Hadis-hadis tentang Adab Ketika Bersin dalam Islam

by -1 views
hadis-hadis-tentang-adab-ketika-bersin-dalam-islam

Harakah.id – Adab ketika bersin menjadi salah satu hal yang tak luput dalam perhatian Islam. Ada adab-adab tertentu yang penting diperhatikan ketika mengalami bersin, sebagaimana dalam hadis-hadis tentang adab ketika bersin dalam Islam.

Seperti kita pahami, bersin sendiri merupakan sesuatu yang lumrah. Bersin tidak selalu menandakan masuknya bakteri atau virus penyabab penyakit berat tertentu, misalnya gejala flu dan sebagainya. Bisa saja ini terjadi akibat masuknya polusi dan debuk kecil melalui hidung. Karena itu, tubuh merespon dengan bersin untuk mengeluarkan dan membersihkan kotoran tersebut dari tubuh kita.

Berikut hadis-hadis tentang adab bersin dalam Islam sebagaimana dipraktikkan dan diperintahkan oleh Rasulullah saw.

Pertama, ketika bersin seseorang hendaknya menutup mulut dan wajah dengan tangan atau kain. Seperti dikisahkan Abu Hurairah,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ

“Sesungguhnya Nabi Saw ketika bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Al-Tirmidzi].

Hikmah atau tujuan menutup muka terutama area mulut dan hidung ini adalah supaya kotoran yang keluar karena bersin tidak berhamburan ke udara, atau bahkan mengenai pada orang lain.

Baca Juga: Akhlak dan Adab Bergaul dengan Kerabat yang Non-Muslim, “Silaturahimlah dengan Mereka”

Adab kedua ketika bersin, seseorang hendaknya tidak melepaskan suara sepuas-puasnya. Sebisa mungkin, dalam Islam, seseorang yang bersin hendaknya merendahkan suara sehingga mengganggu atau menyakiti orang lain. Selain itu, dinyatakan dalam hadis Nabi Muhammad saw., bahwa setan senang terhadap orang yang mengeraskan suara saat bersin.

Nabi Muhammad saw bersabda;

إذا تجشأ أحدكم أو عطس فلا يرفعن بهما الصوت ، فإن الشيطان يحب أن يرفعه بهما الصوت

“Jika salah seorang di antara kalian bersendawa atau bersin, maka jangan mengeraskan suara dengan keduanya. Karena setan senang terhadap salah seorang dari kalian yang mengeraskan suara saat bersin dan bersendawa.” [HR. Al-Dailami].

Baca Juga: Islam Muliakan Manusia Sampai Mati, Ini Tiga Adab Membawa Jenazah yang Penting Kamu Ketahui!

Ketiga, membaca alhamdulillah setelah bersin dengan suara yang bisa agar terdengar orang lain. Sebagaimana dalam hadis Nabi Muhammad saw. tentang mengucap alhamdulillah ketika bersin. Sementara orang lain yang mendengarnya, mengucap yarhamukallah, lalu orang yang tadi bersin kembali membalas yahdikumullah wa yushlihu balakum.

Hal ini dijelaskan dalam hadis,

ِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, ‘Alhamdulillah’ dan saudaranya atau temannya (yang mendengar) hendaklah mengucapkan, ‘Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu).’ Jika saudaranya berkata ‘Yarhamukallah,’ maka hendaknya dia berkata, ‘Yahdikumullah wa yushlihu balakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” [HR. Al-Bukhari].

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia theplieh

saya adalah admin di https://t.co/m6Yub2LJMv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *