merah tidak lepas dari fakta bahwa laba-laba betina ukurannya jauh lebih besar dibandingkan pejantan.

Meskipun betina memiliki sifat kanibal, pejantan tetap melakukan perkawinan supaya ia bisa melanjutkan keturunannya. Saat kawin, pejantan akan menyodorkan abdomennya sendiri ke hadapan betina.

Saat betina sedang sibuk menghisap cairan tubuh pejantan, pejantan akan memasukkan spermanya ke dalam alat kelamin betina memakai kaki depannya. Meskipun pejantan belum tentu mati seusai perkawinan, tingkat kematian laba-laba punggung merah jantan terbilang tinggi karena laba-laba jantan biasanya sudah terlanjur berada dalam kondisi lemah saat perkawinan selesai.

Sifat kanibal laba-laba punggung merah masih belum berhenti sampai di sana. Sesudah kawin, betina akan mengeluarkan telur-telur yang jumlahnya mencapai 250 butir. Saat telurnya menetas, bayi laba-laba yang menetas lebih dulu akan memakan telur yang belum menetas.

GuritaGurita via idntimes.comSiapa yang tidak tahu gurita? Hewan laut ini amat mudah dikenali dengan lengan-lengannya yang panjang dan tubuhnya yang bulat. Karena tubuhnya berbentuk bulat dengan sepasang mata di salah satu ujungnya, orang awam kerap mengira kalau badan gurita adalah kepalanya.

Seperti halnya laba-laba punggung merah, gurita betina juga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan pejantan. Gurita juga memiliki sifat penyendiri yang berarti gurita akan mengusir gurita lain yang berada di dekatnya.

Hal demikian juga berlaku bagu gurita jantan yang mendekati gurita betina. Namun kalau untuk kasus gurita jantan, konsekuensinya bisa berakhir fatal karena gurita betina tidak segan-segan mencengkeram gurita jantan dan kemudian memakannya.

Untungnya, gurita jantan juga memiliki triknya sendiri supaya bisa kawin dengan aman. Gurita jantan bisa memasukkan spermanya ke dalam lubang kelamin betina dengan memakai lengan atau tentakelnya yang panjang.

Jika betina mencoba menangkap jantan dengan cara memegang lengan pejantan, pejantan akan memutus lengannya sendiri dan kemudian kabur saat perkawinan sudah selesai.

Trik ini tidak selalu berhasil karena perkawinan antar gurita biasa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Sebagai contoh, perkawinan gurita Pasifik raksasa bisa berlangsung selama setengah jam. Waktu yang lebih dari cukup bagi betina untuk mendekati tubuh pejantan dan mencengkeramnya hingga tewas.

AnakondaAnakonda via akurat.coJika bicara soal ular-ular bertubuh raksasa, anakonda bakal menjadi salah satu nama yang bakal muncul di benak banyak orang. Faktanya, ular anakonda memang merupakan salah satu ular terbesar di dunia. Ular yang berasal dari Amerika Selatan ini memiliki panjang mencapai 9 meter, diameter 30 cm, dan berat 250 kilogram.

Karena anakonda memiliki tubuh yang begitu berat, anakonda menghabiskan banyak waktunya di dalam air. Hidup di dalam air juga memiliki manfaat lain bagi anakonda. Hewan ini bisa mengendap-endap mendekati mangsanya tanpa ketahuan dan kemudian melilitnya hingga tewas.

Hanya ular anakonda betina yang memiliki ukuran demikian besar. Ular jantan ukurannya hanya sekitar seperempat ukuran betina. Oleh karena itulah, perkawinan antar anakonda bisa menjadi momen yang berbahaya bagi pejantan. Terlebih lagi karena anakonda memang memiliki sifat kanibal.

Lepas dari resiko yang bisa timbul saat kawin, anakonda jantan cenderung menyukai betina yang ukurannya jauh lebih besar. Alasannya sederhana saja. Semakin besar betina yang dikawininya, maka semakin banyak pula telur dan keturunan yang kelak bisa dihasilkannya.

Oleh karena itulah, anakonda jantan siap mengambil resiko untuk kawin dengan betina. Anakonda jantan bisa menemukan betina dengan cara menelusuri senyawa berbau yang dilepaskan oleh betina sesudah berganti kulit.

Kebiasaan anakonda betina memakan pejantan sebenarnya memiliki manfaat lain. Karena anakonda betina bisa berpuasa selama berbulan-bulan hingga bayinya keluar, pejantan yang dimakannya adalah sumber nutrisi berharga bagi betina untuk menghasilkan keturunan terbaik.

Laba-Laba LompatLaba-Laba Lompat via mongabay.co.idLaba-laba terkenal suka membuat sarang jebaka yang terbuat dari jaring. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi laba-laba lompat. Karena laba-laba lompat memiliki penglihatan yang tajam dan gerakan yang lincah, laba-laba mungil ini bisa mendapatkan mangsanya tanpa harus membangun sarang jaring yang merepotkan.

Laba-laba lompat jantan bukanlah hewan yang pemilih dalam hal pasangan kawin. Jika ia berpapasan dengan laba-laba lompat betina, ia akan mengajak betina tersebut untuk kawin bagaimanapun caranya.

Tidak jarang laba-laba lompat jantan kawin dengan betina yang salah. Pasalnya banyak laba-laba lompat dari jenis berbeda yang memiliki penampilan serupa. Ilmuwan memperkirakan kalau ada sekitar 5.000 jenis laba-laba lompat di seluruh dunia.

Kasus salah kawin tergolong sebagai hal yang cukup sering terjadi di dunia hewan. Pasalnya banyak hewan yang memiliki wujud serupa dan tinggal di habitat yang sama.

Pada banyak kasus, hal terburuk yang bisa terjadi dari salah kawin adalah sperma pejantan bakal terbuang sia-sia. Namun selama pejantan tersebut masih hidup, pejantan hanya perlu kawin lagi dengan betina dari jenis yang sesuai.

Namun kalau untuk kasus laba-laba lompat, kawin dengan betina yang salah bisa berarti kematian. Pasalnya laba-laba lompat memiliki sifat kanibal. Beberapa jenis laba-laba lompat juga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan jenis lainnya sehingga pejantan dari jenis yang lebih kecil bisa tewas dimakan oleh betina yang hendak dikawininya.

Belalang SembahBelalang Sembah via netral.news.comBelalang sembah atau cengcorang adalah serangga yang memperoleh nama demikian karena kaki depannya nampak seperti orang yang sedang berdoa. Kaki depan itu sendiri aslinya berbentuk demikian supaya belalang sembah bisa menangkap mangsanya dengan lebih mudah.

Belalang sembah sudah lama dikenal sebagai serangga dengan sifat kanibal. Karena belalang sembah betina memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan pejantan, belalang sembah betina bisa mengalahkan pejantan dengan mudah dan memakannya.

Namun berbeda dengan anggapan awam, kasus pejantan mati dimakan oleh betina saat kawin sebenarnya tergolong jarang terjadi. Dari sekian banyak perkawinan antar belalang sembah yang terjadi, hanya sekitar 28 persen di antaranya yang berakhir dengan kematian sang pejantan. Betina biasanya hanya akan memakan pejantan jika betina berada dalam kondisi sangat lapar.

Meskipun kebiasaan betina memakan pejantan seusai kawin terlihat kejam, sebenarnya ada alasan kuat mengapa betina sebaiknya melakukannya. Betina yang memakan pejantan pasangannya cenderung menghasilkan telur lebih banyak. Pejantan yang dimakan oleh betina juga memiliki peluang lebih besar untuk menurunkan gennya pada keturunan betina.

Sumber :

10 Animals With Cannibalistic Sex Habits – Listverse

Some postcoital practices are far more dangerous than an after-sex cigarette. If you belong to an arthropod species where one partner frequently devours the other, making babies may be the last thing you ever do. Some species of spiders, slugs, and insects regularly include a spot of cannibalism in their reproductive habits.

https://australian.museum/learn/animals/spiders/redback-spider/

BBC Earth | Home

Welcome to BBC Earth, a place to explore the natural world through awe-inspiring documentaries, podcasts, stories and more.

BBC Earth | Home

Welcome to BBC Earth, a place to explore the natural world through awe-inspiring documentaries, podcasts, stories and more.

Male Spiders Risk Death By Courting the Wrong Females

Male jumping spiders are not what you’d call picky. In fact, the tiny arachnids try to court every female they see-even when she’s a different species. But boldness has its costs. Female jumping spiders are larger than the males, and voracious predators to boot.

Leave your vote

554 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *