32.8 C
Jakarta
Thursday, May 19, 2022

Finlandia dan Swedia Menanti Keputusan Dalam Negeri tentang Keanggotaan NATO | DW | 14.04.2022

WorldFinlandia dan Swedia Menanti Keputusan Dalam Negeri tentang Keanggotaan NATO | DW | 14.04.2022

Perdana Menteri Finlandia dan Swedia menggelar konferensi pers bersama, menyusul invasi Rusia ke Ukraina yang mendorong kedua negara untuk mengevaluasi kembali posisi netral mereka yang berlangsung selama Perang Dingin.

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin dan Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson bertemu di Stockholm pada Rabu (13/04) untuk membahas masalah keamanan regional setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Usai konferensi pers, Marin mengatakan dia tidak bisa memberikan jawaban terkait kemungkinan Finlandia untuk bergabung dengan NATO, tetapi menyebut keputusan itu membutuhkan waktu berminggu-minggu. Sedangkan Andersson menjelaskan bahwa Swedia tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Namun, surat kabar Svenska Dagbladet melaporkan Andersson menyebut Swedia kemungkinan akan berusaha untuk bergabung dengan NATO pada Juni 2022.

Parlemen Finlandia akan mendengar pandangan dari sejumlah pakar keamanan dalam beberapa minggu ke depan “sebelum pertengahan musim panas,” kata Marin. Analis dan pakar keamanan meyakini bahwa proposal kemungkinan akan muncul pada Juni mendatang.

Bagaimana proses jika Finlandia dan Swedia ingin bergabung dengan NATO?

Semua 30 anggota NATO perlu meratifikasi keanggotaan masing-masing negara — yang bisa memakan waktu mulai dari beberapa bulan hingga satu tahun. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pintu untuk keanggotaan tetap terbuka.

Sementara banyak analis mengharapkan aplikasi bersama tercipta dari kedua negara, para pemimpin kedua negara menekankan Finlandia dan Swedia pada akhirnya dapat mencapai kesimpulan terpisah tentang keputusan bergabung dengan aliansi NATO.

Di Swedia, perang Rusia melawan tetangganya Ukraina juga telah memicu kecemasan, serta gangguan politik tentang masalah negara non-blok militer. Rusia telah berulang kali mengatakan ekspansi NATO adalah duri di pihaknya, sementara NATO mempertahankan aliansi itu bersifat defensif.

Alexander Stubb, mantan Perdana Menteri Finlandia yang telah lama mengadvokasi keanggotaan negara itu di NATO, sekarang percaya keputusan itu adalah “kesimpulan yang sudah pasti.” Namun, pada Januari lalu PM Sanna Marin menyebut rencana bergabung dengan NATO itu “sangat tidak mungkin.”

Keputusan Rusia menyerang Ukraina telah menyebabkan lonjakan dukungan publik dari 20-30% mendukung Finlandia secara resmi bergabung dengan NATO menjadi lebih dari 50% dari populasi.

  • Seorang tentara Rusia memegang pistol

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Berkaitan, tetapi tak sama

    Ketegangan antara Rusia dan Ukraina memiliki sejarah sejak Abad Pertengahan. Kedua negara memiliki akar yang sama, pembentukan negara-negara Slavia Timur. Inilah sebabnya mengapa Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut kedua negara itu sebagai “satu orang”. Namun, sebenarnya jalan kedua negara telah terbagi selama berabad-abad, sehingga memunculkan dua bahasa dan budaya — erat, tapi cukup berbeda.

  • Sebuah keluarga menonton pidato pengunduran diri Presiden Soviet Mikhail Gorbachev ketika Uni Soviet runtuh pada 25 Desember 1991

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    1990-an, Rusia melepaskan Ukraina

    Ukraina, Rusia, dan Belarus menandatangani perjanjian yang secara efektif membubarkan Uni Soviet pada Desember 1991. Moskow sangat ingin mempertahankan pengaruhnya di kawasan itu dan melihat Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang baru dibentuk sebagai alat untuk melakukannya. Sementara Rusia dan Belarus membentuk aliansi yang erat, Ukraina semakin berpaling ke Barat.

  • Penjaga perbatasan Ukraina berdiri di sebuah pos pemeriksaan dari wilayah yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Sebuah perjanjian besar

    Pada tahun 1997, Rusia dan Ukraina menandatangani Treaty on Friendship, Cooperation and Partnership, yang juga dikenal sebagai “Perjanjian Besar”. Dengan perjanjian ini, Moskow mengakui perbatasan resmi Ukraina, termasuk semenanjung Krimea,kawasan hunian bagi mayoritas etnis-Rusia di Ukraina.

  • Presiden Rusia Vladimir Putin

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Retakan muncul pasca-Soviet

    Krisis diplomatik besar pertama antara kedua belah pihak terjadi, saat Vladimir Putin jadi Presiden Rusia masa jabatan pertama. Pada musim gugur 2003, Rusia secara tak terduga mulai membangun bendungan di Selat Kerch dekat Pulau Tuzla Ukraina. Kiev melihat ini sebagai upaya Moskow untuk menetapkan ulang perbatasan nasional. Konflik diselesaikan usai kedua presiden bertemu. 

  • Viktor Yanukovych

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Revolusi Oranye

    Ketegangan meningkat selama pemilihan presiden 2004 di Ukraina, dengan Moskow menyuarakan dukungannya di belakang kandidat pro-Rusia, Viktor Yanukovych. Namun, pemilihan itu dinilai curang. Akibatnya massa melakukan Revolusi Oranye atau demonstrasi besar-besaran selama 10 hari dan mendesak diadakannya pemilihan presiden ulang.

  • Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Dorongan bergabung dengan NATO

    Pada tahun 2008, Presiden AS saat itu George W. Bush mendorong Ukraina dan Georgia untuk memulai proses bergabung dengan NATO, meskipun ada protes dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Jerman dan Prancis kemudian menggagalkan rencana Bush. Pada pertemuan puncak NATO di Bucharest, Rumania, akses dibahas, tetapi tidak ada tenggat waktu untuk memulai proses keanggotaan.

  • Warga meninggalkan rumah mereka di timur Ukraina

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Tekanan ekonomi dari Moskow

    Pendekatan ke NATO tidak mulus, Ukraina melakukan upaya lain untuk meningkatkan hubungannya dengan Barat. Namun, musim panas 2013, beberapa bulan sebelum penandatanganan perjanjian asosiasi tersebut, Moskow memberikan tekanan ekonomi besar-besaran pada Kiev, yang memaksa pemerintah Presiden Yanukovych saat itu membekukan perjanjian. Aksi protes marak dan Yanukovych kabur ke Rusia.

  • Pasukan Rusia ikut serta dalam latihan militer di Krimea

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Aneksasi Krimea menandai titik balik

    Saat kekuasaan di Kiev kosong, Kremlin mencaplok Krimea pada Maret 2014, menandai awal dari perang yang tidak dideklarasikan antara kedua belah pihak. Pada saat yang sama, pasukan paramiliter Rusia mulai memobilisasi pemberontakan di Donbas, Ukraina timur, dan melembagakan “Republik Rakyat” di Donetsk dan Luhansk. Setelah pilpres Mei 2014, Ukraina melancarkan serangan militer besar-besaran.

  • Prajurit pro-Rusia di pos pengamatan mengawasi drone pada posisi milisi rakyat Republik Rakyat Donetsk, Donbas, Ukraina

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Gesekan di Donbass

    Gesekan di Donbass terus berlanjut. Pada awal 2015, separatis melakukan serangan sekali lagi. Kiev menuding pasukan Rusia terlibat, tetapi Moskow membantahnya. Pasukan Ukraina menderita kekalahan kedua, kali ini di dekat kota Debaltseve. Mediasi Barat menghasilkan Protokol Minsk, sebuah kesepakatan dasar bagi upaya perdamaian, yang tetap belum tercapai hingga sekarang.

  • (Kiri ke kanan) Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers setelah KTT Normandia pada Oktober 2019

    Rusia dan Ukraina: Kronik Perang yang Tidak Dideklarasikan

    Upaya terakhir di tahun 2019

    KTT Normandia di Paris pada Desember 2019 adalah pertemuan langsung terakhir kalinya antara Rusia dan Ukraina. Presiden Vladimir Putin tidak tertarik untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy. Rusia menyerukan pengakuan internasional atas Krimea sebagai bagian dari wilayahnya, menuntut diakhirinya tawaran keanggotaan NATO bagi Ukraina dan penghentian pengiriman senjata ke sana. (ha/as)

    Penulis: Roman Goncharenko


Seperti apa debat di Swedia?

Swedia tidak berbagi perbatasan dengan Rusia, tetapi pulau strategis Gottland di Laut Baltik dapat membuat Swedia rentan terkena dampaknya jika konflik meletus di wilayah tersebut.

Robert Dalsjo, Direktur Penelitian di Badan Penelitian Pertahanan Swedia, mengatakan Swedia telah menyadari “bahwa mereka mungkin menemukan diri mereka dalam posisi yang sama dengan Ukraina: banyak simpati, tetapi tidak ada bantuan militer.”

Sosial Demokrat yang berkuasa di Swedia berubah pikiran tentang penentangan lama mereka untuk bergabung dengan NATO. Selama Perang Dunia Kedua, Swedia secara resmi netral dan tidak berperang selama lebih dari 200 tahun.

Pertimbangan Finlandia sebelum gabung NATO

Finlandia sudah sangat lama bekerja sama dengan pasukan Amerika Serikat dan NATO, meskipun tidak dilindungi oleh bagian pertahanan bersama dari perjanjian yang dikenal sebagai Pasal Lima.

Harian Helsingen Sanomat mensurvei anggota parlemen negara itu dan menemukan setengah dari 200 anggota parlemen menyetujui, dengan hanya 12 yang menentang keras. Yang lain mengatakan mereka akan mengumumkan nanti di mana mereka memihak setelah diskusi terperinci.

Atti Kaikkonen, Menteri Pertahanan Finlandia, mengatakan negara itu perlu bersiap jika keadaan di perbatasan berubah, tetapi untuk saat ini, situasinya stabil.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan jika Finlandia bergabung dengan NATO, Rusia akan berusaha untuk “menyeimbangkan kembali situasi.”

ha/vlz (AFP, Reuters)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles