Hepatitis Akut, Menko PMK Minta Kemenkes Proaktif Telusuri Kasus secara Masif – kbr.id

by -4 views
hepatitis-akut,-menko-pmk-minta-kemenkes-proaktif-telusuri-kasus-secara-masif-–-kbr.id
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhajir Effendy

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendy dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan soal hepatitis akut (Foto: Youtube Kemenkes)

KBR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Kementerian Kesehatan agar proaktif melakukan penelusuran secara masif di daerah-daerah untuk mendeteksi keberadaan kasus dugaan hepatitis akut. Kata dia, hal ini penting dilakukan untuk mendeteksi dini dan mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat.

“Saya rasa, kita tidak ada jeleknya kalau lebih ofensif. Jadi tidak menunggu, tapi proaktif melakukan penyisiran besar-besaran di setiap daerah, untuk memastikan bahwa hepatitis akut ini belum menyebar kemana-mana. Kalau toh sudah menyebar juga bisa terdeteksi sejak dini dan segera bisa diatasi,” kata Muhadjir dalam konferensi pers daring, Kamis (5/5/2022).

Muhadjir mengingatkan, untuk segera mengantisipasi berita-berita hoaks terkait hepatitis akut yang dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19 untuk anak. Menurut dia, kasus ini sudah menjadi persoalan global, dan Kementerian Kesehatan juga telah sigap untuk mengambil langkah-langkah preventif dan kuratif untuk menangani gejala hepatitis akut ini.

Baca juga: Hepatitis Akut, Tak Sepenuhnya Misterius

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia, yang belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Kebijakan ini setelah Kementerian Kesehatan menemukan kasus tiga pasien anak yang meninggal dunia saat dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut. Hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Kasus tersebut terjadi dalam kurun waktu dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Editor: Citra Dyah Prastuti

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.