Gara-Gara Wabah, 5 Hewan Ini Dibunuh Secara Besar-Besaran Oleh Manusia

by -0 views

Anehdidunia.com – Manusia dan hewan sudah begitu lama hidup berdampingan satu sama lain. Namun dekatnya hubungan antara manusia dengan hewan juga membawa dampak negatif yang tidak diharapkan. Sejumlah hewan menjadi perantara penyebaran penyakit mematikan pada manusia.

Akibatnya, banyak hewan yang dibunuh secara massal oleh manusia supaya penyebaran penyakit tersebut bisa dihentikan. Berikut ini adalah contoh hewan-hewan yang menjadi korban pemusnahan oleh manusia setiap kali muncul wabah di suatu tempat.

KelelawarKelelawar health.detik.comSejak permulaan tahun 2020, dunia dihebohkan oleh wabah penyakit Covid-19. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang menyerang saluran pernapasan. Saking tingginya tingkat penularan dan angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini, sejumlah negara sampai memberlakukan kebijakan lockdown untuk membatasi penyebaran virus.

Kendati asal usul virus corona masih belum diketahui secara akurat, virus ini diyakini berasal dari sebuah pasar di kota Wuhan yang menjual daging hewan mentah. Kebetulan kota Wuhan merupakan salah satu kota pertama yang dilanda wabah Covid-19. Dan kelelawar yang dijual di pasar tersebut diyakini menjadi awal penyebaran virus corona ke manusia.

Kabar tersebut lantas membuat orang-orang di belahan dunia lain merasa panik. Mereka kini merasa khawatir kalau kelelawar yang ada di dekat tempat tinggal mereka mungkin bakal menjadi perantara penyebaran virus corona juga.

Akibat pola pikir itulah, kawanan kelelawar di sejumlah lokasi menjadi sasaran pembantaian. Pada bulan Maret 2020, pemerintah kota Solo di Jawa Tengah memusnahkan ratusan ekor kelelawar yang dijual di pasar hewan Depok. Kelelawar-kelelawar tersebut banyak dijual di sana karena bisa diolah menjadi bahan obar tradisional.

Ada lebih dari 190 ekor kelelawar yang dibunuh dalam kebijakan pembasmian ini. Kelelawar-kelelawar tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar. Sebelum dibakar, kelelawar-kelelawar tersebut dibius terlebih dahulu.

NyamukNyamuk via grid.idSiapa yag tidak tahu nyamuk? Serangga kecil ini sudah begitu dikenal oleh manusia sebagai serangga yang mengganggu. Pasalnya nyamuk memiliki kebiasaan untuk hinggap pada manusia dan menghisap darah korbannya.

Nyamuk begitu dibenci oleh manusia karena gigitan serangga ini terasa gatal dan bekas gigitannya nampak seperti bisul kecil. Dalam kasus yang lebih parah, nyamuk bisa menjadi perantara penyebaran penyakit-penyakit berbahaya seperti malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, dan lain sebagainya.

Hanya nyamuk betina yang menghisap darah manusia karena nyamuk membutuhkan protein dalam darah manusia untuk memberi makan telur-telurnya. Nyamuk jantan di lain pihak tidak pernah menggigit manusia karena bisa hidup dari memakan nektar bunga.

Sepanjang perjalanan sejarahnya, manusia sudah melakukan segala cara untuk membasmi nyamuk. Mulai dari menyemprotkan pembasmi serangga hingga menaburi bubuk abate ke air untuk membunuh jentik-jentiknya. Tindakan preventif seperti memasang kawat nyamuk dan obat nyamuk bakar juga dilakukan supaya nyamuk tidak menggigit manusia saat sedang tidur.

Meskipun manusia sudah mencoba segala cara untuk membasmi nyamuk, nyatanya nyamuk masih tetap banyak ditemui hingga sekarang. Akibat ukurannya yang kecil dan kemampuannya untuk berkembang biak dengan cepat, nyamuk pun tetap memiliki populasi yang melimpah hingga sekarang.

BabiBabi via cnnindonesia.comDi Indonesia, babi bukanlah hewan yang banyak dikonsumsi karena adanya larangan dalam agama Islam. Namun lain halnya jika kita bicara soal negara-negara lain yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam. Babi merupakan salah satu hewan yang paling banyak dikonsumsi di negara-negara tersebut.

Babi banyak dikonsumsi karena daging babi memiliki rasa yang enak. Di negara-negara Barat, daging babi dikenal dengan nama bacon. Babi juga tergolong sebagai hewan yang mudah dipelihara karena babi bisa hidup hanya dari memakan kotoran dan sampah organik sisa-sisa manusia.

Meskipun begitu, babi pada tahun 2009 lalu juga sempat menjadi momok. Wabah flu babi yang muncul di tahun tersebut menjadi penyebabnya. Akibat wabah tersebut, sebanyak hampir 300 ribu orang di seluruh dunia dikabarkan meninggal dunia.

Meskipun diberi nama flu babi, penyakit ini aslinya hanya bisa menular dari manusia ke manusia. Sebutan flu babi diberikan karena virus penyebab penyakit ini memiliki kemiripan dengan virus flu yang menjangkiti babi.

Lepas dari hal tersebut, orang-orang di banyak negara sudah terlanjur menaruh rasa takut kepada babi. Dampaknya, pemerintah di sejumlah negara kemudian melakukan pemusnahan babi secara massal dengan dalih mengerem penyebaran virus ini.

Di Mesir contohnya, ada 300 ribu babi yang dimusnahkan sebagai bagian dari kampanye penanggulangan flu babi. Akibatnya, bentrokan pun sempat timbul antara aparat dengan peternak babi setempat. Tindakan pemerintah Mesir tersebut juga turut dikritik oleh PBB karena tidak ada bukti jika babi-babi di negara tersebut mengandung virus.

AyamAyam via kompas.comAyam merupakan salah satu hewan yang paling banyak diternakkan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Alasannya sederhana saja. Makanan hasil olahan daging ayam merupakan hidangan yang amat digemari. Ayam juga memiliki metode perawatan yang relatif mudah.

Oleh karena itulah, saat muncul wabah flu burung di kawasan Asia, kepanikan langsung muncul di kalangan publik. Flu burung adalah sebutan untuk penyakit menyerupai flu yang menjangkiti unggas dan manusia. Wabah ini disebabkan oleh virus H5N1.

Flu burung amat ditakuti karena sekali penyakit ini menjangkiti unggas di suatu peternakan, maka unggas-unggas yang ada di peternakan tersebut bisa mengalami kematian massal dalam waktu yang amat singkat. Akibatnya, pemilik peternakan pun bakal mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Flu burung juga menjadi momok karena virus ini bisa menular dari unggas ke manusia. Penularan biasanya terjadi ketika seseorang memegang bangkai unggas tanpa memakai perlengkapan pelindung.

Supaya virus ini tidak menyebar terlampau jauh, bangkai ayam yang mati akibat virus ini harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Kebijakan ini kemudian bukan hanya dilakukan pada ayam yang sudah mati, tetapi juga ayam yang masih hidup dan berpotensi menjadi perantara.

Kasus pemusnahan massal ayam untuk mencegah penyebaran flu burung belum lama ini terjadi di Jepang pada bulan Mei 2021 lalu. Tidak tanggung-tanggung, jumlah ayam dan bebek yang dimusnahkan mencapai lebih dari 9 juta ekor.

KucingKucing via antaranews.comKucing merupakan hewan yang banyak dipelihara oleh manusia. Penampilannya yang terkesan imut dan manja menjadi alasannya. Namun jika kita mundur hingga ke masa berabad-abad yang lalu, kucing justru pernah menjadi hewan yang amat ditakuti oleh manusia.

Hal tersebut disebabkan oleh wabah penyakit Maut Hitam (Black Death) yang menjangkiti Eropa di abad ke-17. Wabah itu sendiri disebabkan oleh kuman penyakit yang menjangkiti tikus. Saat tikus tersebut digigit oleh kutu penghisap darah, kutu tersebut bisa membantu menyebarkan kuman tadi ke manusia melalui gigitan.

Jika ada seseorang yang sampai terjangkit, maka orang tersebut bisa meninggal. Di London, Inggris, jumlah korban tewas akibat wabah ini sempat mencapai 1.000 orang per minggunya.

Karena orang-orang pada masa itu masih belum tahu mekanisme penyebaran penyakit ini, mereka pun mengira kalau wabah ini disebabkan oleh hewan-hewan yang berkeliaran di dalam kota. Akibatnya, hewan-hewan ini pun kemudian dibunuh secara massal.

Total ada sekitar 40 ribu ekor anjing dan 200 ribu ekor kucing yang dibunuh di London saat wabah Maut Hitam masih berlangsung. Namun tindakan tersebut diperkirakan hanya semakin memperparah wabah karena tidak adanya kucing menyebabkan tikus pembawa penyakit ini bisa berkembang biak tak terkendali.

referensi :

Cegah Corona, Pasar Depok Solo Musnahkan Ratusan Kelelawar

Pengelola Pasar Depok Solo memusnahkan ratusan kelelawar yang dikhawatirkan menjadi pembawa virus coron COVID-19.

Mosquito control – Wikipedia

Mosquito control manages the population of mosquitoes to reduce their damage to human health, economies, and enjoyment. Mosquito control is a vital public-health practice throughout the world and especially in the tropics because mosquitoes spread many diseases, such as malaria and the Zika virus.

2009 swine flu pandemic actions concerning pigs – Wikipedia

In reaction to the 2009 flu pandemic, governments around the world have responded with sometimes extreme reactions against pigs, which has included the official extermination of all domestic pigs in Egypt and the culling of three wild boars at the Baghdad Zoo in Iraq.

Avian influenza – Wikipedia

Avian influenza, known informally as avian flu or bird flu, is a variety of influenza caused by viruses adapted to birds. The type with the greatest risk is highly pathogenic avian influenza ( HPAI). Bird flu is similar to swine flu, dog flu, horse flu and human flu as an illness caused by strains of influenza viruses that have adapted to a specific host.

Estimated 9.8 million birds culled in Japan due to bird flu

Japan has been contending with outbreaks of highly pathogenic H5N8 bird flu since November 2020. Recent reporting in the Japan Times and says that the outbreak spread to 18 prefectures, including Chiba and Ibaraki, the country’s main poultry producing areas.

The London Plague 1665

The Black Death In the year 1665 death came calling on the city of London. Death in the form of plague. People called it the Black Death, black for the colour of the tell-tale lumps that foretold its presence in a victim’s body, and death for the inevitable result.

Leave your vote

434 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *