26.8 C
Jakarta
Sunday, May 22, 2022

Inilah Tutorial Shalat Bagi Orang yang Sakit | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com–  Shalat merupakan ibadah paling...

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Termasuk dari syarat thawaf...

G7 Tolak Pembayaran Gas Rusia Dengan Mata Uang Rubel | DW | 29.03.2022

RagamG7 Tolak Pembayaran Gas Rusia Dengan Mata Uang Rubel | DW | 29.03.2022

Jerman yang saat ini ketua G7, mengatakan permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin agar penyaluran gas dibayar dengan mata uang Rusia adalah “pelanggaran sepihak dari perjanjian yang ada.”

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck hari Senin (28/9) mengatakan, negara-negara industri yang tergabung dalam kelompok G7 menolak pembayaran gas dalam mata uang rubel, sebagaimana dituntut Presiden Vladimir Putin.

Sebelumnya Vladimir Putin mengatakan, negara-negara yang “tidak bersahabat” harus membayar suplai gas Rusia dalam mata uang Rusia, rubel kepada perusahaan penyalur. Tetapi itu tidak sesuai dengan perjanjian bisnis yang ada, kata Robert Habeck.

“Semua menteri (energi) G7 setuju bahwa ini adalah pelanggaran gamblang dan sepihak dari perjanjian yang ada,” jelas Robert Habeck. “Pembayaran dalam rubel tidak dapat diterima dan … kami meminta perusahaan terkait untuk tidak memenuhi permintaan Putin.”

Menteri ekonomi Jerman itu menambahkan, Putin memang sedang tersudut sehingga membuat permintaan seperti itu.

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga bersikeras bahwa “kontrak yang kita ketahui menetapkan euro sebagai mata uang pembayaran dan perusahaan akan membayar sesuai dengan kontrak yang telah mereka tandatangani.”

Sejauh ini, negara dan perusahaan Eropa membayar pasokan gas dari Rusia dalam euro dan dolar AS.

Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck

Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck

Eskalasi di pasar gas Rusia?

Sebelumnya pada hari Senin, wartawan bertanya kepada juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, apakah Rusia dapat memotong pasokan gas alam ke pelanggan Eropa jika mereka menolak permintaan tersebut. “Kami jelas tidak akan memasok gas secara gratis,” jawab Dmitry Peskov.

Dia menambahkan, Rusia akan mengambil keputusan pada waktunya jika negara-negara Eropa menolak untuk membayar dalam mata uang Rusia.

Kantor berita Rusia RIA mengutip anggota parlemen Rusia Ivan Abramov yang mengatakan, a penolakan G7 untuk membayar gas Rusia dengan mata uang rubel akan menyebabkan penghentian pasokan secara tegas.

Selain balas dendam setelah Barat memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia, permintaan Moskow untuk pembayaran transaksi dengan rubel, juga dilihat sebagai upaya untuk menyelamatkan ekonominya.

Kalangan pengamat menilai, tuntutan pembayaran dalam mata uang rubel adalah upaya Rusia menopang mata uangnya, yang nilai tukarnya anjlok sejak invasi Rusia ke Ukraina, yang diikuti oleh rangkaian sanksi Barat.

  • Warga sipil yang terperangkap di Mariupol dievakuasi secara bertahap di bawah kendali separatis pro-Rusia pada 20 Maret 2022

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Eksodus dari Mariupol

    Selama seminggu terakhir, puluhan ribu orang setiap harinya melarikan diri dari kota Mariupol yang hancur akibat serangan Rusia. Sejak awal perang, kota pelabuhan penting di selatan Ukraina itu telah menghadapi pemboman berat dan serangan rudal yang melukai warga sipil. Menurut data Rusia, 130.000 dari sekitar 440.000 penduduk masih bertahan di kota.

  • Salah satu bangunan yang terbakar di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Sebuah kota yang hancur

    Setelah hampir empat minggu diserang, kota Mariupol yang terkepung hancur dan nyaris tidak dapat dihuni. Menurut pemerintah setempat, 80% dari seluruh apartemen di kota telah hancur. Banyak foto yang menunjukkan bangunan tempat tinggal yang hancur atau terbakar, seperti foto dari kantor berita resmi Rusia, Tass ini.

  • Seorang wanita menangis di depan bangunan yang sudah hancur di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Rusia melakukan ‘kejahatan perang’

    Serangan Rusia terhadap warga sipil Ukraina telah mendorong beberapa politisi Barat, seperti Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock dan Komisaris Luar Negeri Uni Eropa Josep Borell, untuk berbicara tentang “kejahatan perang”. Borell mengatakan Rusia menghancurkan Ukraina tanpa menghormati aturan perang.

  • Teater yang dibom di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Rusia: Hanya target strategis yang terdampak

    Rusia mengklaim mereka hanya menyerang fasilitas strategis dan militer. Mereka menyalahkan unit milisi Ukraina, Batalion Azov, yang mencakup ekstremis nasionalis sayap kanan, atas pemboman teater Mariupol. Ratusan orang selamat dari serangan itu, berlindung di bunker serangan udara di bawah teater, yang terlihat seperti dalam foto reruntuhan ini.

  • Seorang warga sipil menurunkan celananya di pos pemeriksaan separatis pro-Rusia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Separatis Rusia mengontrol rute pelarian

    Separatis pro-Rusia, yang juga menguasai wilayah tetangga Donetsk di Ukraina timur, melakukan pemantauan jalur pelarian penduduk. Mereka hanya mengizinkan warga sipil tak bersenjata meninggalkan kota yang terkepung.

  • Pengungsi di aula olahraga di Donetsk

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Tuding dievakuasi ke negara musuh

    Foto yang dirilis oleh kantor berita Rusia, Tass, menunjukkan orang-orang yang dievakuasi dari Mariupol di sebuah kamp darurat di Donetsk. Rusia mengatakan ingin memberikan perlindungan bagi pengungsi Ukraina. Namun, Dewan Kota Mariupol menuduh Rusia mengizinkan separatis membawa paksa ribuan warga Ukraina ke Rusia.

  • Seorang anak yang terluka dirawat di Zaporizhzhia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Warga melarikan diri ke Zaporizhzhia

    Banyak penduduk telah melarikan diri ke kota Zaporizhzhia, di mana beberapa warga yang terluka mendapat perawatan. Pemboman rumah sakit di Mariupol telah menutup akses bantuan medis darurat. Beberapa pekan lalu, terjadi kebakaran singkat di PLTN terbesar di Eropa di Zaporizhzhia. Sebagian besar kawasan di kota dengan populasi 750.000 jiwa itu lolos dari pertempuran.

  • Seorang ibu memeluk putranya yang melarikan diri dari kota Mariupol dan tiba di stasiun kereta api di Lviv, Minggu (20/03)

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Berkumpul dengan keluarga

    Remaja ini melarikan diri dari Mariupol ke Lviv di Ukraina barat. Sang ibu menunggunya di stasiun kereta. Namun, tentara Rusia juga telah menyerang Lviv. Bagi banyak pengungsi, Lviv menjadi persinggahan terakhir sebelum melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri ke negara-negara tetangga Eropa.

  • Pusat perbelanjaan di Kyiv yang telah dibom

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Beberapa kota yang diserang tentara Rusia

    Mariupol bukan satu-satunya kota di Ukraina yang dihantam serangan Rusia. Di utara dan timur Ukraina, roket dan peluru artileri terus menghantam kota-kota besar seperti Sumy, Kharkiv, dan Kyiv. Foto ini menunjukkan sisa-sisa pusat perbelanjaan di Kyiv setelah menjadi sasaran serangan Rusia. Empat orang tewas dalam serangan itu, menurut media setempat.

  • Sebuah bangunan di Mariupol yang terkena serangan Rusia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Ukraina tolak menyerahkan Mariupol

    Pada hari Minggu (20/03), Rusia telah memberi Ukraina ultimatum untuk menyerahkan Mariupol pada Senin (21/03) sore. Namun, Ukraina menolak permintaan itu. Sebaliknya, ribuan warga sipil kembali berbondong meninggalkan kota tersebut. Menurut pemimpin separatis Rusia Denis Pushilin, pertempuran memperebutkan Mariupol bisa berlangsung berminggu-minggu lebih lama. (ha/as)

    Penulis: Jan D. Walter


Mengurangi ketergantungan pada gas Rusia

Eropa hingga kini menutupi  40% kebutuhan gas dan 25% kebutuhan minyaknya dengan pasokan dari Rusia. Sehubungan dengan invasi ke Ukraina,  negara-negara Eropa berlomba untuk mengurangi ketergantungan mereka pada impor energi dari Rusia.

Jerman telah memberhentikan proyek pipa gas Nord Stream 2 sebagai tanggapan atas perang Putin di Ukraina, namun pemerintah Jerman sejauh ini menolak seruan untuk memboikot total minyak dan gas Rusia.

Pada hari Jumat, AS dan Uni Eropa mengumumkan kemitraan baru untuk membuat Eropa kurang bergantung pada gas Rusia. Berdasarkan kesepakatan itu, AS akan memasok 15 miliar meter kubik gas alam cair (LNG) ke UE tahun ini.

hp/as (dpa, afp, ap)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles