26.5 C
Jakarta
Sunday, May 22, 2022

Inilah Tutorial Shalat Bagi Orang yang Sakit | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com–  Shalat merupakan ibadah paling...

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Termasuk dari syarat thawaf...

Gelar Pertemuan, Cina Berambisi Dukung Pembangunan di Afganistan | DW | 30.03.2022

RagamGelar Pertemuan, Cina Berambisi Dukung Pembangunan di Afganistan | DW | 30.03.2022

Ambisi Cina untuk memiliki andil besar dalam stabilitas dan pembangunan Afganistan di bawah Taliban, sekaligus meningkatkan statusnya, diperlihatkan dalam pertemuan multinasional yang diadakan mulai Rabu (30/03).

Cina, Rusia, Pakistan, Iran, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan direncanakan akan mengirim perwakilan ke pertemuan multinasional pada Rabu (30/03). Sebuah pertemuan terpisah dari “Extended Troika” yang diadakan secara bersamaan antara utusan khusus untuk Afganistan dari Cina, Amerika Serikat, dan Rusia, kata Kementerian Luar Negeri Cina.

“Cina, AS, Rusia, dan Pakistan adalah negara-negara yang memiliki pengaruh signifikan dalam masalah di Afganistan,” kata juru bicara kementerian Wang Wenbin tentang pertemuan Troika pada briefing harian, Selasa (29/03).

Pembicaraan itu akan “bergema positif dengan pertemuan ketiga menteri luar negeri negara-negara tetangga Afganistan, yang diharapkan dapat lebih memperkuat konsensus semua pihak … untuk membantu Afganistan mencapai perdamaian, stabilitas, dan pembangunan pada tahap awal,” kata Wang.

Menteri Luar Negeri Wang Yi akan mewakili Cina dan menteri luar negeri yang ditunjuk Taliban, Amir Khan Muttaqi, akan mewakili Afganistan dalam pertemuan regional. Qatar dan Indonesia ditunjuk menjadi perwakilan sebagai tamu undangan.

Perwakilan Khusus AS untuk Afganistan Tom West akan mewakili AS pada pembicaraan Extended Troika, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri yang enggan menyebut identitas mengatakan pada Selasa (29/03). Pakistan juga akan hadir dan Cina diyakini juga mengundang perwakilan Taliban, kata juru bicara itu.

Pertemuan berlangsung di Tunxi, Cina

Kepentingan kelompok diselaraskan pada kebutuhan Taliban memenuhi komitmennya untuk membangun pemerintahan yang benar-benar inklusif, tidak ada tempat bagi terorisme, stabilitas ekonomi, dan menghormati hak asasi manusia, hak perempuan, dan hak-hak minoritas, kata juru bicara.

Cina belum mengakui pemerintah garis keras baru Afganistan, tetapi juga telah menahan diri untuk kritik keras Taliban.

Pertemuan diadakan di Tunxi, sebuah kota kuno di provinsi Anhui, memungkinkan para perwakilan dari negara-negara lain untuk tidak menjalani karantina virus corona selama 21 hari yang diwajibkan bagi para pelancong internasional ke ibu kota Beijing dan kota-kota besar Cina lainnya.

  •  Restoran di Herat ini yang sudah menerima pelanggan lagi.

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Dunianya laki-laki

    Foto dan video yang muncul dari Afganistan menunjukkan kembalinya aktivitas di jalanan perkotaan, seperti restoran di Herat ini yang sudah menerima pelanggan lagi. Tapi ada satu perbedaan mencolok dari sebelumnya: di meja hanya ada laki-laki saja, sering kali mengenakan pakaian kurta tradisional, tunik selutut. Perempuan di ruang publik menjadi hal langka di perkotaan.

  • Di sebuah universitas swasta di Kabul. Ada tirai yang memisahkan mahasiswanya.

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Harus terpisah

    Di sebuah universitas swasta di Kabul. Ada tirai yang memisahkan mahasiswanya. Pemisahan antara perempuan dan laki-laki ini sekarang menjadi kebijakan resmi dan kemungkinan akan terus menyebar. “Pembelajaran campur, lelaki-perempuan, bertentangan dengan prinsip Islam, nilai-nilai nasional, adat dan tradisi,” kata Abdul Baghi Hakkani, Menteri Pendidikan Taliban di Kabul.

  •  Para perempuan ini yang sedang dalam perjalanan mereka ke masjid di Herat

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Kebebasan yang hilang

    Seperti para perempuan ini yang sedang dalam perjalanan mereka ke masjid di Herat, setelah 20 tahun pasukan sekutu memerangi Taliban, kebebasan yang dulu didapatkan perempuan dengan cepat terhapus. Bahkan olahraga akan dilarang untuk pemain perempuan, kata Ahmadullah Wasik, wakil kepala Komisi Kebudayaan Taliban.

  • Pos pemeriksaan Taliban di Kabul

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Pos pemeriksaan di mana-mana

    Pemandangan di jalan juga didominasi oleh pos pemeriksaan Taliban. Ketika orang-orang bersenjata berat mengintimidasi warga, warga berusaha keras untuk berbaur. Pakaian gaya Barat menjadi semakin langka dan pemandangan tentara bersenjata lengkap semakin umum.

  • Buruh harian laki-laki duduk di pinggir jalan di Kabul

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Menunggu pekerjaan

    Di Kabul, buruh harian laki-laki duduk di pinggir jalan, menunggu tawaran pekerjaan. Afganistan, yang sudah berada dalam situasi ekonomi yang genting bahkan sebelum pengambilalihan Taliban, sekarang terancam “kemiskinan universal” dalam waktu satu tahun, menurut PBB. 98% warganya tahun depan akan hidup dalam kemiskinan, dibandingkan dengan 72% pada saat ini.

  • Perempuan Afganistan menggelar aksi protes di Kabul, 9 September 2021

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Tetap mencoba melawan

    Perempuan Afganistan, meskipun ditindas secara brutal, terus menuntut hak mereka atas pendidikan, pekerjaan, dan persamaan hak. Namun PBB memperingatkan bahwa protes damai juga disambut dengan kekerasan yang meningkat. Para Islamis militan menggunakan pentungan, cambuk dan peluru tajam membubarkan aksi protes. Setidaknya empat orang tewas dan banyak lainnya yang cedera.

  • Perempuan pendukung Taliban menggelar aksi di Kabul, 11 September 2021

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Ada juga perempuan yang ‘pro’ Taliban

    Perempuan-perempuan ini, di sisi lain, mengatakan mereka senang dengan orde baru. Dikawal oleh aparat keamanan, mereka berbaris di jalan-jalan mengklaim kepuasan penuh dengan sikap dan perilaku Taliban, dan mengatakan bahwa mereka yang melarikan diri dari negara itu tidak mewakili semua perempuan. Mereka percaya bahwa aturan Islam menjamin keselamatan mereka.

  • Seorang perempuan pendukung Taliban berbicara di podium universitas di Kabul, 11 September 2021

    Afganistan: Perubahan Keseharian di Bawah Kekuasaan Taliban

    Menyelaraskan arah

    Demonstrasi pro-Taliban termasuk undangan bagi wartawan, berbeda dengan protes anti-Taliban. Yang terakhir, wartawan melaporkan mereka telah diintimidasi atau bahkan dilecehkan. Ini adalah tanda yang jelas dari perubahan di bawah Taliban, terutama bagi perempuan. (kp/hp)

    Penulis: Claudia Dehn, Sonya Angelica Diehn


Langkah Cina menjangkau sumber daya alam Afganistan

Sebulan sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, Wang menjamu delegasi kelompok itu dalam sebuah pertemuan pada 28 Juli 2021 di kota pelabuhan Tianjin, Cina. Wang menyebut kelompok itu sebagai kekuatan “penting” bagi perdamaian dan rekonstruksi di Afganistan.

Wang juga melakukan kunjungan dadakan di Kabul pada pekan lalu untuk bertemu dengan para pemimpin Taliban, di tengah kemarahan komunitas internasional atas langkah kelompok itu yang melarang pembukaan sekolah bagi anak perempuan di atas kelas enam. Cina mengandalkan pendekatan semacam itu untuk menangkis tuduhan dari negara-negara muslim tentang perlakuannya terhadap minoritas Uighur.

Perhatian utama Cina lainnya adalah mengejar peluang dalam mengeksploitasi cadangan sumber daya Afganistan yang luas dan belum berkembang, terutama tambang Mes Aynak yang diyakini menyimpan cadangan tembaga terbesar di dunia.

Pemerintah Afganistan telah melihat kekayaan mineral negara itu, yang diperkirakan bernilai $1 triliun, sebagai kunci untuk masa depan yang makmur, tetapi tidak ada yang mampu mengembangkannya di tengah perang dan kekerasan yang berkelanjutan. Sekarang, banyak negara, termasuk Iran, Rusia, dan Turki sedang mencari cara untuk berinvestasi, mengisi kekosongan yang tersisa setelah penarikan pasukan AS.

Pada pertemuan pekan ini, Cina akan berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai negara yang selalu menyalurkan bantuan kemanusiaan dan proyek pembangunan ekonomi di Afganistan dan secara terbuka akan menyerukan AS untuk mencairkan aset dan rekening pemerintah Afganistan, kata ilmuwan politik Universitas Columbia Alexander Cooley, seorang ahli di Asia Tengah.

“Cina diam-diam menegaskan dirinya sebagai kekuatan eksternal terkemuka di kawasan ini,” kata Cooley. “Dengan melakukan itu, ia akan memposisikan dirinya sebagai pengkritik kebijakan regional Amerika Serikat dan sebagai pemimpin alternatif dari koalisi kemanusiaan yang terdiri dari tetangga Afganistan.”

ha/yf (AP)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles