Hendra/Ahsan Dukung Usulan PP PBSI Ubah Sistem Poin Pertandingan

by -1 views
hendra/ahsan-dukung-usulan-pp-pbsi-ubah-sistem-poin-pertandingan

Jakarta | Ganda putra nomor dua dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendukung Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) terkait usulan perubahan sistem poin pertandingan dari 3×21 menjadi 5×11 ke Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Meski mendukung, The Daddies juga tak menepis bahwa wacana tersebut sangat memungkinkan menghadirkan tantangan baru dalam persaingan bulutangkis dunia.

“Saya secara pribadi sih setuju saja dengan perubahan skor. Kalau sampai diterapkan, ini sangat positif karena pertandingan tidak akan terlalu lama dan stamina juga bisa dihemat. Tantangannya nanti menjadi fokus yang harus siap dari awal, tidak boleh telat panas,” kata Hendra Setiawan dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Djarumbadminton.com.

Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan Mohammad Ahsan. Usulan PP PBSI untuk mengubah sistem poin pertandingan dari 3×21 menjadi 5×11 dianggap Ahsan sangat bagus, apalagi untuk pemain berusia seperti dia dan Hendra. “Kalau menurut saya bagus untuk atlet yang sudah senior, karena pastinya permainan jadi cepat dan saya rasa gap sesama pemain lain jadi tidak jauh,” ujar Ahsan mengutip detikSport.com.

Lebih lanjut Ahsan mengatakan bahwa dia memiliki pengalaman saat bertandingan dengan penerapan sistem poin 5×11. Tepatnya pada 2017 lalu, saat dia berpasangan dengan Rian Agung Saputro. “Dari awal memang harus langsung in (panas). Kalau enggak pasti kewalahan walaupun lawan jauh di bawah. Apalagi stage atas, pastinya bisa jadi rata semua kekuatan,” jelasnya.

Walaupun sudah pernah punya pengalaman dengan sistem tersebut, namun peraih gelar Juara Dunia 2013, 2015 dan 2019 itu tidak mau sesumbar untuk memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk beradaptasi andai format tersebut diterapkan. Apalagi, beberapa waktu lalu, Presiden BWF, Poul-Erik Høyer menyatakan bahwa sistem perhitungan poin 5×11 ini baru akan diperkenalkan selepas gelaran Olimpiade Tokyo 2020, Juli hingga Agustus 2021 mendatang.

“Saya tidak tahu harus berapa lama. Tapi pasti dari kita akan beradaptasi lagi dari latihan dan programnya karena itu akan berubah juga biasanya,” tandasnya.

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *