Eril Dinyatakan Wafat Tenggelam; Termasuk Mati Syahid

by -8 views
eril-dinyatakan-wafat-tenggelam;-termasuk-mati-syahid

BincangMuslimah.Com – Duka mendalam sedang dirasakan oleh keluarga Ridwan Kamil yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Warga Indonesia pun turut bersimpati atas musibah yang dialami oleh putranya, Emmeril Khan Mumtadz. Eril dinyatakan wafat karena tenggelam di sungai Aare kota Swiss pada Kamis, 26 Mei 2022.

MUI Jawa Barat (Jabar) dan ditanyakan syahid akhirat. MUI Jabar menganjurkan masyarakat untuk solat ghoib. Pun pada Sabtu (04/6), Gubernur Jawa Barat dan keluarga telah mengadakan acara doa bersama atas Eril yang dinyatakan wafat.
Status Mati Syahid bagi Korban Tenggelam

Dalam sebuah hadis, Rasulullah pernah bersabda bahwa seseorang yang wafat karena tenggelam dianggap syahid. Sebagaimana berikut,

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم: الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: المَطْعُونُ وَالمَبْطُونُ، وَالغَرِيقُ، وَصَاحِبُ الهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ في سَبِيلِ اللهِ

dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda, orang yang mati syahid itu ada lima jenisnya: orang yang mati karena terkena wabah, orang yang mati karena penyakit perut, orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa pohon, dan orang yang mati karena jihad (berperang) di jalan Allah. (HR. Shahih dan Muslim)

Bagaimana penjelasan hadis ini? Apakah syahidnya adalah syahid dunia yang tata caranya mengikuti orang yang syahid karena jihad perang di jalan Allah?

Imam Nawawi dalam kitab Syarah Nawawi ‘ala Muslim menjelaskan, yang juga mengutip perkataan para ulama,  maksud dari hadis ini. Mereka dikatakan syahid oleh sebab mendapat karunia dari Allah karena rasa sakitnya yang luar biasa menjelang kematian. Begini redaksinya,

 قَالَ الْعُلَمَاءُ : وَإِنَّمَا كَانَتْ هَذِهِ الْمَوْتَاتُ شَهَادَةً بِتَفَضُّلِ اللَّهِ تَعَالَى بِسَبَبِ شِدَّتِهَا ، وَكَثْرَةِ أَلَمِهَ

Ulama berkata, sesungguhnya beberapa kategori kematian yang dianggap syahid, itu dikarenakan mendapat karunia dari Allah sebab rasa sakit yang luar biasa  (saat menjelan kematian)

Dalam kitab Fathul Bari juga disebutkan, mengapa kelima golongan itu dianggap mati syahid berdasarkan hadis Rasulullah tersebut.

 هَذِهِ كُلُّهَا مِيتَاتٌ فِيهَا شِدَّةٌ، تَفَضَّلَ اللَّهُ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَنْ جَعَلَهَا تَمْحِيصًا لِذُنُوبِهِمْ ، وَزِيَادَةً فِي أُجُورِهِمْ، يُبَلِّغُهُمْ بِهَا مَرَاتِبَ الشُّهَدَاءِ

Semua kategori yang dianggap sebagai mati syahid (berdasarkan hadis tersebut) merupakan anugerah dari Allah yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad dengan menjadikan ujian yang mereka lewati sebagai penghapus dosa dan menambah ganjaran yang menyebabkan mereka mencapai derajat syahid.

Adapun status syahidnya berdasarkan rujukan ulama, bukanlah syahid seperti perang yang tata cara penguburannya harus mengikuti mereka seperti tidak dimandikan dan hanya disholati.

Sudah jelaslah bahwa Eril wafat dalam keadaan syahid seperti yang dijelaskan oleh para ulama karena kategorinya sebagai orang yang wafat karena tenggelam. Dosa-dosanya terampuni. Selamat berpulang, semoga tenang di sisi Allah. (Baca juga: Meninggal Akibat Kebakaran, Apakah Mati Syahid?).

Tulisan ini telah diterbitkan di Bincangmuslimah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.